Kompas TV klik360 cerita indonesia

Kisah Yaidah Dioper-Oper dari Surabaya ke Jakarta Untuk Urus Akta Kematian Anaknya

Senin, 26 Oktober 2020 | 11:23 WIB

SURABAYA, KOMPASTV – Yaidah, perempuan 51 tahun ini adalah warga Lembah Harapan, Lidah Wetan, Surabaya.

Ia baru saja kehilangan anaknya beberapa waktu lalu.

Usai kematian anaknya, Yaidah harus mengurus surat kematian untuk mencairkan dana asuransi.

Ia diberi tenggan waktu 60 hari oleh pihak asuransi.

Rentetan pengalaman pahit ia rasakan saat mencoba berurusan dengan birokrasi.

Yaidah mengaku telah memberikan berkas-berkas yang diminta kepada kelurahan pada tanggal 25 Agustus.

Hampir sebulan, berkas tersebut tak kunjung selesai, ia kemudian justru mendatangi dispenduk.

Saat berada di Dispenduk, ia pun mengaku dipersulit oleh petugas dengan disuruh balik ke kelurahan dengan alasan tidak bisa melayani selama covid-19.

“Setelah dilihat berkas saya, dia langsung ngomong. Buk, sekarang ndak melayani tatap muka. Ibu harus kembali ke keluarahan. Saya marah-marah, ini berkas sudah berminggu-minggu di kelurahan” ungkap Yaidah kepada Kompas TV. 

Baca Juga: Disdukcapil Bagikan E-KTP Bagi Warga Disabilitas

Saat berada di dispenduk, ia pun mengaku sempat dioper ke sana kemari oleh petugas, hingga pada akhirnya,  ia mendapatkan nomor akte kematian anaknya.

Masalah tak lantas berhenti sampai di sini. Yaidah kemudian diberi tahu oleh petugas bahwa surat kematian anaknya tak bisa diakses, karena nama anaknya memiliki tanda petik.

Ia pun lantas dikirim ke Jakarta untuk mengurusi surat tersebut.

Di Jakarta, ia justru diberi tahu oleh petugas, bahwa pengurusan akte kematian dilakukan di wilayah masing-masing.

Petugas pusat pun kemudian membantu untuk menghubungi Surabaya dan memastikan terkait akte kematian tersebut.

“Ini akte kematian ini diterbitkan di wilayah masing-masing. Langsung ditelepon Pak Erlangga (dispenduk Surabaya). Pak, ini kok ada warga bapak yang urus akte kematian ke Jakarta?” ungkap Yaidah menirukan suara petugas pusat.

Setelah dibantu oleh petugas pusat tersebut, barulah surat kematian anaknya bisa langsung diterbikan, pada hari itu juga.

Yaimah, selaku seorang warga menyayangkan adanya oknum-oknum yang sengaja mempersulit proses birokrasi yang seharusnya mudah.

Penulis : Abdur Rahim



BERITA LAINNYA


Close Ads x
NEWSTICKER
12:13
SPANYOL TARGETKAN SEPERTIGA PENDUDUK TELAH DIVAKSINASI COVID-19 PADA JUNI 2021   KEMENSOS SALURKAN BANTUAN SENILAI RP 458 JUTA UNTUK AHLI WARIS KORBAN TEROR DI SIGI   KEMLU PANGGIL DUBES INGGRIS UNTUK INDONESIA OWEN JENKINS YANG SAMPAIKAN PROTES KERAS ATAS PERNYATAAN BENNY WENDA   KEMLU: TOTAL WNI TERKONFIRMASI DI LUAR NEGERI HINGGA 5 DESEMBER 2020 ADALAH 2.087   KEMLU MENCATAT ADA 2 PENAMBAHAN KASUS WNI POSITIF COVID-19 DI KAZAKHSTAN   PRESIDEN AS DONALD TRUMP PERINTAHKAN PENARIKAN PASUKAN MILITER AMERIKA SERIKAT DARI SOMALIA   JELANG PILKADA 2020, 8 ORANG DI SEKRETARIAT KPU SITUBONDO TERKONFIRMASI POSITIF COVID-19    OTT PEJABAT KEMENSOS, MENTERI JULIARI P BATUBARA: KITA MASIH MEMONITOR PERKEMBANGANNYA   OTT PEJABAT KEMENSOS, KPK: DUGAAN KORUPSI PPK TELAH MENERIMA HADIAH DARI VENDOR PENGADAAN BARANG & JASA BANSOS   KPK TANGKAP TANGAN PEJABAT PEMBUAT KOMITMEN PADA PROGRAM BANSOS DI KEMENSOS   PEKAN DEPAN, UNI EMIRAT ARAB LUNCURKAN VISA TURIS UNTUK WARGA ISRAEL   GUBERNUR GANJAR PRANOWO MINTA UJI COBA SEKOLAH TATAP MUKA DIHENTIKAN SETELAH 179 SISWA SMKN POSITIF COVID-19   MENSOS MENGATAKAN PENDERITA TBC MASUK DAFTAR PENERIMA BANTUAN PKH MULAI 2021   GUBERNUR JABAR RIDWAN KAMIL MINTA PEMERINTAH PUSAT MEMPERBAIKI INPUT DATA HARIAN KASUS COVID-19