JAKARTA, KOMPAS.TV - Juru Bicara Presiden, Fadjroel Rachman mengatakan, reshuffle atau perombakan kabinet jilid kedua kabinet Jokowi-Ma'ruf menyasar Kementerian Investasi sebagai instansi baru dan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan yang akan digabung dengan Kementerian Riset dan Teknologi.
"Yang kita tahu sampai hari ini itu yang pasti. Sebab sudah disetujui oleh DPR dan DPR sudah menerima alasan yang sesuai dengan alasan yang tercantum di UU Nomor 39 Tahun 2008 tentang Kementerian Negara," ujar Fadjroel kepada wartawan di Kompleks Istana Kepresidenan, Kamis (22/4/2021).
Dalam UU tersebut diungkapkan jika syarat pembentukan atau penggabungan kementerian harus memenuhi unsur efektivitas dan efisiensi. Selain itu juga harus mengandung tujuan adaptasi atas perubahan yang bersifat global.
"Jadi harus memenuhi unsur efisiensi dan efektivitas," tegas Fadjroel.
Baca Juga: Reshuffle Kabinet Jokowi Tunggu Perpres Kementerian Baru
Pembentukan Kementerian Investasi disebut sebagai wujud keseriusan pemerintah untuk mendorong dan meningkatkan pertumbuhan ekonomi pada 2021.
Target pertumbuhan ekonomi yang ingin dicapai yakni sebesar 5-7 persen dan dinilai memerlukan banyak investasi untuk mencapai target tersebut.
"Dan itu tentu memerlukan banyak investasi masuk ke Indonesia," tambah Fadjroel.
Sebelumnya, ramai tedengar isu reshuffle kabinet pemerintahan Jokowi-Ma'ruf Amin dalam beberapa pekan ke depan.
Kabar itu diucapkan oleh Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden (KSP) Ali Mochtar Ngabalin.
Wacana ini menguat pasca-rencana peleburan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) dengan Kementerian Riset dan Teknologi (Kemenristek), serta dibentuknya Kementerian Investasi.
"Pokoknya pekan ini. Mudah-mudahan kalau tidak ada aral melintang, pekan-pekan ini," kata Ngabalin saat dihubungi, Selasa (13/4/2021).
Baca Juga: Dikonfirmasi Reshuffle, Fadjroel: Fokus Presiden Jokowi Pada Rencana Pemindahan Ibu Kota Negara
Sumber : Kompas TV
Gabung ke Channel WhatsApp KompasTV untuk update berita terbaru dan terpercaya.