Kompas TV regional berita daerah

Uang Lama Diminati Masyarakat Yogyakarta, Ini Buktinya

Rabu, 13 Januari 2021 | 23:15 WIB
uang-lama-diminati-masyarakat-yogyakarta-ini-buktinya
Uang lama atau Uang pecahan Rp 100 Tahun Emisi 1977 (Sumber: Bank Indonesia)

YOGYAKARTA, KOMPAS.TV- Uang lama atau enam pecahan uang kertas ditarik Bank Indonesia (BI) dari peredaran. Batas waktu penukaran uang lama sudah selesai pada 28 Desember 2020.

Uniknya, Kantor Perwakilan BI DIY tidak menerima penukaran uang lama sama sekali sampai batas waktu yang sudah ditentukan. Uang kertas yang dimaksud berupa uang kertas tahun emisi (TE) 1968, 1975, dan 1977.

“Masyarakat di Yogyakarta sepertinya lebih memilih untuk mengoleksi uang lama ketimbang menukarkannya, “ ujar Hilman Tisnawan, Kepala Perwakilan BI DIY, Rabu (13/1/2021).

Baca Juga: Ini 6 Uang Rupiah yang Tak Berlaku Lagi 2021, Besok Hari Terakhir Penukaran

Berdasarkan Surat Keputusan Direksi Bank Indonesia No.20/54/KEP/DIR tanggal 4 Maret 1988 enam pecahan uang kertas (uang lama) yang telah dicabut dan ditarik dari peredaran meliputi, Rp 100 Tahun Emisi 1968 (Gambar muka: Jenderal Besar TNI (Anumerta) Raden Soedirman), Rp 500 Tahun Emisi 1968 (Gambar muka: Jenderal Besar TNI (Anumerta) Raden Soedirman), Rp 1.000 Tahun Emisi 1975 (Gambar muka: Pangeran Diponegoro), Rp 5.000 Tahun Emisi 1975 (Gambar muka: Nelayan) Rp 100 Tahun Emisi 1977 (Gambar muka: Badak bercula satu), dan Rp 500 Tahun Emisi 1977 (Gambar muka: Rachmi Hatta dengan Anggrek Vanda).

Hilman mengatakan BI secara rutin mencabut dan menarik uang rupiah atau uang lama. Pertimbangannya, masa masa edar uang dan adanya uang emisi baru dengan perkembangan teknologi unsur pengaman (security features) pada uang kertas.

Baca Juga: Bank Indonesia Umumkan Sejumlah Uang Rupiah yang Kedaluwarsa di Tahun 2020

Penulis : Switzy Sabandar


KOMENTAR

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!


BERITA LAINNYA


Close Ads x
NEWSTICKER
01:11
KETUA DPD LA NYALLA MATTALITTI DORONG PENGOLAHAN UDANG JADI KOMODITI PRIORITAS   BNN KOTA TANGERANG SELATAN SOROTI TINGGINYA PEREDARAN SABU DAN GANJA DI CIPUTAT   KEMENTERIAN KESEHATAN: SERTIFIKAT VAKSIN JADI SYARAT JALAN BELUM BERSIFAT FINAL   KAPUSKES TNI MAYJEN TUGAS RATMONO AJAK WARGA ANTUSIAS VAKSINASI COVID-19   WALI KOTA KEDIRI ABDULLAH ABU BAKAR AJAK PENYINTAS COVID-19 DONOR PLASMA   DINKES DKI: PENGUATAN SINERGI ANTARPIHAK SANGAT DIPERLUKAN UNTUK HADAPI KLASTER KELUARGA   PRESIDEN JOKOWI: KITA HARUS OPTIMISTIS AWAL 2021 JADI TITIK BALIK PANDEMI COVID-19 DI INDONESIA   KETUA DPD LA NYALLA MATTALITTI DORONG PEMERINTAH CEPAT ATASI BANJIR DI KALIMANTAN SELATAN   PRESIDEN JOKOWI: BULAN INI CURAH HUJAN EKSTREM, WASPADAI BANJIR DAN TANAH LONGSOR   PRESIDEN JOKOWI: SAYA TELAH PERINTAHKAN VAKSINASI COVID-19 TUNTAS SEBELUM AKHIR 2021   TIM SAR MASIH CARI MEMORI CVR SRIWIJAYA AIR SJ-182   TIM DVI TELAH TERIMA SAMPEL DNA 62 KELUARGA KORBAN SRIWIJAYA AIR SJ-182   KEMENSOS SALURKAN BANTUAN RP 1,7 MILIAR UNTUK KORBAN GEMPA DI SULAWESI BARAT   POLRI KIRIM PESAWAT HINGGA PERSONEL UNTUK BANTU PENANGANAN GEMPA DI SULAWESI BARAT