Kompas TV bisnis ekonomi dan bisnis

Pengusaha Keberatan dengan Kenaikan Tarif PPN Tahun Depan

Kamis, 13 Mei 2021 | 12:33 WIB
pengusaha-keberatan-dengan-kenaikan-tarif-ppn-tahun-depan
Ilustrasi pusat perbelanjaan (mal) (Sumber: kontan.co.id)

JAKARTA, KOMPAS.TV – Para pelaku usaha keberatan dengan rencana pemerintah menaikkan tarif Pajak Pertambahan Nilai (PPN) tahun depan. Kenaikan tarif PPN dinilai dapat membuat harga jual barang dan jasa menjadi lebih mahal sehingga akan menekan penjualan produk ritel.

Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia, Roy Nicholas Mandey saat dihubungi pada Jumat (11/5/2021) mengatakan, kenaikan tarif PPN akan membuat harga jual barang-barang di sektor ritel yang banyak dikonsumsi masyarakat, seperti makanan dan minuman serta pakaian, menjadi lebih mahal, dilansir dari laman Kompas.id (12/5/2021).

Menurut dia, rencana kebijakan itu akan membuat komponen terbesar pembentuk produk domestik bruto (PDB) Indonesia, yaitu konsumsi rumah tangga, akan kembali kontraksi pada tahun depan.

”Sekalipun kebijakan itu baru diterapkan pada 2022, kondisi ekonomi masih berat sebab berdasarkan indikator ekonomi hingga sekarang daya beli masih  lemah,” kata Roy.

Lebih lanjut, ia menuturkan kemampuan konsumsi masyarakat akan semakin rendah saat tarif PPN meningkat dari 10 persen menjadi 15 persen pada tahun depan. Di sisi lain, konsumsi ritel akan makin tertekan apabila penyebaran Covid-19 belum juga bisa dikendalikan.

Baca Juga: Rencana Naik Tahun Depan, Pemerintah Kaji 2 Skema Penerapan PPN

“Dengan kondisi ekonomi yang saat ini masih buruk, lalu tahun depan ditambah tarif PPN yang naik, terus terang ini akan membebani produk karena saat PPN meningkat belum tentu konsumsi sudah meningkat,” ujar Roy.

Penulis : Fransisca Natalia | Editor : Purwanto





BERITA LAINNYA


Close Ads x
NEWSTICKER
03:25
AKTIVIS PENCINTA LINGKUNGAN GREENPEACE MINTA MAAF SETELAH AKSI PROTESNYA LUKAI 2 O RANG DI STADION ALLIANZ ARENA   TIMNAS RUSIA BUNGKAM FINLANDIA LEWAT GOL TUNGGAL ALEKSEI MIRANCHUK DI LAGA GRUP B EURO 2020   PEMERINTAH INGGRIS TEGASKAN JUMLAH PENONTON EURO 2020 DI WEMBLEY HANYA 25 PERSEN DARI KAPASITAS STADION   PEMERINTAH JEPANG INGIN KEHADIRAN 10.000 PENONTON DI TIAP LOKASI PERTANDINGAN OLIMPIADE DAN PARALIMPIADE TOKYO   BPBD DKI JAKARTA MINTA WARGA WASPADA BANJIR MENYUSUL TINGGI MUKA AIR DI POS PANTAU HULU ANGKE, JAKUT, MASUK SIAGA 3   PT JAKARTA INTERNATIONAL CONTAINER TERMINAL (JICT) IMBAU SOPIR TRUK TIDAK PERLU LAGI BAYAR UANG TIP DI PELABUHAN   TAMAN MARGASATWA RAGUNAN BATASI KUNJUNGAN MAKSIMAL 50 PERSEN DI MASA PEMBERLAKUAN PPKM MIKRO   KASUS COVID-19 MELONJAK, PEMKAB WONOGIRI INSTRUKSIKAN KADES SIAPKAN TEMPAT ISOLASI DESA   SATGAS COVID-19 PASTIKAN SUPLAI VAKSIN COVID-19 DARI LUAR NEGERI TERJAGA SESUAI JADWAL VAKSINASI PEMERINTAH   KANTOR KELURAHAN CIGANJUR, JAKARTA SELATAN, DITUTUP 2 HARI SETELAH LURAH HIFZILLAH TERKONFIRMASI POSITIF COVID-19   PEMKOT MADIUN PERPANJANG PPKM MIKRO HINGGA 28 JUNI KARENA KASUS COVID-19 MASIH TINGGI   PEMKOT SURABAYA FOKUSKAN SKRINING DAN TES USAP DI JEMBATAN SURAMADU BAGI PENGENDARA YANG MASUK KE ARAH BANGKALAN   PEMKOT BANDUNG AKAN LAKUKAN PENGETATAN AKTIVITAS MASYARAKAT KARENA LONJAKAN KASUS COVID-19   KEMENDAGRI PASTIKAN REALISASI KATALOG ELEKTRONIK (E-KATALOG) GUNAKAN PRODUK DALAM NEGERI