Kompas TV klik360 cerita indonesia

Bukan Karena Radiasi, Kolonel Laut (P) Iwa Kartiwa Sebut Dirinya Menderita Saraf Terjepit

Rabu, 5 Mei 2021 | 00:04 WIB

JAKARTA, KOMPAS.TV – Mantan Komandan Satuan Kapal Selam (Dansatsel) Koarmada II Kolonel Laut (P) Iwa Kartiwa membantah isu yang menyebut dirinya sakit parah akibat terkena radiasi serbuk besi di kapal selam.

Menurutnya, informasi tersebut tidaklah benar.

Meski demikian, ia mengaku tengah mengalami sakit sejak tahun 2017.

Saat ini kondisi tubuhnya terbilang lemah dan mengalami keterbatasan sehingga tidak bisa beraktivitas banyak.

Iwa menuturkan, kejadian bermula pada tahun 2017 saat dirinya masih menjabat sebagat Komandan Satuan Kapal Selam. Saat itu, Iwa mengaku tengah pulang ke rumah dalam rangka izin lebaran.

 “Saat di rumah, saat bersama istri saya, saat itu sedang menunduk tiba-tiba jatuh saat batuk. Terus kami memang waktu itu tidak bisa berdiri sampai 1 bulan, kami terbaring di tempat tidur. Kami pulang di Surabaya, saat itu kami jaga. Kami masih memakai tongkat, itu awal mulanya”, ungkap Kolonel Laut (P) Iwa Kartiwa saat memberikan keterangan kepada wartawan (4/5).

Baca Juga: Menahan Tangis, Kolonel Iwa Kartiwa: Kami Tidak Minta Dikasihani, Kami Jangan Dipolitisir

Iwa kemudian memeriksakan dirinya lebih lanjut ke Rumah Sakit Angkatan Laut (RSAL).

Hasil pemeriksaan menyebut bahwa  Iwa ternyata diketahui tengah menderita saraf terjepit.

“Kami diperintahkan untuk langsung ke RS AL, kami di MRI dan ternyata kami kena HNP, saraf  terjepit”, pungkasnya.

Setelah saat itu, dirinya mengaku tidak banyak berkegiatan, bahkan jarang berolahraga.

Menurutnya, hal itu menyebabkan dirinya sampai saat ini masih berada dalam perawatan.

"Setelah itu aktivitas kami semakin berkurang untuk olahraga. Itu yang menyebabkan kondisi kami saat ini masih dalam perawatan. Karena kami memang jarang ke luar rumah. Terus kami izin ke TNI Angkatan Laut untuk istirahat di rumah," paparnya.

Penulis : Abdur Rahim





BERITA LAINNYA


Close Ads x
NEWSTICKER
02:15
HONG KONG TANGGUHKAN RENCANA PENERAPAN KEBIJAKAN TKA WAJIB VAKSIN COVID-19 JIKA INGIN KONTRAK KERJA DIPERPANJANG   AS BERENCANA KELUARKAN IZIN PENGGUNAAN VAKSIN COVID-19 BUATAN PFIZER UNTUK ANAK BERUSIA 12-15 TAHUN   GELEDAH BEKAS MARKAS FPI MAKASSAR DI JALAN SUNGAI LIMBOTO, DENSUS 88 TANGKAP 3 MANTAN PETINGGI FPI   DENSUS 88 GELEDAH BEKAS MARKAS FPI MAKASSAR DI JALAN SUNGAI LIMBOTO   GUBERNUR JABAR RIDWAN KAMIL MINTA PETUGAS KEAMANAN BERJAGA DI JALUR ALTERNATIF JELANG PENERAPAN LARANGAN MUDIK   JELANG PENERAPAN LARANGAN MUDIK, OPERASIONAL MAL DI SUMSEL DIBATASI HANYA BOLEH DIKUNJUNGI 50% DARI TOTAL KAPASITAS   OJK: UTANG MASYARAKAT LEWAT PINJAMAN DARING MENCAPAI RP 19 TRILIUN PER MARET 2021   CAMAT SUMBANG, BANYUMAS, JATENG: 33 ORANG POSITIF COVID-19 DARI KLASTER MUSHALA DESA KARANGCEGAK   PEMKOT BEKASI SIAPKAN STADION PATRIOT CANDRABHAGA SEBAGAI TEMPAT KARANTINA BAGI WARGA YANG NEKAT MUDIK   JASA MARGA PREDIKSI 138.000 KENDARAAN AKAN TINGGALKAN JABODETABEK HARI INI   POLDA METRO JAYA SIAPKAN 77 POS PENGAMANAN SELAMA OPERASI KETUPAT JAYA   WAGUB DKI AHMAD RIZA PATRIA SEBUT PEMPROV PERTIMBANGKAN USULAN PENUTUPAN OBYEK WISATA SAAT LIBUR LEBARAN   SATGAS COVID-19 WAJIBKAN WARGA DI ZONA MERAH-ORANYE SHALAT ID DI RUMAH   HASIL PENELITIAN SAMPEL PADA FEBRUARI-APRIL 2021, KEMENKES DETEKSI 17 KASUS VARIAN BARU COVID-19 DI INDONESIA