Kompas TV nasional berita kompas tv

Jusuf Kalla: Banyaknya Massa Rizieq Ini karena Para Pemimpin dan DPR Tak Serap Aspirasi Rakyat

Senin, 23 November 2020 | 01:06 WIB

KOMPAS.TV - Dukungan terhadap kehadiran Habib Rizieq Shihab di sejumlah wilayah dan juga adanya penyambutan yang dipenuhi pendukungnya saat tiba di Indonesia beberapa waktu lalu dikomentari oleh Wakil Presiden ke-10 dan 12, Jusuf Kalla (JK) dalam sebuah acara diskusi virtual. 
    
Pengamat politik tak sepenuhnya sependapat dengan pernyataan itu dan menilai pernyataan Jusuf Kalla bernuansa politis.

JK mengatakan persoalan Habib Rizieq ini terjadi karena  adanya  kekosongan kepemimpinan yang mampu menyerap aspirasi  masyarakat. Menurutnya apsirasi pendukung Rizieq ini tak tertampung oleh partai politik atau wakil rakyat yang ada DPR.

"Adanya kekosongan itu, begitu ada pemimpin yang karismatik atau ada yang berani memberikan alternatif maka orang mendukungnya. Masalah Rizieq itu jadi indikator bahwa ada proses yang perlu diperbaiki dalam sistem demokrasi kita," katanya dalam Webinar Kebangsaan, dikutip dari YouTube PKSTV, Jumat (20/11/2020).

Hal tersebut, katanya, lama kelamaan bisa mengembalikan demokrasi Indonesia menjadi demokrasi jalanan karena masyarakat kecewa.

JK pun mengkritisi para pemimpin yang dipilih oleh rakyat tetapi enggan mendengarkan aspirasi rakyat.

"Jangan sampai kita kembali lagi ke demokrasi jalanan, ini bisa kembali apabila wakil-wakil yang dipilihnya tidak memperhatikan aspirasi seperti itu," ujarnya. 

Lebih lanjut, dia menilai ada kekosongan sistem atau cara berdemokrasi yang harus diperbaiki khususnya yang terkait dengan ideologi keislaman yang diisi oleh ketokohan Rizieq Shihab.

Menurut JK, persoalan Habib Rizieq merupakan suatu indikator bahwa proses sistem demokrasi yang berjalan di Indonesia harus diperbaiki.

"Kenapa ratusan ribu orang itu, kenapa dia tidak percaya DPR untuk berbicara? Kenapa tidak dipercayai partai-partai, khususnya partai Islam untuk mewakili masyarakat itu, kenapa masyarakat memilih Habib Rizieq untuk menyuarakan, yang punya aspirasi," papar JK.

Penulis : Anjani Nur Permatasari



BERITA LAINNYA


Close Ads x
NEWSTICKER
10:32
SATGAS COVID-19: PEMERINTAH TENGAH MELAKUKAN FINALISASI UNTUK MENENTUKAN DAERAH YANG PRIORITAS TERIMA VAKSIN    HARI INI, KEMENKO PMK GELAR RAPAT SOAL PENGURANGAN LIBUR AKHIR PEKAN   TERKONFIRMASI POSITIF COVID-19, CALON WALI KOTA DEPOK M IDRIS DIRAWAT DI RSUD DEPOK   WALI KOTA BOGOR BIMA ARYA SUGIARTO BERKOORDINASI DENGAN RS UMMI MINTA RIZIEQ SHIHAB JALANI TES SWAB COVID-19   PEMIMPIN ORMAS FPI RIZIEQ SHIHAB DAN ISTRI SYARIFAH FADHLUN YAHYA JALANI PERAWATAN DI RS UMMI SEJAK 25 NOVEMBER 2020   JADI TERSANGKA KASUS KORUPSI EKSPOR BENIH LOBSTER, EDHY PRABOWO: SAYA IKUTI PROSESNYA   MIFTACHUL AKHYAR RESMI MENJADI KETUM MUI MENGGANTIKAN MA'RUF AMIN YANG JABAT KETUA DEWAN PERTIMBANGAN MUI   DJOKO TJANDRA MENGATAKAN TIBA DI INDONESIA 5 JUNI 2020 DAN DIJEMPUT ANITA KOLOPAKING & BRIGJEN PRASETIJO UTOMO   DJOKO TJANDRA TIDAK TAHU TOMMY SUMARDI SERAHKAN UANG DARINYA KE IRJEN NAPOLEON BONAPARTE & BRIGJEN PRASETIJO UTOMO   DJOKO TJANDRA BERI UANG KEPADA TOMMY SUMARDI 500.000 DOLLAR AS & 200.000 DOLLAR SINGAPURA UNTUK URUS "RED NOTICE"    BERSAKSI DI PERSIDANGAN, DJOKO TJANDRA MENGAKU MENYERAHKAN PROSES PENCABUTAN "RED NOTICE" DPO KE TOMMY SUMARDI   BMKG MEMPERKIRAKAN JABODETABEK DIGUYUR HUJAN HARI INI    SATGAS COVID-19: MENGHALANGI PETUGAS KESEHATAN MEMERIKSA AKAN DIJATUHI SANKSI   KADIV HUMAS POLRI MENGATAKAN BALIHO RIZIEQ SHIHAB MELANGGAR PERDA DAN TIDAK SESUAI PERUNTUKANNYA