Kompas TV klik360 cerita indonesia

Macron Kerahkan Pasukan Jaga Rumah Ibadah di Prancis

Jumat, 30 Oktober 2020 | 13:17 WIB

PRANCIS, KOMPAS.TV – Presiden Prancis Emmanuel Macron pada hari Kamis (29/10/2020) mengumumkan bahwa ia akan melipatgandakan jumlah tentara.
Hal ini dilakukan untuk melindungi dari serangan menjadi 7.000 tentara  setelah tiga orang tewas di sebuah gereja di Nice.

Baca Juga: Setelah Serangan Mematikan, Macron Serukan Persatuan di Prancis


"Jika kita diserang sekali lagi, itu untuk nilai-nilai kita, untuk rasa kebebasan kita, untuk kemungkinan ini, di tanah kita, untuk percaya dengan bebas dan tidak menyerah pada pikiran teror apa pun," kata Macron berdiri di dekat lokasi kejadian. serangan itu dikutip dari APTN. 
"Saya katakan dengan sangat jelas sekali lagi hari ini, kami tidak akan menyerah," tambahnya.

Baca Juga: Petinggi Uni Eropa Sampaikan Solidaritas Untuk Prancis


Gereja-gereja Prancis telah diserang oleh para ekstremis dalam beberapa tahun terakhir, dan pembunuhan hari Kamis terjadi menjelang liburan Katolik Roma All Saints.


"Orang bisa beriman atau tidak, tapi setiap agama bisa dijalankan. Jadi hari ini seluruh bangsa berdiri dengan sesama warga Katolik," kata Macron.


Pembunuhan itu menempatkan Prancis pada tingkat kewaspadaan tertinggi dan terjadi pada saat ketegangan ekstrem atas publikasi ulang karikatur Nabi Muhammad oleh surat kabar satir Charlie Hebdo.

Baca Juga: Pemenggalan dan Penusukan di Nice, Prancis Tingkatkan Status Ancaman Keamanan ke Level Tertinggi


Sebelumnya seorang imigran Tunisia bernama Brahim Aouissaoui menyerang Gereja Notre Dame di Nice. 
Dalam serangan itu, Aouissaoui menggorok leher penjaga Gereja, memenggal kepala seorang perempuan berusia 60 tahun dan melukai hingga parah seorang perempuan berusia 44 tahun hingga meninggal.
 

Penulis : Yuilyana



BERITA LAINNYA


JALAN - JALAN

4 Wisata Seru di Lombok - JALAN-JALAN

Minggu, 29 November 2020 | 17:15 WIB
Close Ads x
NEWSTICKER
18:00
KORSEL PERKETAT ATURAN JARAK SOSIAL DI MASYARAKAT SETELAH ADA 500 KASUS KORONA SELAMA 3 HARI BERTURUT   WNI POSITIF KORONA DI LUAR NEGERI BERJUMLAH 2.035 ORANG: 1.405 SEMBUH, 159 MENINGGAL DUNIA, 471 DALAM PERAWATAN   SATUAN TUGAS TNI-POLRI OPERASI TINOMBALA TERUS BURU TERDUGA PELAKU TEROR DI KABUPATEN SIGI, SULAWESI TENGAH   KOMISI III DPR MINTA DENSUS 88 BURU PELAKU TEROR DI KABUPATEN SIGI, SULAWESI TENGAH   PVMBG IMBAU WARGA KENAKAN MASKER PASCA-ERUPSI GUNUNG ILI LEWOTOLOK DI LEMBATA, NTT   KPU GUNUNG KIDUL, YOGYAKARTA, KEKURANGAN 3.991 LEMBAR SURAT SUARA PILKADA 2020   SEBANYAK 125 TENAGA KESEHATAN RSUD TARAKAN, KALTARA, POSITIF TERINFEKSI KORONA   PENUTUPAN RSUD TARAKAN, KALTARA, DIPERPANJANG LANTARAN JUMLAH TENAGA KESEHATAN POSITIF KORONA TERUS BERTAMBAH   DINKES PROVINSI RIAU: 95% TENAGA KESEHATAN YANG TERINFEKSI KORONA DI RIAU SUDAH SEMBUH   HINGGA 28 NOVEMBER 2020, PT JASA MARGA MENCATATKAN KONTRAK PENGELOLAAN 37 RUAS TOL DENGAN TOTAL PANJANG 1.619 KM   HINGGA 30 SEPTEMBER 2020, KFC INDONESIA MERUGI RP 283,2 MILIAR AKIBAT PENJUALAN TURUN DI TENGAH PANDEMI   HINGGA 29 NOVEMBER 2020, JUMLAH SPESIMEN KORONA YANG DIPERIKSA MENCAPAI 5.655.692 SPESIMEN   HINGGA 29 NOVEMBER 2020, JUMLAH SUSPEK KORONA DI INDONESIA MENCAPAI 70.792 ORANG   HINGGA 29 NOVEMBER 2020, JUMLAH KASUS KORONA DI INDONESIA: 534.266 POSITIF, 445.793 SEMBUH, 16.815 MENINGGAL DUNIA