Kompas TV internasional kompas dunia

Google Ancam Hapus Mesin Pencariannya dari Australia, Ini yang Jadi Alasan

Jumat, 22 Januari 2021 | 16:47 WIB
google-ancam-hapus-mesin-pencariannya-dari-australia-ini-yang-jadi-alasan
Logo Google di kantor Google Indonesia, Pacific Century Place SCBD Jakarta. (Sumber: CONNEY STEPHANIE/KOMPAS.com)

CANBERRA, KOMPAS.TV - Google mengancam bakal menghapus mesin pencariannnya dari Australia. Peraturan pembagian royalti dengan penerbit berita yang menjadi alasannya.

Australia akan memperkenalkan Undang-Undang (UU) pertama di dunia, yang mengharuskan Google, Facebook dan perusahaan teknologi lainnya untuk membayar kepada outlet media, untuk konten berita mereka.

Namun, Google tak mau begitu saja menyerah dan memperingatkan UU tersebut akan bakal membuat mereka menarik sejumlah layanannya, termasuk mesin pencarian.

Baca Juga: Misil Israel Tewaskan Satu Keluarga dengan Dua Anak di Suriah

Meski begitu Perdana Menteri (PM) Australia, Scott Morrison tak mau begitu saja mengikuti ancaman Google.

Seperti dikutip dari BBC, dia menegaskan anggota parlemen di negaranya tak akan menyerah pada ancaman.

Rencana Australia ini diyakini sebagai uji coba global dari bagaimana pemerintah dalam meregulasi perusahaan teknologi besar.

Penulis : Haryo Jati




BERITA LAINNYA


Close Ads x
NEWSTICKER
16:32
KETUA DPR PUAN MAHARANI PASTIKAN DPR SEGERA TETAPKAN PROLEGNAS PRIORITAS 2021   WAKIL KETUA KOMISI III DPR AHMAD SAHRONI MINTA JAKSA AGUNG TAK TUTUP RUANG DISKUSI SOAL KASUS SEMANGGI I DAN II   MENTERI PPPA MINTA DUKUNGAN KEMENKUMHAM UNTUK PERCEPAT PENGESAHAN RUU PENGHAPUSAN KEKERASAN SEKSUAL   WALI KOTA BEKASI PASTIKAN TAK AKAN SELENGGARAKAN PAWAI MAUPUN HAJATAN DALAM MERAYAKAN HARI JADI KOTA BEKASI   MAHKAMAH AGUNG KABULKAN PERMOHONAN PK YANG DIAJUKAN GUBERNUR DKI ANIES BASWEDAN SOAL IZIN REKLAMASI PULAU I   MENKO POLHUKAM: PEMERINTAH TERBUKA JIKA ADA PIHAK YANG MEMILIKI BUKTI PENEMBAKAN 6 LASKAR FPI PELANGGARAN HAM BERAT   MENKO POLHUKAM MAHFUD MD MENGAKU PRESIDEN DAN PEMERINTAH TAK IKUT CAMPUR DALAM PENYIDIKAN TEWASNYA 6 LASKAR FPI   TEMUI PRESIDEN, TIM PENGAWAL PERISTIWA PEMBUNUHAN MINTA KASUS KEMATIAN 6 LASKAR FPI DIBAWA KE PENGADILAN HAM   KETUA KCP PEN AIRLANGGA HARTARTO: ANGGARAN KESEHATAN KCP PEN 2021 MENINGKAT HAMPIR 300 PERSEN DARI TAHUN SEBELUMNYA   DISUNTIK VAKSIN COVID-19, WALI KOTA JAKARTA BARAT UUS KUSWANTO MENGAKU TAK ALAMI EFEK SAMPING   BPOM: VAKSIN COVID-19 ASTRAZENECA BISA DIBERIKAN KEPADA KELOMPOK LANSIA   BPOM: KEMANJURAN VAKSIN COVID-19 ASTRAZENECA SEBESAR 62,1 PERSEN   BPOM TERBITKAN IZIN PENGGUNAAN DARURAT VAKSIN COVID-19 ASTRAZENECA   KORUPSI PENGADAAN CITRA SATELIT RESOLUSI TINGGI, KPK PANGGIL DIRUT PT BHUMI PRASAJA, RASJID ANSHARRY