Kompas TV nasional peristiwa

Otonomi Khusus Papua: Bukan Hanya Soal Anggaran, tapi Implementasi dan Sosialisasi

Sabtu, 24 Oktober 2020 | 13:20 WIB
otonomi-khusus-papua-bukan-hanya-soal-anggaran-tapi-implementasi-dan-sosialisasi
Tangkapan layar diskusi dalam Webinar bertemakan Otonomi Khusus untuk Siapa? yang diselenggarakan oleh KompasTV pada Kamis 22/10/2020 (Sumber: KompasTV)

JAKARTA, KOMPAS.TV - Sejumlah upaya telah dilakukan pemerintah dalam rangka mencari dan menemukan solusi demi meredam gejolak-gejolak yang terjadi di Papua.

Salah satunya melalui mekanisme afirmasi dengan dikeluarkannya Undang-Undang (UU) Nomor 21 Tahun 2001 tentang Otonomi Khusus (Otsus) Papua.

Bahkan, Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Mahfud MD telah memastikan bahwa status otsus bagi Papua tetap berlaku. Lewat revisi pasal 34 UU Nomor 21 tahun 2001, Mahfud menyebut nantinya hanya dana otsus saja yang diperpanjang. 

Kini, revisi demi revisi tengah dilakukan demi memastikan Papua dan Papua Barat tetap mendapatkan dana otsus hingga memastikan pembangunan terus meningkat.

Staf Khusus Milenial Presiden Joko Widodo, Billy Mambrasar, menyatakan bahwa demi mencapai tujuan tersebut, seluruh kementerian dan lembaga diminta bekerja sama. Salah satunya adalah Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).

“Di Kemendagri sendiri ada salah satu klausul dalam Inpres, di mana akan meningkatkan dan mengembangkan SDM asli Papua yang berdaya saing dan mendukung pembangunan nasional. Dan yang kami kerjakan dengan Kemendagri saat ini adalah menciptakan manajemen talenta Papua,” ujar Billy dalam Webinar KompasTV bertemakan ‘Otonomi Khusus untuk Siapa?’ pada Kamis (22/10/2020).

“Semua manajemen talenta Papua ini akan dihubungkan dengan sumber daya manusia Papua yang terlatih agar mereka tidak wasted, tapi mereka menggunakan talenta, bakat, dan pendidikannya dalam bidang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, atau apapun dipergunakan sebaik-baiknya oleh negara untuk ikut membangun Indonesia,” tambah Billy.

Penulis : Desy Hartini


BERITA UTAMA




BERITA LAINNYA


Berita Daerah

Kontak Tembak Poso Tiga Tewas

Selasa, 2 Maret 2021 | 21:19 WIB
Close Ads x
NEWSTICKER
21:47
PT PUPUK INDONESIA DAN KPK PERKUAT KERJA SAMA DALAM MEMBERANTAS TINDAK PIDANA KORUPSI   PEMKOT SURAKARTA SEBUT PPKM BERDAMPAK SIGNIFIKAN PADA PENURUNAN JUMLAH KASUS COVID-19   POLDA METRO JAYA: KAMPUNG TANGGUH BINTARA, BEKASI, TEKAN KASUS COVID-19 HINGGA NOL PERSEN   MENPAREKRAF SANDIAGA UNO DUKUNG PENGEMBANGAN WISATA BERBASIS OTOMOTIF DI TANAH AIR    KEMENAKER DORONG DUNIA USAHA SEGERA BUAT STRUKTUR DAN SKALA UPAH SESUAI DENGAN PERATURAN PENGUPAHAN TERBARU   GUBERNUR JATIM KHOFIFAH INDAR PARAWANSA MINTA KEPALA DAERAH PERCEPAT PENCAIRAN BLT DESA   PULUHAN GURU DI TANGERANG SELATAN BATAL DIVAKSIN COVID-19, DISDIK: RATA-RATA HIPERTENSI   PEMKOT TANGSEL TARGETKAN PENYUNTIKAN DOSIS PERTAMA PADA VAKSINASI COVID-19 TAHAP KEDUA RAMPUNG DALAM 10 HARI   PEMKOT BOGOR PUTUSKAN TIADAKAN SISTEM GANJIL-GENAP AKHIR PEKAN UNTUK KENDARAAN BERMOTOR SELAMA 2 PEKAN   JUBIR SATGAS WIKU ADISASMITO: VAKSIN BUKAN SOLUSI MUTLAK UNTUK MENGAKHIRI PANDEMI, TETAP DISIPLIN PROKES   JUBIR SATGAS WIKU ADISASMITO: ANGKA KEMATIAN AKIBAT COVID-19 MENINGKAT DI BULAN-BULAN LIBUR PANJANG   SATGAS SEBUT BERLIBUR SAAT PANDEMI TAK BIJAK, BERDAMPAK PADA KEMATIAN PASIEN COVID-19   MENLU RETNO MARSUDI: PENGGUNAAN KEKERASAN HARUS DIHENTIKAN, KESELAMATAN RAKYAT MYANMAR PRIORITAS   MENLU RETNO MARSUDI: SENTRALITAS DAN MEKANISME ASEAN BUKAN HANYA SLOGAN