Kompas TV nasional update

Viral Reaksi Warga Soal Pidato Jokowi Ajak Beli Bipang Ambawang

Minggu, 9 Mei 2021 | 15:54 WIB

JAKARTA, KOMPAS.TV - Pidato Presiden Joko Widodo terkait ajakan mencintai produk khas nusantara heboh dan viral di media sosial.

Dalam pidatonya presiden mempromosikan Bipang Ambawang khususnya bagi warya yang tidak bisa mudik tahun ini.

Menteri perdagangan pun mengklarifikasi pidato presiden.

Media sosial Twitter sepanjang sabtu kemarin ramai dengan trending topic berhashtag bipang.

Bipang ramai dibicarakan setelah beredarnya video pidato presiden yang mengajak masyarakat belanja kuliner secara online di hari Bangga Buatan Indonesia (BBI).

Tak berselang lama seperti dilansir Kompas.com, Juru Bicara Presiden, Fadjroel Rachman berusaha meluruskan pernyataan Jokowi.

Pasca hebohnya peranyataan Jokowi, Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi memberikan penjelasan soal konteks ajakan Presiden Joko Widodo membeli makanan tradisional bipang ambawan.

Lutfi menegaskan pidato Presiden Jokowi untuk mempromosikan kuliner nusantara yang beragam dan ditujukan untuk seluruh masyarakat Indonesia yang terdiri dari beragam suku, agama, dan budaya.

Sementara itu, Immanuel Ebenezer menyesalkan video pidato Presiden Jokowi bisa salah dimaknai publik.

Ia meminta agar pihak-pihak yang menyesatkan presiden diusut.

Sementara itu menurut Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden, Ali Mochtar Ngabalin, ia menilai apa yang dikatakan presiden tidak ada yang salah dalam narasi yang dibaca terkait bipang ambawang.

Tidak ada yang salah dalam mempromosikan kuliner lokal nusantara apa pun bahan dan jenisnya.

Namun respons pemerintahan yang berbeda dan tidak kompak dalam menanggapi kehebohan ini justru menunjukkan pemerintah sendiri yang tidak yakin dengan komunikasi yang disampaikannya.

Penulis : Reny Mardika





BERITA LAINNYA


Close Ads x
NEWSTICKER
11:55
LIONEL MESSI KHAWATIR TERTULAR COVID-19 JELANG LAGA PERDANA ARGENTINA DI COPA AMERICA 2021 MELAWAN CHILE   KEMENKO PMK: PEMBANGUNAN RUMAH TAHAN GEMPA DI NTB SETELAH DIGUNCANG GEMPA PADA JULI 2018 ALAMI KETERLAMBATAN   KEMENDAGRI GRATISKAN AKSES VERIFIKASI DATA PENDUDUK KE SEJUMLAH LEMBAGA SELAMA 6 TAHUN TERAKHIR   WASKITA DAN TERREGRA TEKEN KONTRAK PEMBANGUNAN PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA MINIHIDRO BATANG TORU SENILAI RP 377 M   PENDAFTARAN PPDB 2021 UNTUK SMA DAN SMK DI RIAU DIUNDUR KARENA ADANYA KENDALA TEKNIS YANG PERLU DISELESAIKAN   OMBUDSMAN JAKARTA: KETIDAKMAMPUAN "PROVIDER" JADI KENDALA DALAM PPDB DKI   WNI POSITIF KORONA DI LUAR NEGERI BERJUMLAH 4.972 ORANG: 4.163 SEMBUH, 206 MENINGGAL DUNIA, 603 DALAM PERAWATAN   PERMENKES 18/2021: PENGGUNAAN JENIS VAKSIN COVID-19 DALAM PROGRAM PEMERINTAH DAN GOTONG ROYONG BOLEH SAMA   DINKES KALIMANTAN BARAT: KETERISIAN TEMPAT TIDUR PASIEN COVID-19 DI KALBAR MENCAPAI 62%   PEMKAB KUDUS TERAPKAN KEBIJAKAN 5 HARI DIAM DI RUMAH DALAM SEPEKAN GUNA MEMUTUS PENULARAN COVID-19   POSITIF COVID-19 DAN ISOLASI MANDIRI, WALI KOTA SALATIGA YULIANTO BEKERJA DARI RUMAH DINAS   JUMLAH PASIEN COVID-19 DI RS WISMA ATLET KEMAYORAN JAKARTA TEMBUS 5.000 ORANG   SEBANYAK 3.673 PASIEN COVID-19 MENJALANI ISOLASI MANDIRI DI 44 HOTEL WILAYAH JAKARTA DAN SEKITARNYA   PRESIDEN JOKOWI BERI TARGET KE GUBERNUR DKI UNTUK WUJUDKAN "HERD IMMUNITY" DI JAKARTA PADA AGUSTUS 2021