Kompas TV regional berita daerah

Upacara Sumpah Pemuda, Ganjar Undang Difabel dan Eks Napiter

Kamis, 29 Oktober 2020 | 17:40 WIB

SEMARANG, KOMPAS.TV - Ada yang berbeda dalam Peringatan Hari Sumpah Pemuda di Gedung Gradhika Bhakti Praja pada Rabu 28 Oktober 2020. Selain digelar secara virtual, peserta upacara peringatan Hari Sumpah Pemuda tak hanya para pejabat, namun juga penyandang disabilitas dan eks narapidana terorisme atau napiter.

Sejumlah penyandang disabilitas dari berbagai daerah di Jawa Tengah, diundang khusus hadir dalam acara upacara peringatan Hari Sumpah Pemuda dan menghibur tamu undangan dengan bernyanyi dan bermain musik bersama. Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo mengatakan anak-anak penyandang disabilitas diundang di peringatan Hari Sumpah Pemuda agar bisa menunjukkan bahwa mereka tidak dikecualikan, tetapi akan selalu diajak berpartisipasi. 

Momen peringatan Hari Sumpah Pemuda harus dijadikan semangat anak-anak muda untuk berkarya. Sudah saatnya anak muda yang berkontribusi pada pembangunan negeri. 

Sebelumnya, seorang pria berkopiah menghadang kedatangan Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo sesaat sebelum mengikuti upacara Hari Sumpah Pemuda dan membawa sebuah kardus berwarna emas dan berpita merah putih. Pria berkopiah batik ini adalah Sri Puji Mulyo Siswanto, mantan napiter yang ditangkap dan dipenjara selama 6 tahun usai menyembunyikan Noordin M Top dan Dr Azahari, otak sejumlah serangan terorisme di Indonesia.

Sri sengaja datang dan menemui Ganjar Pranowo untuk memberikan kado istimewa bendera merah putih berukuran 40 x 60 centimeter yang dijahit sendiri oleh para mantan napiter, karena orang nomor satu di Jawa Tengah berulang tahun dan genap berusia 52 tahun.

Ganjar Pranowo menyampaikan pesan dari para mantan napiter untuk masyarakat, agar selalu berhati-hati apabila ada orang yang mengajak untuk merusak dan memecah belah, maka harus dicek dahulu kebenarannya.

#HariSumpahPemuda #Upacara #PenyandangDisabilitas
 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Penulis : KompasTV Jateng



BERITA LAINNYA


Close Ads x
NEWSTICKER
07:20
TERLIBAT KUDETA TERHADAP PRESIDEN TURKI RECEP TAYYIP ERDOGAN, LEBIH DARI 300 ORANG DIHUKUM PENJARA SEUMUR HIDUP   DESAK DPR SAHKAN RUU PENGHAPUSAN KEKERASAN SEKSUAL, AMNESTY INTERNATIONAL AKAN SERAHKAN 3.352 SURAT DARI MASYARAKAT   AUSTRALIA PECAT 10 TENTARA PASUKAN KHUSUS KARENA TERLIBAT DALAM PEMBUNUHAN DI AFGHANISTAN   TIONGKOK SEPAKAT UNTUK MEMBELI 200 JUTA TON BATUBARA INDONESIA SENILAI RP 20,6 TRILIUN PADA 2021   KPU KOTA SEMARANG SIAPKAN 1,2 JUTA LEMBAR SURAT SUARA UNTUK PILKADA 2020   KPU KARAWANG, JAWA BARAT, KEKURANGAN 2.243 SURAT SUARA UNTUK PILKADA 2020   KANTOR DINKES JEMBER, JATIM, DITUTUP SEMENTARA KARENA 3 PETUGAS POSITIF TERINFEKSI KORONA   12 SAKSI TELAH DIPERIKSA, POLDA JABAR SEGERA TETAPKAN TERSANGKA KASUS KERUMUNAN RIZIEQ SHIHAB DI MEGAMENDUNG, BOGOR   PIMPINAN FPI RIZIEQ SHIHAB DIRAWAT DI RUMAH SAKIT UMMI BOGOR   POLRES JAKARTA SELATAN TANGKAP 26 TERSANGKA KASUS NARKOBA DALAM SEPEKAN TERAKHIR   DISDIK KOTA BEKASI: SIMULASI KBM TATAP MUKA UNTUK PAUD, SD, SMP MULAI DILAKUKAN PADA 18 JANUARI 2021   SATGAS COVID-19 MINTA PEMDA LAKUKAN SIMULASI SEBELUM SEKOLAH GELAR KEGIATAN BELAJAR-MENGAJAR TATAP MUKA   KEPALA BPOM PENNY LUKITO MENYATAKAN VAKSIN KORONA SINOVAC MEMENUHI SYARAT UNTUK MENDAPAT LABEL HALAL   SATGAS COVID-19 SEBUT JADWAL VAKSINASI KORONA BERGANTUNG PADA HASIL UJI KLINIS DAN KAJIAN BPOM