Kompas TV nasional sapa indonesia

Demo Tolak UU Cipta Kerja Tetap Berlanjut, Pemerintah Yakinkan Banyak Tujuan Positif

Rabu, 28 Oktober 2020 | 14:45 WIB

JAKARTA, KOMPAS.TV - Meskipun Omnibus Law Undang-Undang Cipta Kerja tinggal menunggu waktu untuk ditandatangani presiden, atau berlaku otomatis 30 hari sejak disahkan DPR, gelombang unjuk rasa tak lantas surut.

Pemerintah telah berulang kali menjelaskan tujuan dibuatnya omnibus law undang-undang cipta kerja, untuk menciptakan banyak lapangan kerja dan memperbaiki aturan birokrasi.

Namun, kalangan pekerja, mahasiswa, dan sebagian kelompok sipil dan perorangan, tetap bersuara lantang menentangnya.

Selasa kemarin, gabungan buruh se-Jawa Barat kembali berunjuk rasa di depan Gedung Sate, Bandung, untuk mendesak presiden membatalkan undang-undang cipta kerja dan sebagai gantinya mengeluarkan perppu pembatalan.

Di Jakarta, Polda Metro Jaya mengimbau masyarakat dari luar daerah, untuk tidak datang ke Ibu Kota guna berunjuk rasa menolak undang-undang cipta kerja yang rencananya digelar hari ini oleh sejumlah kelompok di sekitar kawasan Istana dan Kompleks DPR.

Demonstrasi menentang Omnibus Law masih akan berlanjut.

Konfederasi serikat pekerja indonesia, atau KSPI, juga telah berencana menggelar unjuk rasa besar-besaran di 24 provinsi dan 200 kabupaten kota, pada 2 November mendatang.

Aksi bertujuan mendesak mahkamah konstitusi, agar mengabulkan judicial review undang-undang cipta kerja, yang akan didaftarkan ke MK pada hari yang sama.

Penulis : Aleksandra Nugroho



BERITA LAINNYA


Close Ads x
NEWSTICKER
03:31
MENDESA PDTT ABDUL HALIM ISKANDAR INGATKAN KEPALA DESA HARUS NETRAL SAAT PILKADA 2020   KOMNAS PEREMPUAN: KEKERASAN BERBASIS GENDER DALAM DARING MENINGKAT SAAT PANDEMI COVID-19   PGRI DUKUNG RENCANA PEMBELAJARAN TATAP MUKA PADA JANUARI 2021   MENRISTEK BAMBANG BRODJONEGORO HARAP VAKSIN MERAH PUTIH DIDISTRIBUSIKAN DI TRIWULAN KE-4 2021   SATGAS COVID-19 NILAI PENULARAN COVID-19 TERJADI KETIKA ADA KERUMUNAN   SATGAS COVID-19 SALURKAN ALAT MATERIAL KESEHATAN KE DAERAH UNTUK GENCARKAN 3T   PMI: TAK ADA PENULARAN COVID-19 LEWAT DARAH, MASYARAKAT TETAP BISA DONOR DARAH   PEMPROV LAMPUNG SIAP LAKUKAN SIMULASI VAKSIN COVID-19   PANGLIMA TNI MARSEKAL HADI TJAHJANTO TEGASKAN PERBEDAAN POLITIK JANGAN PUDARKAN PERSATUAN   KPU DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA PASTIKAN SELURUH PETUGAS KPPS BEBAS DARI COVID-19   KEMENDIKBUD SEBUT SELEKSI GURU PPPK BERDASARKAN KOMPETENSI   KEMENDIKBUD: ORANGTUA PERLU BERI KETELADANAN DALAM PENGGUNAAN GAWAI DI DEPAN ANAK   GUBERNUR KEPULAUAN BABEL ERZALDI ROSMAN: PANDEMI JADI PELUANG INOVASI DUNIA PENDIDIKAN UNTUK SDM LEBIH UNGGUL   PEMKOT BOGOR DALAMI DUGAAN PELANGGARAN PROSEDUR TES USAP RIZIEQ SHIHAB