Kompas TV regional peristiwa

Hujan Es Landa Bengkulu, Ini Penjelasan BMKG

Selasa, 2 Maret 2021 | 20:46 WIB
hujan-es-landa-bengkulu-ini-penjelasan-bmkg
Ilustrasi hujan es. BMKG memberi penjalasan soal penyebab terjadinya hujan es. (Sumber: Shutterstock via kompas.com)

 

BENGKULU, KOMPAS.TV - Hujan es melanda Kecamatan Taba Penanjung, Bengkulu Tengah pada Selasa (2/3/2021). Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BKMG) punya penjelasan soal hujan es itu.

Kepala BMKG Bengkulu Klaus Damanik Apoho mengungkapkan fenomena hujan es ini terjadi karena awan kumulonimbus yang tebal.

Baca Juga: Petani Gunungkidul Tetap Bisa Panen Walaupun Cuaca Ekstrem, Begini Caranya

"Ya memang telah terjadi hujan es di desa Sukarami, Kecamatan Taba Penanjung, Bengkulu Tengah, sekitar jam 15.00 WIB, yang disebabkan oleh aktivitas awan kumulonimbus mencapai -75 derajat celcius," jelas Klaus.

Dengan suhu terendah -75 derajat celcius itu, kristal es akan terbentuk di bagian atas awan kumulonimbus. 

Suhu rendah yang berlangsung lama ini dapat memicu pembentukan butir-butir es di dalam awan. Bila butiran-butiran itu cukup besar, es tak akan sempat mencair.

Penulis : Ahmad Zuhad





BERITA LAINNYA


Close Ads x
NEWSTICKER
10:11
RUSIA MELARANG DIREKTUR FBI DAN JAKSA AGUNG AS MEMASUKI NEGARANYA   SEBANYAK 8 ORANG TEWAS AKIBAT PENEMBAKAN DI GUDANG FEDEX DI INDIANAPOLIS, INDIANA   SEBANYAK 31 JEMAAH CALON HAJI DI PALOPO, SULAWESI SELATAN, JALANI VAKSINASI COVID-19 DOSIS KEDUA   WARGA SUMATERA BARAT KUMPULKAN 1,5 TON RENDANG UNTUK KORBAN BENCANA DI NTT   PRESIDEN JOKOWI: PEMERINTAH MELARANG MUDIK LEBARAN TAHUN INI DENGAN BERBAGAI MACAM PERTIMBANGAN   KEJATI BANTEN TETAPKAN TERSANGKA KORUPSI DANA HIBAH PONDOK PESANTREN RP 117 M   JADI TERSANGKA, PRIA YANG ANIAYA PERAWAT DI PALEMBANG TERANCAM 2 TAHUN PENJARA   POLISI TETAPKAN PRIA YANG ANIAYA PERAWAT DI PALEMBANG SEBAGAI TERSANGKA   PPNI: PENGANIAYAAN PERAWAT OLEH KELUARGA PASIEN MERUPAKAN ANCAMAN TERHADAP KEAMANAN SISTEM PELAYANAN   WAGUB PAPUA KLEMEN TINAL MINTA APARAT KEAMANAN KENDALIKAN SITUASI BEOGA PASCA-PENEMBAKAN TERHADAP 2 GURU   KEMENHUB KELUARKAN MAKLUMAT PELAYARAN WASPADAI CUACA EKSTREM PADA 16-22 APRIL 2021   BMKG: SIKLON TROPIS SURIGAE DALAM 24 JAM KE DEPAN AKAN MENGUAT NAMUN BERGERAK MENJAUHI INDONESIA   PANCAROBA MASIH BERLANGSUNG, BMKG IMBAU MASYARAKAT WASPADA POTENSI CUACA EKSTREM   BMKG MEMPRAKIRAKAN PADA BULAN MEI 2021 AWAL MUSIM KEMARAU TERJADI DI SEBAGIAN WILAYAH INDONESIA