Kompas TV nasional peristiwa

HNW: Pak Jokowi, Kalau Mau Buat Perpres Libatkan Pakar dan Ormas, Tidak Harus Buzzer

Selasa, 2 Maret 2021 | 20:25 WIB
hnw-pak-jokowi-kalau-mau-buat-perpres-libatkan-pakar-dan-ormas-tidak-harus-buzzer
Wakil Ketua Majelis Syura PKS Hidayat Nur Wahid di DPR, Jakarta, Jumat (20/12/2019). (Sumber: KOMPAS.com/TSARINA MAHARANI )

JAKARTA, KOMPAS.TV - Wakil Ketua Majelis Syura Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Hidayat Nur Wahid (HNW) menyambut baik langkah Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang akhirnya mencabut Perpres soal izin investasi minuman keras (miras).

Menurutnya, pencabutan Perpres tersebut menunjukan bahwa Presiden Jokowi masih mendengarkan aspirasi masyarakat.

"Tentu saya sambut dengan syukur alhamdulillah dan apresiasi terima kasih kepada Presiden Jokowi. Yang masih mendengarkan aspirasi masyarakat luas, baik dari ormas maupun tokoh-tokoh, di pusat maupun daerah," katanya dalam keterangan tertulisnya kepada Kompas.tv, Selasa (2/3/2021).

Baca Juga: Perpres Miras Dicabut, PKS: Jabatan Terakhir, Wajarnya Jokowi Mewariskan Kebijakan yang Baik

Lebih lanjut, HNW mengingatkan, masa jabatan Jokowi sebagai Presiden saat ini merupakan yang terakhir. Oleh karena itu, Jokowi sebaiknya mewariskan kebijakan yang baik.

"Begitulah seharusnya. Karena ini adalah masa jabatan beliau yang terakhir. Wajarnya beliau hanya membuat kebijakan/perpres yang wariskan legacy yang baik, dan mengkoreksi kebijakan yang dirasakan publik sebagai bermasalah," jelas HNW.

HNW mengatakan, peristiwa pencabutan Perpres ini tentu penting dijadikan sebagai cermin agar tak terulang lagi. Perpres yang ternyata ditolak oleh masyarakat bahkan menyulitkan Presiden Jokowi sendiri.

Penulis : Fadhilah





BERITA LAINNYA


Close Ads x
NEWSTICKER
06:32
KAPOLRI DAN KOMNAS HAM TEKEN NOTA KESEPAHAMAN SOAL PENEGAKAN HAM DI INDONESIA   PT MRT JAKARTA TEKEN KONTRAK PROYEK FASE 2A BUNDARAN HI-KOTA SENILAI RP 4,6 TRILIUN   KETUA SATGAS DONI MONARDO: KEPULANGAN PERANTAU KE KAMPUNG HALAMAN MENINGKATKAN KASUS COVID-19   SATGAS: KASUS KONFIRMASI POSITIF DAN KEMATIAN AKIBAT VIRUS KORONA MINGGUAN MENGALAMI KENAIKAN   GUBERNUR DKI ANIES BASWEDAN PASTIKAN KEBUTUHAN WARGA KORBAN KEBAKARAN DI TAMAN SARI TERPENUHI   POLISI BERENCANA DIRIKAN 2 POSKO PEMERIKSAAN DI KOTA TANGERANG SELAMA MASA LARANGAN MUDIK LEBARAN   PEMKOT JAKARTA PUSAT AKAN TUTUP JEMBATAN YANG JADI AKSES UNTUK TAWURAN DI JOHAR BARU   KEMENDIKBUD: KAMUS SEJARAH YANG TAK CANTUMKAN NAMA TOKOH PENDIRI NU KH HASYIM ASY'ARI SUDAH DITARIK DARI SITUS   POLISI BERKOORDINASI DENGAN DIREKTORAT IMIGRASI UNTUK CABUT PASPOR JOZEPH PAUL ZHANG   KEMENTERIAN KESEHATAN: ADA KEMUNGKINAN VAKSINASI COVID-19 LIBUR SELAMA IDUL FITRI   MENRISTEK BAMBANG BRODJONEGORO: TEKNOLOGI LISTRIK YANG GUNAKAN PEMBANGKIT ENERGI SAMPAH HARUS TERUS DIKEMBANGKAN   DEWAS KPK MINTA PIMPINAN KPK USUT DUGAAN BOCORNYA INFORMASI PENGGELEDAHAN DI DUA LOKASI DI KALSEL   PPKM DIPERPANJANG, WAGUB DKI: TAK ADA PERUBAHAN ATURAN KECUALI JAM BUKA RESTORAN   KEMENKOMINFO SEBUT JOZEPH PAUL TETAP DAPAT DIJERAT UU ITE MESKI BERADA DI LUAR NEGERI