Kompas TV nasional sapa indonesia

Tolak Keputusan Upah Minimum 2021 Tak Naik, Ini Penjelasan Serikat Pekerja

Sabtu, 31 Oktober 2020 | 00:41 WIB

KOMPAS.TV - Pemerintah memutuskan tidak menaikkan Upah Minimum tahun 2021, baik upah minimum provinsi maupun upah minimum kabupaten kota.

Keputusan itu tertuang dalam Surat Edaran Kementerian Ketenagakerjaan tentang penetapan Upah Minimum tahun 2021, pada masa pandemi covid-19.

Menteri Ketenagakerjaan, Ida Fauziyah menyebut, meski pemerintah pusat telah menetapkan upah minimum tersebut, semua keputusan  ada di tangan masing-masing Gubernur.

Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) tak setuju dengan keputusan pemerintah untuk tidak menaikan Upah Minimum 2021. KSPI menilai keputusan ini justru akan berdampak pada kemerosotan daya beli masyarakat. 

Presiden KSPI Said Iqbal, menilai salah satu upaya untuk meningkat ekonomi Indonesia di tengah pandemi covid 19 adalah dengan menjaga daya beli masyarakat sehingga seharusnya pemerintah menaikkan Upah Minimum sebesar 8% agar dapat menjaga daya beli masyarakat. 

Said menyebut, jika UMP tidak dinaikkan maka buruh akan melakukan demonstrasi menuntut kenaikan upah sekaligus menolak Omnibus Law Cipta Kerja. 

Sementara kalangan pengusaha menilai besaran kenaikan upah harus dikembalikan lagi ke kondisi perusahaan masing-masing.
 

Penulis : Anjani Nur Permatasari



BERITA LAINNYA


Close Ads x
NEWSTICKER
18:22
PASCA-AKSI TEROR DI SIGI, MAHFUD MD MINTA PIMPINAN UMAT BERAGAMA DI SULAWESI TENGAH TAK TERPROVOKASI ISU SARA   MAHFUD MD SEBUT PEMERINTAH MENYATAKAN DUKA YANG MENDALAM KEPADA PARA KORBAN PEMBANTAIAN DI SIGI   MENKO POLHUKAM MAHFUD MD SEBUT SATGAS OPERASI TINOMBALA TELAH MENGEPUNG LOKASI TERDUGA PELAKU TEROR DI SIGI   KERAHKAN SATGAS TINOMBALA, PEMERINTAH PASTIKAN AKAN TINDAK TEGAS PELAKU PEMBANTAIAN DI SIGI   MENKO POLHUKAM MAHFUD MD MENGUTUK KERAS DAN MENGEJAR PELAKU PEMBANTAIAN DI SIGI, SULAWESI TENGAH   HUT KORPRI KE-49, BPJS KESEHATAN INGIN KORPRI JADI CONTOH MASYARAKAT UNTUK KONSISTEN TERAPKAN PROTOKOL KESEHATAN   SATGAS COVID-19 MINTA PEMDA TAK LENGAH AWASI PELAKSANAAN PROTOKOL KESEHATAN OLEH MASYARAKAT   SATGAS COVID-19: SEBANYAK 70 PETUGAS PENYELENGGARA PEMUNGUTAN SUARA DI PROVINSI JAMBI DINYATAKAN POSITIF COVID-19   BUPATI PUNCAK, PROVINSI PAPUA, WILLEM WANDIK, TERKONFIRMASI POSITIF COVID-19 DARI HASIL PEMERIKSAAN TES USAP    WNI POSITIF COVID-19 DI LUAR NEGERI BERJUMLAH 2.035: 1.405 SEMBUH, 159 MENINGGAL DUNIA, DAN 471 DALAM PERAWATAN   PEMERINTAH: ADA 34 PROVINSI DAN 505 KABUPATEN/KOTA YANG TERDAMPAK COVID-19   HINGGA 29 NOVEMBER 2020, JUMLAH SPESIMEN KORONA YANG DIPERIKSA MENCAPAI 5.655.692 SPESIMEN   HINGGA 29 NOVEMBER 2020, JUMLAH SUSPEK KORONA DI INDONESIA MENCAPAI 70.792 ORANG   HINGGA 29 NOVEMBER 2020, JUMLAH KASUS KORONA DI INDONESIA: 534.266 POSITIF, 445.793 SEMBUH, 16.815 MENINGGAL DUNIA