Kompas TV internasional kompas dunia

100 Gembong Mafia Italia Jalani Pengadilan di Sisilia, Mobil Baja Saksi Pelapor Dihujani Peluru

Rabu, 3 Maret 2021 | 07:10 WIB
100-gembong-mafia-italia-jalani-pengadilan-di-sisilia-mobil-baja-saksi-pelapor-dihujani-peluru
Persidangan 100 anggota mafia Sisilia yang dituding melakukan penggelapan dana subsidi pertanian Uni Eropa. (Sumber: messina gazzettadelsud italia)

ROMA, KOMPAS.TV - Pengadilan dimulai di Sisilia pada Selasa untuk 97 tersangka anggota Mafia dan profesional kerah putih yang dituding bersekongkol dengan mafia, dalam kasus penggelapan dana subsidi pertanian Uni Eropa senilai belasan juta euro, seperti dilansir Associated Press, Rabu, (03/03/2021).

Dalam dakwaan persidangan, di pengadilan Messina, jaksa penuntut menuduh bahwa klan Cosa Nostra setempat, dengan bantuan notaris dan birokrat yang menangani dokumen tersebut, berhasil mendapatkan 10 juta euro (sekarang 12 juta dollar AS) dalam bantuan Uni Eropa mulai tahun 2013 untuk lahan penggembalaan yang luas di sebuah taman di timur Sisilia yang dikenal sebagai Nebrodi.

Yang membantu penyelidik untuk mengungkap dugaan penipuan ini adalah seorang pria setempat, Giuseppe Antoci. Dia melaporkan seluruh peristiwa serta menentang intimidasi kekerasan oleh mafia, dan mafia menghujani mobil antipeluru pelapor dengan peluru. Namun pelapor dan keluarga selalu lolos tanpa cedera.

Baca Juga: Bos Mafia Italia Menang Gugatan, Boleh Setel Lagu dan Tonton TV di Penjara

Giuseppe Antoci, mantan petinggi pertanian Sisilia yang melaporkan penggelapan oleh Mafia atas subsidi pertanian Uni Eropa. Akibatnya, Antoci selalu menjadi sasaran pembunuhan mafia Sisilia (Sumber: messina gazzettadelsud italia)

Kasus ini melibatkan dua klan mafia yang saling bersaing yang beroperasi di sekitar Tortorici, di dalam Taman Nasional Nebrodi yang luas di timur laut pulau itu.

Tetapi kelompok-kelompok itu memiliki pengaruh lebih jauh, termasuk hubungan dengan Cosa Nostra yang terkenal di Palermo, kata hakim.

Penipuan tersebut secara sistematis melibatkan lokasi bidang tanah di dalam wilayah yang pemiliknya belum mengajukan permohonan subsidi Uni Eropa, kemudian membuat akta kepemilikan palsu atas tanah tersebut atau memaksa pemilik untuk menulis kontrak sewa palsu untuk anggota mafia.

Penulis : Edwin Shri Bimo





BERITA LAINNYA


Close Ads x
NEWSTICKER
09:38
JUMLAH KASUS KORONA DI DUNIA: 139.501.416 POSITIF, 79.498.221 SEMBUH, 2.992.237 MENINGGAL DUNIA   KAPOLDA PAPUA IRJEN MATHIUS D FAKHIRI MEMINTA TNI-POLRI TIDAK TERPANCING AKSI PENEMBAKAN KKB   WAMENAG ZAINUT TAUHID SAADI BUKA KEMUNGKINAN ONGKOS HAJI TAHUN INI AKAN NAIK KARENA BIAYA PROKES   EKS MENPERIN SALEH HUSIN POSITIF COVID-19 DAN TENGAH MENJALANI ISOLASI DI EKA HOSPITAL BSD, TANGERANG, BANTEN   KEPALA BPOM PENNY K LUKITO: VAKSIN MERAH PUTIH YANG DIKEMBANGKAN UNAIR DITARGETKAN MULAI DIPRODUKSI AWAL 2022   WAKIL KETUA KOMISI IX DPR CHARLES HONORIS MINTA PEMERINTAH SIKAPI SERIUS LONJAKAN KASUS COVID-19 DI SEJUMLAH NEGARA   ANGGOTA KOMISI E DPRD DKI BASRI BACO SEBUT SELEKSI PPDB 2021 AKAN MENGUTAMAKAN ZONA RT/RW   PEMPRIOV JABAR GANDENG KPPU DALAM SINERGITAS DALAM BIDANG PERSAINGAN USAHA DAN PENGAWASAN KEMITRAAN   DISNAKERTRANS JAWA BARAT SIAP MENGAWASI PERUSAHAAN DALAM PEMBAGIAN THR   POLISI BERENCANA DIRIKAN LIMA CEK POIN KENDARAAN DI KOTA TANGERANG SELAMA LARANGAN MUDIK LEBARAN   POLISI MASIH BURU TIGA TERDUGA TERORIS YANG MASUK DAFTAR PENCARIAN ORANG DI JAKARTA DAN SEKITARNYA   BMKG: SIKLON TROPIS SURIGAE DALAM 24 JAM KEDEPAN AKAN MENGUAT NAMUN BERGERAK MENJAUHI INDONESIA   PANCAROBA MASIH BERLANGSUNG, BMKG IMBAU MASYARAKAT WASPADA POTENSI CUACA EKSTREM   BMKG MEMPRAKIRAKAN PADA BULAN MEI AWAL MUSIM KEMARAU TERJADI DI SEBAGIAN WILAYAH INDONESIA