Kompas TV kolom budiman tanuredjo

Hapus Pasal Karet, Cari Rumusan Baru UU ITE - Opini Budiman

Sabtu, 20 Februari 2021 | 09:02 WIB

Menurut The Economist Inteligence Unit (EIU), Indeks Demokrasi Indonesia terpuruk dalam 14 tahun terakhir.

Skor demokrasi Indonesia 6,3 dan berada di urutan ke 64. Indonesia berada di bawah Malaysia, Timor Leste dan Filipina.

Lima indikator yang digunakan EIU untuk mengukur indeks demokrasi Indonesia adalah pemilu dan pluralisme (7,92); kinerja pemerintah (7,50), partisipasi politik (6,11), budaya politik (4,38) dan kebebasan sipil (5,59).

Rapor merah demokrasi Indonesia terdapat pada indikator budaya politik dan kebebasan sipil. EIU menempatkan Indonesia dalam negara dengan demokrasi yang cacat. 

Perdebatan soal turunnya kualitas demokrasi, ditanggapi Presiden Jokowi 8 Februari 2021, Presiden meminta masyarakat mengkritik.

Sehari kemudian, 9 Februari 2021, kesediaan pemerintah menerima kritik diamplifikasi Sekretaris Kabinet Pramono Anung.

"Bagi pemerintah kebebasan pers, kritik, saran masukan itu seperti jamu. Menguatkan pemerintah. Kita memerlukan kritik yang terbuka, kritik yang pedas, kritik yang keras. Karena dengan kritik itulah pemerintah akan membangun lebih terarah dan lebih benar," ujar Pramono Anung.  (9/2/2021). 

Wapres Jusuf Kalla dalam acara Partai Keadilan Sejahtera (PKS) juga berbicara soal kritik. Pak JK bertanya,

"Bagaimana mengkritik pemerintah tanpa dipanggil polisi? Ini tentu menjadi bagian upaya kita semua," kata JK. Sabtu (13/2/2021).

Pasal karet dalam UU ITE menjadi penyebab kebebasan bereskpresdi direpresi. Publik menjadi takut berbicara.

Kelompok masyarakat bisa langsung mewakili pihak tertentu menjadi pelapor, padahal status legalnya tidak jelas. Penegakan hukum dalam UU ITE, tidak sama. Ada yang ditindakanjuti, ada yang tidak ditindaklanjuti.

Sebelum langkah revisi ditempuh, bijak bermedia sosial harus jadi panduan. Kritik adalah energi bagi demokrasi.

Literasi digital menjadi penting. Pedoman penanganan pelaporan kasus ITE perlu dibuat agar tafsirnya tegas dan jelas bukan menjadi karet.

Penulis : Aryo bimo





BERITA LAINNYA


Close Ads x
NEWSTICKER
03:07
MULAI 16 MEI 2021, SINGAPURA TERAPKAN "LOCKDOWN" HINGGA 13 JUNI 2021   LEBIH DARI 350.000 ORANG DI JEPANG MENANDATANGANI PETISI YANG MEMINTA OLIMPIADE TOKYO DIBATALKAN   WHO PERINGATKAN PANDEMI COVID-19 TAHUN INI BISA LEBIH PARAH DARIPADA SEBELUMNYA   MUSEUM MADAME TUSSAUDS PINDAHKAN PATUNG LILIN HARRY-MEGHAN DARI ANGGOTA KELUARGA KERAJAAN INGGRIS    PEMERINTAH: 15 MEI 2021, JUMLAH SPESIMEN KORONA YANG DIPERIKSA MENCAPAI 15.469.561 SPESIMEN   HINGGA 15 MEI 2021, JUMLAH SUSPEK KORONA DI INDONESIA MENCAPAI 84.063 ORANG    SATGAS COVID-19: ANGKA KEMATIAN AKIBAT COVID-19 DI INDONESIA BERTAMBAH 144 KASUS, TOTAL 47.967 KASUS    SATGAS COVID-19: JUMLAH PASIEN SEMBUH BERTAMBAH 4.181 ORANG, TOTAL 1.597.067 ORANG    SATGAS COVID-19: DI INDONESIA ADA PENAMBAHAN 2.385 KASUS POSITIF KORONA, TOTAL 1.736.670 KASUS   POLDA JATIM GELAR PENYEKATAN SERENTAK DAN TES CEPAT COVID-19 SECARA ACAK DI 29 TITIK POS PENYEKATAN   MENHUB PASTIKAN PEMBANGUNAN PELABUHAN PENYEBERANGAN SAMPALAN DI NUSA PENIDA, BALI, TETAP BERJALAN   TNI AL SELAMATKAN 27 ABK KAPAL SINAR MAS YANG TERBAKAR DI LAUT NATUNA UTARA    PT KCI: TES CEPAT ANTIGEN SECARA ACAK DI STASIUN MANGGARAI, BOGOR, BEKASI, & TANGERANG DILAKUKAN HINGGA 16 MEI 2021   PT KCI LAKUKAN TES CEPAT ANTIGEN SECARA ACAK KE PENUMPANG KRL DI STASIUN MANGGARAI, BOGOR, BEKASI, & TANGERANG