Kompas TV nasional hukum

KPK Tetapkan Wali Kota Cimahi Sebagai Tersangka Penerima Suap

Sabtu, 28 November 2020 | 15:13 WIB
kpk-tetapkan-wali-kota-cimahi-sebagai-tersangka-penerima-suap
Wali Kota Cimahi, Ajay Muhammad Priatna. (Sumber: Tribunnews)

JAKARTA, KOMPAS.TV - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan Wali Kota Cimahi Ajay Muhammad Priatna sebagai tersangka penerima suap pengembangan Rumah Sakit Kasih Bunda di Kota Cimahi.

"KPK telah menetapkan, berdasarkan bukti yang telah cukup, sebagai penerima suap saudara AJM dan sebagai pemberi adalah saudara HY," kata Ketua KPK Firli Bahuri dalam konferensi pers di kantor KPK, Jakarta, Sabtu (28/11/2020).

Penetapan tersebut dilakukan setelah serangkaian pemeriksaan dan sebelum batas waktu 24 jam sebagaimana diatur dalam KUHAP, dan dilanjutkan dengan gelar perkara.

Baca Juga: 7 Orang Ditangkap dan Ratusan Juta Disita Saat OTT Wali Kota Cimahi

KPK menyimpulkan adanya dugaan tindak pidana korupsi berupa penerimaan hadiah atau janji oleh penyelenggara negara terkait perizinan di Kota Cimahi Tahun Anggaran 2018-2020.

Sebagai tersangka penerima suap, Wali Kota Cimahi Ajay Muhammad Priatna (AJM) telah melanggar pasal 12 huruf a atau pasal 12 huruf b atau pasal 11 atau pasal 12 huruf B Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2021.

Sementara sebagai pemberi suap, pemilik Rumah Sakit Umum Kasih Bunda Hutama Yonathan (HY), telah melanggar disangkakan pasal 5 ayat 1 huruf a atau pasal 5 ayat 1 huruf b atau pasal 13 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2021.

Penulis : Hariyanto Kurniawan


KOMENTAR

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!


BERITA LAINNYA


Close Ads x
NEWSTICKER
20:11
KASUS COVID-19 TERUS MENINGKAT, TAMAN NASIONAL KELIMUTU TUTUP SELAMA 14 HARI   MENTAN SYAHRUL YASIN LIMPO SEBUT NILAI MANFAAT PUPUK BERSUBSIDI CAPAI 250 PERSEN   WAPRES MA'RUF AMIN: PENGELOLAAN WAKAF UANG PERLU KERJA SAMA DENGAN MANAJER INVESTASI   WAPRES MA'RUF AMIN MINTA ULAMA SOSIALISASIKAN WAKAF UANG LEWAT DAKWAH   PRESIDEN MINTA SELURUH DAERAH DI TANAH AIR PEDULI TERHADAP MASALAH "STUNTING"   MENKO PMK MUHADJIR EFFENDY: ANGKA "STUNTING" DIPERKIRAKAN NAIK KARENA PANDEMI COVID-19   GUBERNUR SULAWESI BARAT MINTA ASN YANG MENGUNGSI KE LUAR KOTA AKIBAT GEMPA SEGERA KEMBALI   KETUA DPD LANYALLA MATTALITTI APRESIASI KERJA CEPAT TNI AL KIRIM ALAT PELINDUNG DIRI DARI SURABAYA KE MAMUJU   DINAS PENDIDIKAN PAPUA SEBUT LIMA KABUPATEN SUDAH LAKSANAKAN BELAJAR TATAP MUKA   JUBIR SATGAS: MASYARAKAT YANG JADI PENERIMA VAKSIN COVID-19 AKAN DIVAKSINASI DUA KALI   JUBIR SATGAS SEBUT VAKSIN COVID-19 TAK AKAN BERIKAN PERLINDUNGAN MAKSIMAL JIKA HANYA DISUNTIKKAN SEKALI   BLOK MAKAM JENAZAH PASIEN COVID-19 MULAI PENUH, PEMPROV DKI TERUS SIAPKAN LAHAN BARU   RS LAPANGAN IJEN BOULEVARD MALANG RAWAT 614 PASIEN COVID-19, 402 DI ANTARANYA SEMBUH   PERPANJANG PPKM, BUPATI KARANGANYAR JULIYATMONO BERI KELONGGARAN JAM OPERASIONAL PELAKU USAHA