Kompas TV nasional berita kompas tv

Cerita Napoleon Sebut Wakil Ketua DPR Azis Syamsuddin - Opini Budiman

Sabtu, 28 November 2020 | 09:01 WIB

Buka-Bukaan Jenderal Napoleon

Inspektur Jenderal (Pol) Napoleon Bonaparte, mantan Kepala Divisi Hubungan Internasional Mabes Polri, mulai memenuhi janjinya untuk buka-bukaan, terkait kasus Djoko Tjandra.

Saat menjadi saksi dengan terdakwa Tommy Sumardi, Napoleon membawa nama Kabareskrim Listyo Sigit dan Wakil Ketua DPR Azis Syamsuddin.

Dalam kesaksian, Napoleon mengatakan sempat berkomunikasi menggunakan telepon Tommy Sumardi dengan Wakil Ketua DPR Azis Syamsuddin.

"Assalamualaikum, selamat siang pak Azis. eh bang apa kabar? baik. pak Azis saya sampaikan, ini di hadapan saya ada datang pak Haji Tommy Sumardi, dengan maksud tujuan ingin mengecek status red notice. mohon petunjuk dan arahan pak? silakan saja, pak Napoleon. baik. kemudian telepon ditutup, saya serahkan kembali. menggunakan nomor ponsel dari milik terdakwa (Tommy Sumardi)," ujarnya.

Kesaksian Napoleon tersebut tentunya merupakan informasi yang perlu ditelusuri kebenarannya. Kesaksian Napoleon harus dikonfirmasikan dengan Azis Syamsuddin dalam forum yang sama, yakni forum pengadilan.

Kasus Djoko Tjandra adalah kasus mafia peradilan, jaringannya luas, bukan hanya di kalangan penegak hukum melainkan juga di kalangan politisi.

Kesaksian Napoleon bisa jadi pintu masuk untuk membongkar praktik mafia peradilan. Untuk membersihkan para pemain perkara. Saatnya KPK ikut menyelidiki kesaksian Napoleon. 

Sementara dalam wawancaranya di program Aiman di KompasTV, Napoleon mengungkapkan kekecewaannya. Dia merasa dizalimi, dia ditempatkan di sel bersama dengan terdakwa kasus narkoba, bersama koruptor, termasuk bersebelahan dengan sel terpidana Maria Pauline Lumowa, yang ditangkapnya di Serbia, Juli 2020.

Teruslah bernyanyi Jenderal Napoleon. Jadilah peniup peluit sebagai bentuk kontribusinya untuk negeri.

Penulis : Aryo bimo


BERITA UTAMA

KOMENTAR

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!


BERITA LAINNYA


Close Ads x
NEWSTICKER
17:50
KEPALA DINAS BINA MARGA DKI HARI NUGROHO SEBUT “FLYOVER” LENTENG AGUNG DAN TANJUNG BARAT DIUJI COBA PEKAN INI   BAKAMLA TANGKAP DUA KAPAL SUPERTANKER ASING ASAL PANAMA DAN IRAN DI PERAIRAN NATUNA, KEPULAUAN RIAU   AKIBAT CUACA EKSTREM, PT ASDP INDONESIA CABANG KUPANG TUTUP SEMENTARA TIGA RUTE PELAYARAN DI NTT   DUKCAPIL KEMENDAGRI MENGGANTI 16.187 DOKUMEN KARTU KELUARGA KORBAN TERDAMPAK BANJIR DI KALIMANTAN SELATAN   BNPB: SETELAH 13 HARI DIGUNCANG GEMPA BERMAGNITUDO 6,3, MASIH ADA TUJUH DESA DI SULAWESI BARAT YANG TERISOLASI   BAWASLU TANGSEL SESALKAN LANGKAH KPU BUKA SEJUMLAH KOTAK SUARA PILKADA 2020 TANPA PERINTAH MAHKAMAH KONSTITUSI    IHSAN YUNUS DIPERIKSA SEBAGAI SAKSI KASUS DUGAAN SUAP BANSOS COVID-19 YANG MENJERAT EKS MENSOS JULIARI BATUBARA   SEBANYAK 12 WARGA BINAAN DI RUTAN KELAS IIB KUPANG, NTT, TERKONFIRMASI POSITIF COVID-19 SEUSAI MENJALANI TES USAP   WAGUB DKI AHMAD RIZA PATRIA: PENYEBAB KASUS COVID-19 DI JAKARTA TINGGI KARENA MASYARAKAT JENUH    TIM PAKAR SATGAS COVID-19 DEWI NUR AISYAH: ANGKA KESEMBUHAN PASIEN COVID-19 MENURUN SELAMA PENERAPAN PPKM   KASUS COVID-19 MASIH TINGGI, GUBERNUR DIY SRI SULTAN HAMENGKU BUWONO X BELUM IZINKAN SEKOLAH TATAP MUKA    WAGUB DKI AHMAD RIZA PATRIA MENYATAKAN TPU ROROTAN UNTUK JENAZAH PASIEN COVID-19 BERKAPASITAS 1.500 PETAK    WAGUB DKI AHMAD RIZA PATRIA: TPU ROROTAN SIAP DIGUNAKAN UNTUK MAKAM JENAZAH PASIEN COVID-19 PEKAN DEPAN   PEMKAB KULON PROGO JADWALKAN VAKSINASI TERHADAP 2.740 TENAGA KESEHATAN & 10 TOKOH MASYARAKAT PADA 29 JANUARI 2021