JAKARTA, KOMPAS.TV- Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno tidak keberatan bila dipanggil dengan sebutan "Mas" atau "Abang". Soalnya, sebagian anggota Komisi X, saat rapat kerja di Komplek Parlemen, Kamis (14/1/2021) mempertanyakan sapaan yang akrab.
"Ibu saya memanggil saya mas, tapi isteri saya memanggil abang," kata Sandi dalam rapat untuk perkenalan sekaligus memaparkan program strategis Kemenparekraf 2021.
Namun, kata politisi Partai Gerindra ini, sebagian besar orang di kementeriannya rata-rata memanggil dengan "Mas Sandi".
Sandiaga tidak mempermasalahkan panggilan tersebut. "Kalau memanggil mas berarti ikut ibu saya, dan kalau memanggil abang berarti ikut isteri saya," tambahnya.
Baca Juga: Program Menteri Sandiaga Uno di Tahun 2021: Gercep, Geber dan Gaspol
Ibu Sandiaga Uno adalah Mien R Uno. Perempuan kelahiran Indramayu, Jawa Barat, ini pernah masuk dalam jajaran 99 Wanita Paling Berpengaruh di Indonesia versi Globe Asia edisi Oktober 2007.
Sementara isteri Sandiaga, Nur Asia, berdarah Betawi. Dalam sebuah wawancara dengan Rosiana Silalahi, di program Rosi, yang tayang di Youtube Kompas TV 26 Desember 2016, disebutkan bahwa kisah cinta Nur Asia Uno dan Sandiaga Uno ini ibarat kisah cinta antara anak tuan tanah dan si kutu buku.
Baca Juga: Menparekraf Sandiaga Uno Bertemu Menkes Bahas Protokol Kesehatan Sektor Pariwisata
Si kutu buku yang dimaksud adalah Sandiaga Uno, sementara anak tuan tanah ada Nur Asia Uno.
Saat ditanya Rosiana Silalahi, apa alasan Nur Asia Uno mau menerima Sandiaga Uno sebagai pacar lanjut menjadi suami, Mpok Nur mengatakan bahwa Sandi merupakan sosok yang bisa jadi guru.
Bagikan perspektif Anda, sumbangkan wawasan dari keahlian Anda, dan berkontribusilah dalam memperkaya pemahaman pembaca kami.
Sumber : Kompas TV
Gabung ke Channel WhatsApp KompasTV untuk update berita terbaru dan terpercaya.