Kompas TV internasional kompas dunia

China Mulai Terapkan Pelarangan Keras Hukuman Fisik dan Verbal di Sekolah Dasar dan Menengah

Selasa, 2 Maret 2021 | 05:05 WIB
china-mulai-terapkan-pelarangan-keras-hukuman-fisik-dan-verbal-di-sekolah-dasar-dan-menengah
Seorang guru mengadakan pertemuan kelas tentang menghargai makanan di sebuah ruang kelas di Sekolah Dasar Furong, Hefei, Provinsi Anhui, China timur, pada 15 Oktober 2020. (Sumber: Xinhua/Zhou Mu)

BEIJING, KOMPAS.TV - Pemerintah China mengeluarkan aturan baru yang mengatur dengan metode pendisiplinan siswa di sekolah. Aturan baru ini dengan keras melarang hukuman fisik dan kekerasan verbal di sekolah dasar dan menengah, resmi berlaku dan diterapkan sejak Senin (01/03/2021) setelah dirilis Desember tahun lalu.

Para pendidik dilarang menjalankan prosedur tata tertib yang berpotensi menimbulkan rasa sakit fisik langsung terhadap siswa, demikian menurut peraturan yang dirilis oleh Kementerian Pendidikan China pada Desember lalu itu, demikian dilansir Xinhua, Senin (01/03/2021).

Metode pendisiplinan lain yang juga dilarang termasuk kekerasan verbal yang bisa membahayakan kesehatan mental siswa, memaksa siswa berdiri diam atau bertahan dalam posisi yang tidak nyaman untuk waktu yang sangat lama, serta bentuk hukuman terselubung seperti isolasi yang disengaja.

Baca Juga: DIALOG - Hukuman Guru Berujung Petaka, KPAI: Hapuskan Hukuman Fisik dari Sekolah

Selain menetapkan batasan area terlarang bagi guru, peraturan baru ini juga mengklarifikasi sejumlah kondisi yang mengharuskan pendidik untuk melakukan intervensi dan memperkenalkan rezim pendisiplinan tiga tingkat.

Siswa yang melakukan pelanggaran ringan hanya boleh menerima hukuman ringan seperti diminta untuk meminta maaf secara lisan atau tertulis, atau melakukan tugas-tugas kelas, bunyi aturan tersebut.

Tindakan keras untuk pelanggaran berat dapat diterapkan kepada siswa yang telah mencapai tingkat akhir di sekolah dasar maupun sekolah menengah pertama dan menengah atas. Beberapa opsi pendisiplinan seperti pemberian skorsing, konseling sekolah dan sesi koreksi profesional.

Penulis : Edwin Shri Bimo





BERITA LAINNYA


ROSI

Ada Politisasi Vaksin Nusantara? - ROSI

Sabtu, 17 April 2021 | 09:04 WIB
Close Ads x
NEWSTICKER
09:08
JUMLAH KASUS KORONA DI DUNIA: 139.501.416 POSITIF, 79.498.221 SEMBUH, 2.992.237 MENINGGAL DUNIA   KAPOLDA PAPUA IRJEN MATHIUS D FAKHIRI MEMINTA TNI-POLRI TIDAK TERPANCING AKSI PENEMBAKAN KKB   WAMENAG ZAINUT TAUHID SAADI BUKA KEMUNGKINAN ONGKOS HAJI TAHUN INI AKAN NAIK KARENA BIAYA PROKES   EKS MENPERIN SALEH HUSIN POSITIF COVID-19 DAN TENGAH MENJALANI ISOLASI DI EKA HOSPITAL BSD, TANGERANG, BANTEN   KEPALA BPOM PENNY K LUKITO: VAKSIN MERAH PUTIH YANG DIKEMBANGKAN UNAIR DITARGETKAN MULAI DIPRODUKSI AWAL 2022   WAKIL KETUA KOMISI IX DPR CHARLES HONORIS MINTA PEMERINTAH SIKAPI SERIUS LONJAKAN KASUS COVID-19 DI SEJUMLAH NEGARA   ANGGOTA KOMISI E DPRD DKI BASRI BACO SEBUT SELEKSI PPDB 2021 AKAN MENGUTAMAKAN ZONA RT/RW   PEMPRIOV JABAR GANDENG KPPU DALAM SINERGITAS DALAM BIDANG PERSAINGAN USAHA DAN PENGAWASAN KEMITRAAN   DISNAKERTRANS JAWA BARAT SIAP MENGAWASI PERUSAHAAN DALAM PEMBAGIAN THR   POLISI BERENCANA DIRIKAN LIMA CEK POIN KENDARAAN DI KOTA TANGERANG SELAMA LARANGAN MUDIK LEBARAN   POLISI MASIH BURU TIGA TERDUGA TERORIS YANG MASUK DAFTAR PENCARIAN ORANG DI JAKARTA DAN SEKITARNYA   PEMPROV DKI JAKARTA AKAN PERTAHANKAN MEKANISME PPDB SEPERTI YANG DITERAPKAN TAHUN LALU   GUBERNUR DKI ANIES BASWEDAN: 99% KEBUTUHAN PANGAN DI JAKARTA DIPASOK DARI LUAR DAERAH   WNI POSITIF COVID-19 DI LUAR NEGERI ADALAH 4.234: 3.325 SEMBUH, 181 MENINGGAL DUNIA, DAN 728 DALAM PERAWATAN