Kompas TV klik360 sinau

Apa Itu Mutasi Virus Corona E484K 'Eek'?

Rabu, 7 April 2021 | 15:07 WIB

SOLO, KOMPAS.TV – Virus SARS-Cov-2 penyebab pandemi Covid-19 terus mengalami mutasi di sejumlah negara.

Di Jepang, 70 persen pasien di rumah sakit di Tokyo diketahui terinfeksi mutasi virus corona baru E484K. Selain di Jepang, satu kasus mutasi virus corona E484K terdeteksi di Jakarta pada Februari lalu.

Apa itu mutasi virus corona ‘Eek’ E484K?

Mutasi virus corona E484K merupakan mutasi protein yang terjadi pada varian B.1.1.7 (berasal dari Inggris), B1351 (berasal dari Afrika Selatan) dan P1 (berasal dari Brasil).

Mutasi E484K juga dijuluki peneliti sebagai mutasi "Eek". Kata "eek" dalam bahasa Inggris adalah bentuk informal dari exclamation yang digunakan untuk merujuk pada ekspresi ketakutan, kejutan, atau peringatan.

Lebih menular

Mutasi varian E484K dapat mengubah permukaan protein lonjakan yang digunakan virus untuk memasuki sel manusia. E484K membuat SARS-Cov-2 lebih menular dengan mengikat lebih dekat ke “reseptor” virus dalam sel manusia.

Melemahkan respons imun

Sejumlah penelitian mengungkapkan varian E484k dapat menurunkan kemampuan antibodi. Varian E484K disebut juga “Escape Mutation” karena dapat memperkuat virus melewati pertahanan kekebalan tubuh.

Dampak terhadap vaksin

Mutasi E484K yang menyiasati antibodi dikhawatirkan bisa menurunkan efektivitas vaksin. Para ilmuwan mengatakan vaksin dapat didesain ulang dan disesuaikan agar efektif digunakan mengatasi varian baru.(*)

Grafis: Agus Eko

Penulis : Gempita Surya





BERITA LAINNYA


Close Ads x
NEWSTICKER
15:09
BMKG MEMBANTAH ADANYA PERINGATAN DINI SOAL GELOMBANG TSUNAMI AKAN MENGHANTAM NTT   BMKG PREDIKSI SIKLON TROPIS SEROJA MENINGKAT DALAM 24 JAM KE DEPAN DI WILAYAH SAMUDERA HINDIA SEBELAH SELATAN NTB   DENSUS 88 POLRI BURU 3 BURON TERDUGA TERORIS DI JAKARTA   SEBANYAK 9.828 GURU DAN TENAGA PENDIDIK DI TANGERANG SELATAN BELUM DIVAKSINASI COVID-19   IDI MINTA PENERAPAN PROTOKOL KESEHATAN SELAMA PEMBELAJARAN TATAP MUKA TERBATAS DI SEKOLAH HARUS DIAWASI   BADAN PENGAWAS OBAT EROPA (EMA) TEMUKAN HUBUNGAN PEMBEKUAN DARAH DAN VAKSIN ASTRAZENECA   MENPAN DAN RB TJAHJO KUMOLO TERBITKAN SURAT EDARAN MELARANG ASN CUTI DAN MUDIK LEBARAN 2021   SEBANYAK 675 MASJID DI TANGSEL AKAN DIJAGA SATGAS COVID-19 SAAT SHALAT TARAWIH   PEMKAB BANYUMAS SIAPKAN 23.000 TES CEPAT ANTIGEN UNTUK ANTISIPASI WARGA YANG MUDIK SAAT LEBARAN   WALI KOTA PONTIANAK IZINKAN MASJID GELAR SHALAT TARAWIH BERJEMAAH DENGAN MENERAPKAN PROTOKOL KESEHATAN   WAPRES MA'RUF AMIN ANJURKAN MUI DI DAERAH TIDAK RAGU GUNAKAN VAKSIN COVID-19 BUATAN ASTRAZENECA   TIDAK AMBIL PELATIHAN PERTAMA DALAM WAKTU 30 HARI, 11.000 PENERIMA PROGRAM KARTU PRAKERJA DICABUT KEPESERTAANNYA   PENGELOLAAN TMII DIAMBIL ALIH NEGARA SETELAH 44 TAHUN DIKELOLA YAYASAN MILIK KELUARGA SOEHARTO   KJRI LOS ANGELES: ORIENT RIWU KORE TAK JUJUR SOAL KEWARGANEGARAAN AS SAAT BUAT PASPOR