Kompas TV regional berita daerah

ITS Ciptakan Alat Deteksi Covid-19 Lewat Bau Ketiak, Klaim Akurasi Sampai 91 Persen!

Selasa, 23 Februari 2021 | 15:15 WIB

SURABAYA, KOMPAS.TV - Kempit detektornya sebentar. Lalu dalam dua menit, hasilnya keluar, langsung lewat pesan whatsapp di telepon genggam.

Inilah kecanggihan alat hasil inovasi guru Besar Institut Teknologi Sepuluh November, ITS Surabaya.

Namanya inose c-19, yang diklaim bisa mendeteksi covid-19 lewat bau ketiak.

Mantan Menteri Pendidikan, Muhammad Nuh juga ikut mencoba alat yang sudah lolos uji klinis tahap satu ini.

Untuk menguji akurasinya, para peneliti ITS pun menghibahkan alat ini, ke sejumlah rumah sakit di Surabaya, untuk diuji coba.

Meski penemunya mengklaim, alat ini memiliki tingkat akurasi deteksi mencapai 91 persen, namun masih butuh uji profil, dan uji diagnosis dengan lebih banyak sampel, untuk memastikan akurasinya, sebelum bisa mendapatkan izin edar dari Kementerian Kesehatan.

Alat deteksi covid-19 lewat bau ketiak ini, disebut hanya membutuhkan biaya sekitar 10.000 rupiah untuk setiap sampel.

Mirip seperti Genose, buatan UGM, alat ini juga menggunakan prinsip deteksi volatile organic compound, atau senyawa organik yang mudah menguap dari bau keringat ketiak, dan mengolah datanya dengan kecerdasan buatan.

Pengembangan alat ini dipimpin Guru Besar dari departemen Teknik Informatika ITS  dan melibatkan mahasiswanya dari jenjang magister dan doktoral.

Para penelitinya juga menegaskan ini adalah alat pertama di dunia, yang mendeteksi covid-19 lewat bau keringat.

Meski demikian, seperti alat deteksi covid-19 lewat napas yang dikembangkan UGM, alat Inose c-19 ini juga tidak bisa menggantikan tes usap PCR, sebagai mekanisme diagnosis atau pemeriksaan standar covid-19.

Hingga saat ini, kedua alat ini, hanya bisa digunakan sebagai alat screening, atau deteksi awal covid-19, yang harus dikonfirmasi lagi dengan tes PCR.
 

Penulis : Dea Davina


BERITA UTAMA




BERITA LAINNYA


Close Ads x
NEWSTICKER
04:06
PRESIDEN AS JOE BIDEN AKAN HUKUM PIHAK YANG DIDUGA MELANGGAR HAM TERKAIT KASUS PEMBUNUHAN JURNALIS JAMAL KHASHOGGI   PLT JUBIR KPK ALI FIKRI TEGASKAN PIHAKNYA BEKERJA SESUAI PROSEDUR HUKUM YANG BERLAKU DALAM OTT 6 ORANG DI SULSEL   WAKIL KETUA MPR SYARIEF HASAN MINTA PEMERINTAH TINJAU ULANG SOAL IZIN INVESTASI MIRAS    BKPM BERENCANA MENGAJAK MUI UNTUK BERKOORDINASI TERKAIT PENERBITAN IZIN INVESTASI MIRAS DI DAERAH    POLISI TANGKAP 12 TERDUGA TERORIS DI SEJUMLAH WILAYAH DI JAWA TIMUR TERKAIT JARINGAN JAMAAH ISLAMIYAH   KETUM PBNU SAID AQIL SIROJ MINTA PEMERINTAH INSTRUKSIKAN KEPADA PNS HINGGA PEGAWAI BUMN MEMBAYAR ZAKAT 2,5%    PRESIDEN JOKOWI MINTA SEMUA JAJARAN NU BANTU PEMERINTAH DALAM MENYUKSESKAN PROGRAM VAKSINASI COVID-19   PRESIDEN JOKOWI MENGHADIRI HARLAH NAHDLATUL ULAMA (NU) KE-98 SECARA VIRTUAL   GUBERNUR JABAR RIDWAN KAMIL SEBUT PROGRAM PETANI MILENIAL DIMULAI PERTENGAHAN MARET 2021   GUNUNG MERAPI ERUPSI KEMBALI LUNCURKAN AWAN PANAS SEJAUH 1 KM PADA SABTU MALAM    POLDA METRO KLAIM KAMPUNG TANGGUH DI PASEBAN, SENEN, JAKPUS, MAMPU TEKAN PENYEBARAN COVID-19    KEMENKES: VAKSINASI GOTONG ROYONG HANYA DILAKUKAN OLEH PERUSAHAAN ATAU BADAN USAHA KEPADA KARYAWAN   JUBIR VAKSINASI COVID-19 TEGASKAN TAK ADA MEKANISME VAKSINASI MANDIRI BAGI INDIVIDU ATAU BELI SECARA PERORANGAN   MENKES BUDI GUNADI SADIKIN TARGETKAN 38 JUTA ORANG SUDAH DIVAKSIN COVID-19 PADA AKHIR JUNI 2021