Kompas TV nasional peristiwa

Mahfud MD Angkat Bicara Terkait Kisruh Kepemimpinan Partai Demokrat Pasca KLB di Deli Serdang

Senin, 8 Maret 2021 | 16:11 WIB

KOMPAS.TV - Setelah mengklaim diri sebagai pengurus sah yang baru, Pengurus Demokrat versi Kongres Luar Biasa Deli Serdang, mengurus dokumen kepengurusan ke Kemenkumham.

KLB memilih Moeldoko, Kepala Staf Kepresidenan, secara aklamasi tanpa pesaing.

Pemerintah menyatakan tak ikut campur urusan siapa yang sah memegang partai demokrat, apakah Agus Harimurti Yudhoyono atau Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko yang jadi Ketua Umum Demokrat dari hasil KLB Deli Serang.

Menko Polhukam Mahfud MD angkat bicara terkait polemik kepemimpinan Partai Demokrat setelah KLB Partai Demokrat di Deli Serdang digelar.

Mahfud menilai permasalahan KLB Demokrat merupakan masalah internal partai politik.

Menurut Mahfud, sesuai UU, pemerintah tak bisa melarang atau mendorong kegiatan yang mengatas namakan kader Partai Demokrat di Deli Serdang.

Mahfud menjelaskan hal tersebut sama dengan sikap pemerintahan dari presiden-presiden RI sebelumnya termasuk SBY.

Mahfud juga menyinggung masalah internal PKB saat pemerintahan presiden Megawati dan SBY.

Mahfud menambahkan, saat itu bu Mega tak melarang atau pun mendorong karena secara hukum hal itu masalah internal PKB.

Sama juga dengan sikap pemerintahan pak SBY ketika 2008 tidak melakukan pelarangan saat ada PKB versi Parung (Gus Dur) dan versi Ancol (Cak Imin).

"Sampai dengan saat ini pemerintah tidak menganggap, setidak-tidaknya secara hukum tidak tahu ada KLB atau tidak, secara hukum ya, meskipun telinga kita mendengar, mata melihat. Tapi secara hukum kita tidak bisa mengatakan itu KLB sebelum dilaporkan secara resmi,” ujar Mahfud MD, Minggu (7/3)

Mahfud merinci dasar penyelesaian kisruh Demokrat ini yakni melalui UU Partai Politik dan AD ART yang diserahkan terakhir pada tahun 2020.

"Pertama berdasarkan Undang-Undang Partai Politik, yang kedua berdasar AD-ART yang berlaku saat ini. Bagi pemerintah, AD-ART yang terakhir itu adalah AD ART yang diserahkan tahun 2020" ujar Mahfud Md.

Penulis : Anjani Nur Permatasari





BERITA LAINNYA


Close Ads x
NEWSTICKER
22:05
KEBUN BINATANG SYDNEY DITUTUP SEMENTARA KARENA POLISI SELIDIKI SEBAB KEMATIAN SEEKOR SIMPANSE   BMKG: GEMPA BERMAGNITUDO 6,0 TERJADI DI TAHUNA, KEPULAUAN SANGIHE, SULUT, TAK BERPOTENSI TSUNAMI   BPBD JATIM SEBUT GEMPA MALANG BERMAGNITUDO 6,1 TERASA DI 17 KABUPATEN/KOTA DI JAWA TIMUR   RSUD MARDI WALUYO KOTA BLITAR PASTIKAN TIDAK ADA PASIEN YANG TERTIMPA ATAP YANG AMBRUK AKIBAT GEMPA MALANG   SEORANG PENGENDARA MOTOR DI LUMAJANG MENINGGAL TERTIMPA BATU DI PERBUKITAN AKIBAT GEMPA BERMAGNITUDO 6,1   PATUNG GORILA DI JATIM PARK 2 JATUH AKIBAT GEMPA MALANG BERMAGNITUDO 6,1   BPBD ACEH TIMUR: 250 WARGA DESA PANTON RAYEUK, KECAMATAN BANDA ALAM, MENGUNGSI AKIBAT BAU SUMUR GAS PT MEDCO E&P MALAKA   PEMKOT BEKASI TUNGGU INSTRUKSI PEMERINTAH PUSAT SOAL PENYEKATAN PEMUDIK DI MASA LARANGAN MUDIK LEBARAN 2021   DIREKTORAT SMP KEMENDIKBUD: KEBERADAAN USAHA KESEHATAN SEKOLAH (UKS) DUKUNG PELAKSANAAN TATAP MUKA TERBATAS   SATGAS COVID-19 INGATKAN MUDIK LEBARAN DI MASA PANDEMI BERISIKO TINGGI   PEMERINTAH: 10 APRIL 2021, JUMLAH SPESIMEN KORONA YANG DIPERIKSA MENCAPAI 13.323.866 SPESIMEN   HINGGA 10 APRIL 2021, JUMLAH SUSPEK KORONA DI INDONESIA MENCAPAI 59.139 ORANG   SATGAS COVID-19: HARI INI, ANGKA KEMATIAN AKIBAT COVID-19 DI INDONESIA BERTAMBAH 95 KASUS, TOTAL 42.443 KASUS   SATGAS COVID-19: JUMLAH PASIEN SEMBUH HARI INI BERTAMBAH 3.629 ORANG, TOTAL 1.409.288 ORANG