Kompas TV nasional peristiwa

Dikabarkan Senjata yang Digunakan Penyerang Mabes Polri Tak Mematikan, Cek Fakta Kominfo

Kamis, 8 April 2021 | 06:20 WIB
dikabarkan-senjata-yang-digunakan-penyerang-mabes-polri-tak-mematikan-cek-fakta-kominfo
Pistol milik terduga teroris penyerang Mabes Polri tergeletak di samping jenazah pelaku, Rabu (31/3/2021). (Sumber: Istimewa)

JAKARTA, KOMPAS.TV- Beredar informasi di facebook berupa foto dan keterangan terkait senjata yang diklaim milik penyerang Mabes Polri berinisial ZA, pada Rabu, 31 Maret 2021 Pukul 16.30. Dalam unggahan tersebut dikatakan bahwa senjata yang digunakan ZA saat menyerang Mabes Polri sama sekali tidak mematikan dan tidak berbahaya.

"Karena pistol sejenis sof gun itu hanya bunyinya sekadar bersifat menakut-nakutkan saja," demikian narasi yang disebarkan di facebook.

Bahkan, disebarkan pula  sebuah video yang menyebutkan bahwa pelaku penyerangan di Markas Besar Kepolisian RI (Mabes Polri) merupakan anggota Polwan (Polisi Wanita).

Menanggapi dua unggahan tersebut, Kementerian Komunikasi dan Informatika menjelaskan bahwa klaim yang mengatakan bahwa senjata milik ZA yang digunakan menyerang Mabes Polri sama sekali tidak mematikan dan tidak berbahaya adalah tidak benar. 

Baca Juga: Mabes Polri Tetapkan 3 Polisi Penembak Laskar FPI di Tol Cikampek KM 50 Jadi Tersangka

"Kepala Divisi Humas Mabes Polri, Irjen Polisi Argo Yuwono sendiri telah mengamati senjata yang digunakan ZA dalam penyerangan di Mabes Polri," demikian penjelasan Kominfo merujuk keterangan Mabes Polri, Selasa (6/4/2021). Menurut Argo, senjata Airgun yang dipakai ZA lebih berbahaya dibandingkan dengan senjata Airsoft Gun. 

Mekanisme penggunaannya menggunakan tekanan angin, mirip dengan cara kerja Airsoft Gun atau Senapan Angin. Namun yang membedakan adalah tekanan angin yang digunakan. Peluru yang digunakan juga berbentuk bola kecil atau gotri terbuat dari logam.

Penulis : Iman Firdaus





BERITA LAINNYA


Close Ads x
NEWSTICKER
21:16
KEBUN BINATANG SYDNEY DITUTUP SEMENTARA KARENA POLISI SELIDIKI SEBAB KEMATIAN SEEKOR SIMPANSE   BMKG: GEMPA BERMAGNITUDO 6,0 TERJADI DI TAHUNA, KEPULAUAN SANGIHE, SULUT, TAK BERPOTENSI TSUNAMI   BPBD JATIM SEBUT GEMPA MALANG BERMAGNITUDO 6,1 TERASA DI 17 KABUPATEN/KOTA DI JAWA TIMUR   RSUD MARDI WALUYO KOTA BLITAR PASTIKAN TIDAK ADA PASIEN YANG TERTIMPA ATAP YANG AMBRUK AKIBAT GEMPA MALANG   SEORANG PENGENDARA MOTOR DI LUMAJANG MENINGGAL TERTIMPA BATU DI PERBUKITAN AKIBAT GEMPA BERMAGNITUDO 6,1   PATUNG GORILA DI JATIM PARK 2 JATUH AKIBAT GEMPA MALANG BERMAGNITUDO 6,1   BPBD ACEH TIMUR: 250 WARGA DESA PANTON RAYEUK, KECAMATAN BANDA ALAM, MENGUNGSI AKIBAT BAU SUMUR GAS PT MEDCO E&P MALAKA   PEMKOT BEKASI TUNGGU INSTRUKSI PEMERINTAH PUSAT SOAL PENYEKATAN PEMUDIK DI MASA LARANGAN MUDIK LEBARAN 2021   DIREKTORAT SMP KEMENDIKBUD: KEBERADAAN USAHA KESEHATAN SEKOLAH (UKS) DUKUNG PELAKSANAAN TATAP MUKA TERBATAS   SATGAS COVID-19 INGATKAN MUDIK LEBARAN DI MASA PANDEMI BERISIKO TINGGI   PEMERINTAH: 10 APRIL 2021, JUMLAH SPESIMEN KORONA YANG DIPERIKSA MENCAPAI 13.323.866 SPESIMEN   HINGGA 10 APRIL 2021, JUMLAH SUSPEK KORONA DI INDONESIA MENCAPAI 59.139 ORANG   SATGAS COVID-19: HARI INI, ANGKA KEMATIAN AKIBAT COVID-19 DI INDONESIA BERTAMBAH 95 KASUS, TOTAL 42.443 KASUS   SATGAS COVID-19: JUMLAH PASIEN SEMBUH HARI INI BERTAMBAH 3.629 ORANG, TOTAL 1.409.288 ORANG