Kompas TV kolom budiman tanuredjo

Pak Jokowi Tolong, Kasihan Nasabah Jiwasraya - Opini Budiman

Sabtu, 6 Maret 2021 | 09:02 WIB

Kejaksaan Agung sedang naik daun. Cerita negatif soal kebakaran gedung utama dan skandal jaksa Pinangki Sirna Malasari dengan “King Makernya” mulai digantikan dengan cerita-cerita sukses pengungkapan kasus korupsi.  

Mulai dari pengungkapkan kasus asuransi Jiwasraya, Asabri, dan dugaan korupsi di BPJS Ketenagakerjaan.

Namun, di balik kejahatan asuransi itu. Ada kisah-kisah nasabah pemegang polis asuransi yang berjuang mencari keadilan.

Jumlah korbannya bisa jutaan orang. Pak Jokowi, Otoritas Jasa Keuangan sebagai lembaga pengawas, saatnya juga memperhatikan nasib pemegang polis yang tak bisa menikmati imbal hasil.

Para guru, para karyawan pensiunan, para profesional muda yang tergiur tawaran asuransi BUMN itu.

Para nasabah korban Jiwasraya pernah memasang iklan di Harian Kompas 19 Januari 2021 yang meminta agar Jiwasraya memenuhi janjinya membayar imbal hasil asuransi mereka. Para korban juga menolak program restrukturisasi sepihak yang dilakukan manajemen Jiwasraya. 

Selain Jiwasraya, ada juga cerita sedih pemegang polisi asuransi Bumiputera 1912. Asuransi tergolong tua di Indonesia itu juga mengalami kesulitan keuangan sehingga klaim asuransi Bumiputera tak kunjung dibayarkan. 

Nasabah Asuransi Bumiputera mayoritas adalah pendidik, karyawan yang menitipkan nasibnya pada Bumiputera. Namun kesulitan bayar memupuskan harapan pemegang polisi bumi putra.

DPR yang biasanya galak dalam membentuk Pansus atau Panja saatnya juga melakukan terobosan politik dengan menempatkan nasabah – yang tentunya adalah warganegara yang mereka wakili – untuk mencari solusi agar nasabah tidak jadi korban. 

Kegagalan mencari solusi bersama komprehensif, bukan hanya penegakan hukum terhadap pelaku tanpa penghiraukan nasib nasabah, hanya akan memperburuk wajah dan industri asuransi di Indonesia. Ketidakpercayaan bisa berakibat fatal. 

Pemerintah juga harus memastikan anggota TNI/Polri yang menjadi anggota Asabri tetap terjamin serta uang buruh di BPJS Ketenagakerjaan tetap aman. 

Penulis : Aryo bimo





BERITA LAINNYA


Close Ads x
NEWSTICKER
17:54
PT PLN: PEMULIHAN LISTRIK AKIBAT BENCANA DI NTT CAPAI 93,4 PERSEN   KEMENPERIN DORONG PERUSAHAAN RINTISAN BIDANG TEKNOLOGI UNTUK PERCEPATAN TRANSFORMASI DIGITAL DI SEKTOR INDUSTRI   MENKOP UKM TETEN MASDUKI SEBUT DIGITALISASI BAGIAN PENTING PENGUATAN EKONOMI PELAKU UMKM   SEBANYAK 13.815 WARGA LANSIA DI KEPULAUAN BANGKA BELITUNG TERIMA VAKSINASI COVID-19   MENKES SERAHKAN SANTUNAN KEMATIAN KE 11 AHLI WARIS TENAGA KESEHATAN YANG GUGUR DALAM PENANGANAN COVID-19 DI DKI   PEMKOT JAKARTA SELATAN GANDENG TNI DAN POLRI GENCARKAN OPERASI TERTIB MASKER   MENTERI PPN SUHARSO MONOARFA: PEMBANGUNAN INFRASTRUKTUR TAMAN NASIONAL BALURAN JADI PRIORITAS NASIONAL   PEMPROV DKI JAKARTA RESMI UJI COBA TAHAP PERTAMA JALAN LAYANG CAKUNG   KLAIM KASUS COVID-19 TERUS MENURUN, PEMKOT BOGOR HENTIKAN OPERASIONAL RS LAPANGAN   GUBERNUR DKI SEBUT KEBIJAKAN SURAT IZIN KELUAR MASUK HARUS TERINTEGRASI SECARA NASIONAL   KAPUSPEN TNI TEGASKAN PIHAKNYA AKAN MEMPROSES & TERUS KEJAR EKS PRAJURIT YANG TERGABUNG DALAM KKB DI PAPUA   JUBIR SATGAS WIKU ADISASMITO IMBAU MASYARAKAT TIDAK MUDIK SEBELUM 6 MEI 2021    MENKES BUDI GUNADI SADIKIN SEBUT PARTISIPASI WARGA LANSIA DALAM VAKSINASI COVID-19 RENDAH KARENA BANYAK YANG TAKUT   WAKIL KETUA DPR AZIS SYAMSUDDIN MINTA KEPOLISIAN SEGERA MENANGKAP JOZEPH PAUL ZHANG YANG MENGAKU NABI KE-26