Kompas TV feature kuliner nusantara

Tahu Lontong Lonceng, Kuliner Legendaris di Kota Malang

Sabtu, 6 Maret 2021 | 08:31 WIB

Pada siang hari, jalan R.E Martadinata Kota Malang adalah ruas lalu lintas yang cukup padat. Selain menjadi jalur utama untuk kendaraan-kendaraan golongan II A, daerah ini juga menjadi pusat perdagangan. Asap solar dan hiruk pikuk pengendara di jalan adalah pemandangan sehari-hari yang begitu familiar.

Di balik keriuhan tersebut, banyak harta karun yang tersembunyi pada sekitaran area ini. Mulai dari pasar tradisional dengan berbagai macam kamera analog bekas, aneka ragam budaya, hingga kuliner lokal yang legendaris seperti tahu Warung Tahu Lontong Lonceng.

Sejarah Tahu Lonceng berawal dari pria bernama Abdul Jalal, yang merintis usaha berjualan tahu lontong keliling pada 1935. Sambil memikul barang dagangannya, Abdul berjalan ke beberapa titik keramaian kala itu.

Ia bahkan berjualan hingga Pasar Malam Kebon Agung, yang jaraknya cukup jauh dari Kota Lama – daerah tempat tinggalnya. Meski sulit, Abdul terus berjuang demi bertahan hidup.

Dua puluh tahun berselang, saat raga tak mampu lagi, usaha tahu lontong dilanjutkan anak tunggal Abdul Djalal yang bernama Kusen. Memasuki 1950an, cara menjajakan dagangan dengan dipikul sudah ditinggalkan. Kusen menetap di emperan toko milik Ko Shiang di sekitar Tugu Lonceng, monumen yang didirikan pejabat Belanda. Lokasi tersebut kini bernama Jalan Gatot Subroto Malang. Ko Shiang sendiri adalah warga keturunan Tionghoa yang berbaik hati memberi tempat berjualan. Bahkan kebutuhan air pun dibantu oleh pedagang kelontong itu. Sebuah gambaran hidup rukun dan saling membantu antara sesama terlihat kental.

Hal ini sekaligus menjadi awal kemunculan nama Tahu Lonceng. Sebutan tersebut disematkan lantaran kedai berlokasi di sekitar Tugu Lonceng. 

Penulis : Herwanto





BERITA LAINNYA


Close Ads x
NEWSTICKER
21:41
KEBUN BINATANG SYDNEY DITUTUP SEMENTARA KARENA POLISI SELIDIKI SEBAB KEMATIAN SEEKOR SIMPANSE   BMKG: GEMPA BERMAGNITUDO 6,0 TERJADI DI TAHUNA, KEPULAUAN SANGIHE, SULUT, TAK BERPOTENSI TSUNAMI   BPBD JATIM SEBUT GEMPA MALANG BERMAGNITUDO 6,1 TERASA DI 17 KABUPATEN/KOTA DI JAWA TIMUR   RSUD MARDI WALUYO KOTA BLITAR PASTIKAN TIDAK ADA PASIEN YANG TERTIMPA ATAP YANG AMBRUK AKIBAT GEMPA MALANG   SEORANG PENGENDARA MOTOR DI LUMAJANG MENINGGAL TERTIMPA BATU DI PERBUKITAN AKIBAT GEMPA BERMAGNITUDO 6,1   PATUNG GORILA DI JATIM PARK 2 JATUH AKIBAT GEMPA MALANG BERMAGNITUDO 6,1   BPBD ACEH TIMUR: 250 WARGA DESA PANTON RAYEUK, KECAMATAN BANDA ALAM, MENGUNGSI AKIBAT BAU SUMUR GAS PT MEDCO E&P MALAKA   PEMKOT BEKASI TUNGGU INSTRUKSI PEMERINTAH PUSAT SOAL PENYEKATAN PEMUDIK DI MASA LARANGAN MUDIK LEBARAN 2021   DIREKTORAT SMP KEMENDIKBUD: KEBERADAAN USAHA KESEHATAN SEKOLAH (UKS) DUKUNG PELAKSANAAN TATAP MUKA TERBATAS   SATGAS COVID-19 INGATKAN MUDIK LEBARAN DI MASA PANDEMI BERISIKO TINGGI   PEMERINTAH: 10 APRIL 2021, JUMLAH SPESIMEN KORONA YANG DIPERIKSA MENCAPAI 13.323.866 SPESIMEN   HINGGA 10 APRIL 2021, JUMLAH SUSPEK KORONA DI INDONESIA MENCAPAI 59.139 ORANG   SATGAS COVID-19: HARI INI, ANGKA KEMATIAN AKIBAT COVID-19 DI INDONESIA BERTAMBAH 95 KASUS, TOTAL 42.443 KASUS   SATGAS COVID-19: JUMLAH PASIEN SEMBUH HARI INI BERTAMBAH 3.629 ORANG, TOTAL 1.409.288 ORANG