Kompas TV klik360 internasional

Presiden Turki Erdogan Sebut Presiden Prancis Emmanuel Macron Memerlukan Perawatan Mental

Senin, 26 Oktober 2020 | 12:20 WIB

KAYSERI, KOMPAS.TV - Prancis memanggil duta besarnya untuk Turki, untuk diminta konsultasi setelah Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengeluarkan komentar keras terhadap Presiden Prancis Emmanuel macron.

Presiden Erdogan mengatakan bahwa Presiden Macron membutuhkan perawatan kesehatan mental. Erdogan juga membuat komentar lain, yang oleh pemerintah Prancis digambarkan sebagai hal yang sangat kasar.

"Macron membutuhkan perawatan kesehatan mental. Apa lagi yang bisa dikatakan kepada seorang kepala negara yang tidak memahami kebebasan berkeyakinan dan yang berperilaku seperti itu kepada jutaan orang yang tinggal di negaranya yang merupakan anggota dari agama yang berbeda? Pertama-tama, pemeriksaan mental itu (perlu)," tegas Erdogan.

Erdogan mempertanyakan kondisi mental timpalan Prancisnya saat mengkritik sikap Macron terhadap Islam dan Muslim.

Pernyataannya di kongres partai lokal merupakan tanggapan nyata atas pernyataan yang dibuat Macron bulan ini, tentang masalah yang diciptakan oleh Muslim radikal di Prancis yang oleh pemimpin Prancis disebut "separatisme Islamis."

"Apa masalah orang bernama Macron ini dengan Islam dan Muslim?" Erdogan bertanya secara retoris selama pertemuan partai Keadilan dan Pembangunan di kota Kayseri, Anatolia tengah, Turki.

Kepresidenan Prancis bereaksi beberapa jam kemudian dengan pernyataan yang mengatakan, "Kelebihan dan kekasaran bukanlah metode" dan "Kami tidak menerima penghinaan."

Menggunakan bahasa yang sangat kuat, kepresidenan Prancis berkata, "Kami menuntut Erdogan untuk mengubah kebijakannya, yang berbahaya dalam semua aspek." 

 

Penulis : Aryo bimo



BERITA LAINNYA


KOMPAS PAGI

KPK Geledah Rumah Dinas Edhy Prabowo

Kamis, 3 Desember 2020 | 08:25 WIB
Close Ads x
NEWSTICKER
08:30
BPPTKG: SUMBER TEKANAN MAGMA MERAPI DI KEDALAMAN 1,3 KM DARI PUNCAK   KPK MELAKUKAN PENGGELEDAHAN DI RUMAH DINAS MANTAN MENTERI KELAUTAN DAN PERIKANAN EDHY PRABOWO   SATPOL PP COPOT ALAT PERAGA KAMPANYE PILKADA TANGSEL YANG DIPASANG DI RUMAH IBADAH HINGGA SEKOLAH   KEPALA BP2MI SEBUT PENEMPATAN PEKERJA MIGRAN INDONESIA DIHENTIKAN KARENA 85 PEKERJA POSITIF COVID-19   KEPALA BP2MI: TAIWAN HENTIKAN SEMENTARA PENEMPATAN PEKERJA MIGRAN INDONESIA   KEPALA BNPB INGATKAN PENGUNGSI ERUPSI GUNUNG ILE LEWOTOLOK PATUHI PROTOKOL KESEHATAN   MER-C BANTAH KELUARKAN DOKUMEN HASIL TES USAP RIZIEQ SHIHAB YANG VIRAL DI MEDSOS   BUPATI BOGOR ADE YASIN AKAN PENUHI PANGGILAN POLISI SOAL KERUMUNAN PADA ACARA RIZIEQ SHIHAB DI MEGAMENDUNG   BUPATI JAYAWIJAYA: WARGA PINGGIRAN KOTA JAYAWIJAYA MULAI TERJANGKIT COVID-19   HINGGA 2 DESEMBER 2020, PEMKOT TANGERANG MENCATAT 378 PASIEN COVID-19 MASIH JALANI PERAWATAN DAN ISOLASI MANDIRI   SEBANYAK 311 ORANG KERACUNAN MAKANAN PESTA, PEMKAB BUTON TETAPKAN STATUS KEJADIAN LUAR BIASA   DJOKO TJANDRA SEBUT ANDI IRFAN JAYA SEBAGAI KONSULTAN UNTUK KASUS HUKUMNYA   BERSAKSI DI PERSIDANGAN, DJOKO TJANDRA MENGAKU DIKENALKAN DENGAN ANDI IRFAN JAYA OLEH JAKSA PINANGKI   TERPIDANA DJOKO TJANDRA JANJIKAN "FEE" 1 JUTA DOLLAR AS UNTUK ANITA KOLOPAKING DAN ANDI IRFAN JAYA