Kompas TV regional viral

Viral Youtuber Diminta Bayar Rp 3 Juta karena Ngevlog di Lawang Sewu, Ini Kata Pengelola

Minggu, 15 November 2020 | 15:50 WIB
viral-youtuber-diminta-bayar-rp-3-juta-karena-ngevlog-di-lawang-sewu-ini-kata-pengelola
Lawang Sewu, Semarang, Rabu (28/3/2018). (Sumber: KOMPAS.COM / MUHAMMAD IRZAL ADIAKURNIA)

JAKARTA, KOMPAS.TV - Viral sebuah video seorang Youtuber disuruh bayar Rp 3 juta untuk pembuatan video dalam obyek wisata Lawang Sewu, Semarang, Jawa Tengah.

Dalam video disebutkan bahwa YouTuber dengan nama akun "Kirandika Channel" sedang berkeliling tempat wisata Lawang Sewu.

Namun tak lama kemudian, pemilik akun didatangi satpam dan terdengar bahwa pemilik akun diminta untuk membayar Rp 3 juta per jam karena merekam video di lingkungan Lawang Sewu.

Mengetahui hal itu, vlogger tersebut mengaku terkejut dan tidak tahu-menahu mengenai aturan biaya yang disebutkan satpam. Kemudian, pihak perekam pun meminta maaf kepada satpam dan mengaku hanya berjalan-jalan dan berfoto saja.

Humas PT KA Wisata, pengelola Lawang sewu, M Ilud Siregar memberikan konfirmasinya atas viralnya video tersebut. Menurutnya, semua prosedur dan tarif atas berbagai kegiatan yang diberlakukan di Lawang Sewu adalah legal dan sesuai dengan peraturan yang ditetapkan oleh perusahaan.

Pihaknya akan segera menghubungi pemilik channel tersebut dan menyampaikan klarifikasi.

“KAI Wisata menyampaikan permohonan maaf kepada pemilik akun Youtube Kirandika Channel dan akan menghubungi pemilik akun tersebut untuk menyampaikan permohonan maaf dan memberikan penjelasan," ujar Ilud saat dihubungi Kompas.com, Sabtu (14/11/2020).

Penulis : Dian Septina


KOMENTAR

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!


BERITA LAINNYA


Close Ads x
NEWSTICKER
11:01
17 ANGGOTA TIM POSITIF COVID-19, BENFICA MINTA DEPARTEMEN KESEHATAN TUNDA JADWAL PERTANDINGAN SELAMA DUA PEKAN   ANGGOTA BALEG DPR SODIK MUDJAHID: KPU, BAWASLU, DAN DKPP PERLU PENGUATAN UNTUK DUKUNG PENEGAKAN DEMOKRASI   GABUNGAN PENGUSAHA MAKANAN DAN MINUMAN: PENJUALAN PRODUK MAKANAN & MINUMAN KEMASAN ANJLOK 40 PERSEN DI MASA PSBB   KETUA PMI JUSUF KALLA: PENYEDIAAN AIR BERSIH SALAH SATU PRIORITAS PMI PADA SETIAP KEJADIAN BENCANA   PMI SALURKAN 25.000 LITER AIR BERSIH KE SULAWESI BARAT DAN KALIMANTAN SELATAN SETIAP HARI   LAPAN SEBUT FENOMENA PUSARAN ANGIN YANG TERJADI DI WADUK GAJAH MUNGKUR BUKAN PUTING BELIUNG, MELAINKAN TORNADO   KURANGI KEPADATAN JALAN, PEMKOT TANGERANG AKAN BERLAKUKAN SISTEM "LOOPING" DI SIMPANG TIGA GONDRONG   DINKES SULAWESI SELATAN SIAP BANTU TENAGA LAB DI SULBAR UNTUK IDENTIFIKASI PASIEN COVID-19   PASIEN TERUS BERTAMBAH, RSUD CARUBAN JADIKAN BANGSAL ORANG SAKIT JIWA RUANG ISOLASI PASIEN COVID-19   WAGUB DKI AHMAD RIZA PATRIA BENARKAN SANKSI DENDA PROGRESIF BAGI PELANGGAR PROTOKOL KESEHATAN DI JAKARTA DIHAPUS   TPU SRENGSENG SAWAH, JAKSEL, HAMPIR PENUH, TERSISA SEKITAR 60 LIANG UNTUK MAKAM JENAZAH PASIEN COVID-19   KETUA PMI JATENG: SEBANYAK 871 PENYINTAS COVID-19 DI JAWA TENGAH DONORKAN PLASMA KONVALESEN   SATGAS COVID-19 SEBUT KETERISIAN TEMPAT TIDUR DI RUMAH SAKIT DI PULAU JAWA MENCAPAI LEBIH DARI 70 PERSEN   BANJIR BANDANG PUNCAK, BOGOR, MENKO PMK MINTA PT PTPN RELOKASI PERMUKIMAN KARYAWAN DI WILAYAH RAWAN BENCANA