Kompas TV kolom budiman tanuredjo

Jaga Bansos dari Tikus di Kemensos - Opini Budiman

Sabtu, 12 Desember 2020 | 09:01 WIB

Sejak era reformasi, 3 menteri sosial dari 3 partai politik berbeda tergelincir kasus korupsi. Peristiwa itu memunculkan pertanyaan, ada apa sebenarnya di Kementerian yang pernah dibubarkan Presiden Abdurrahman Wahid.

Kecelakaan yang dibuat Mensos Juliari Batubara mengingatkan publik akan wawancara Presiden Abdurrahman Wahid dengan Andi Noya. Potongan video itu  beredar luas dan Gus Dur menjelaskan mengapa Departemen Sosial dibubarkan, bukan hanya Depsos tapi juga Departemen Penerangan.

Menjawab pertanyaan Andi Noya, Gus Dur mengatakan ia membubarkan Departemen Sosial, karena departemen yang tugasnya membantu orang miskin ternyata banyak tikus, dan tikus-tikus itu telah menguasai lumbung besar yang bernama Departemen Sosial.

Juliari Batubara politisi PDIP Perjuangan ditahan KPK atas tuduhan menerima suap paket sembako yang disiapkan untuk orang terdampak pandemi Covid-19. Modus korupsinya terlalu sederhana dan sangat mudah untuk diketahui masyarakat ataupun aparat penegak hukum.

Mensos mengutip dana Rp 10.000,- untuk 1 paket sembako. Dari kutipan itu, Mensos dituduh menerima dana Rp 17 miliar rupiah. Sejumlah pejabat Kemensos juga ikut ditangkap. Uang dalam koper menjadi barang bukti.

Kemensos bukan hanya lahan basah karena menguasi anggaran besar, sekitar 120 triliun di masa pandemi, tapi juga licin karena telah menjerumuskan  menteri.

Bagi Presiden Jokowi, tak perlu menunda waktu untuk mengganti menteri yang korup dan memilih menteri yang berkarakter kuat untuk membangun negeri, yang karyanya sudah nyata dan bisa memastikan terwujudnya visi dan misi presiden.

Membiarkan Kementerian kosong memberikan kesan tidak baik kepada publik dan mengesankan presiden tersandera.

Masih banyak orang baik dan mau bekerja untuk negeri. Lihatlah karya nyata mereka yang telah mengubah wajah pelayanan publik, meski mereka bukan dari partai politik.

Penulis : Aryo bimo


BERITA UTAMA




BERITA LAINNYA


Berita Daerah

Kontak Tembak Poso Tiga Tewas

Selasa, 2 Maret 2021 | 21:19 WIB
Close Ads x
NEWSTICKER
21:42
PT PUPUK INDONESIA DAN KPK PERKUAT KERJA SAMA DALAM MEMBERANTAS TINDAK PIDANA KORUPSI   PEMKOT SURAKARTA SEBUT PPKM BERDAMPAK SIGNIFIKAN PADA PENURUNAN JUMLAH KASUS COVID-19   POLDA METRO JAYA: KAMPUNG TANGGUH BINTARA, BEKASI, TEKAN KASUS COVID-19 HINGGA NOL PERSEN   MENPAREKRAF SANDIAGA UNO DUKUNG PENGEMBANGAN WISATA BERBASIS OTOMOTIF DI TANAH AIR    KEMENAKER DORONG DUNIA USAHA SEGERA BUAT STRUKTUR DAN SKALA UPAH SESUAI DENGAN PERATURAN PENGUPAHAN TERBARU   GUBERNUR JATIM KHOFIFAH INDAR PARAWANSA MINTA KEPALA DAERAH PERCEPAT PENCAIRAN BLT DESA   PULUHAN GURU DI TANGERANG SELATAN BATAL DIVAKSIN COVID-19, DISDIK: RATA-RATA HIPERTENSI   PEMKOT TANGSEL TARGETKAN PENYUNTIKAN DOSIS PERTAMA PADA VAKSINASI COVID-19 TAHAP KEDUA RAMPUNG DALAM 10 HARI   PEMKOT BOGOR PUTUSKAN TIADAKAN SISTEM GANJIL-GENAP AKHIR PEKAN UNTUK KENDARAAN BERMOTOR SELAMA 2 PEKAN   JUBIR SATGAS WIKU ADISASMITO: VAKSIN BUKAN SOLUSI MUTLAK UNTUK MENGAKHIRI PANDEMI, TETAP DISIPLIN PROKES   JUBIR SATGAS WIKU ADISASMITO: ANGKA KEMATIAN AKIBAT COVID-19 MENINGKAT DI BULAN-BULAN LIBUR PANJANG   SATGAS SEBUT BERLIBUR SAAT PANDEMI TAK BIJAK, BERDAMPAK PADA KEMATIAN PASIEN COVID-19   MENLU RETNO MARSUDI: PENGGUNAAN KEKERASAN HARUS DIHENTIKAN, KESELAMATAN RAKYAT MYANMAR PRIORITAS   MENLU RETNO MARSUDI: SENTRALITAS DAN MEKANISME ASEAN BUKAN HANYA SLOGAN