Kompas TV kolom budiman tanuredjo

Janji Jenderal Napoleon Bongkar Kasus Djoko Tjandra - Opini Budiman Eps 26

Sabtu, 24 Oktober 2020 | 09:01 WIB

JAKARTA, KOMPAS.TV - Mega skandal kasus Djoko Tjandra memasuki babak menentukan. Persidangan digelar. Di tiga pengadilan terpisah, Jaksa Pinangki Sirna Malasari yang disebut-sebut mencatut sejumlah nama besar mulai diadili. Jaksa Pinangki disidangkan di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat.

Djoko Tjandra disidangkan di Pengadilan Negeri Jakarta Timur. Sedangkan Irjen Napoleon Bonaparte dan Brigjen Prasetijo akan diadili di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.

Fakta menarik disampaikan. Inspektur Jenderal Napoleon Bonaparte, Mantan Kepala Hubungan Internasional Mabes Polri, setelah praperadilan ditolak mengatakan: “Tunggu tanggal mainnya, kita akan buka semuanya".

Janji Napoleon akan buka-bukaan ditunggu banyak khalayak. Pihak Mabes Polri juga menyambut baik pernyataan napoleon yang akan buka-bukaan.

Janji Napoleon lulusan akpol 1988 akan buka-bukaan dinanti publik, janji Napoleon juga didukung Koordinator Masyarakat Anti Korupsi Indonesia Boyamin Saiman yang aktif membongkar kasus ini. Bahkan boyamin meminta agar Napoleon membukanya sekarang tidak perlu menunggu persidangan. Menurut Boyamin, Napoleon bisa membuka adanya oknum lain yang diduga terlibat dalam dugaan pencabutan red notice, termasuk dari institusi kepolisian. Sebuah dugaan yang masuk akal.

Kedua, Djoko Tjandra yang menjadi episentrum kasus ini punya perkara dengan instansi lain.

Hal ketiga, menurut Boyamin, Napoleon diduga memiliki data lain untuk membongkar kasus itu. Membuka semua kasus di persidangan adalah langkah paling bermartabat.

Kesaksian atau pengakuan terdakwa di depan persidangan yang terbuka untuk umum merupakan tempat yang tepat bagi Napoleon untuk membuka apa sebenarnya yang terjadi.

Harapan untuk buka-bukaan, tentunya bukan hanya pada Napoleon, tetapi juga pada Brigjen Prasetijo, Jaksa Pinangki Sirna Malasari, Advokat Anita Kolopaking maupun, Djoko Tjandra sendiri. 

Penulis : Sadryna Evanalia



BERITA LAINNYA


Close Ads x
NEWSTICKER
06:14
TERLIBAT KUDETA TERHADAP PRESIDEN TURKI RECEP TAYYIP ERDOGAN, LEBIH DARI 300 ORANG DIHUKUM PENJARA SEUMUR HIDUP   DESAK DPR SAHKAN RUU PENGHAPUSAN KEKERASAN SEKSUAL, AMNESTY INTERNATIONAL AKAN SERAHKAN 3.352 SURAT DARI MASYARAKAT   AUSTRALIA PECAT 10 TENTARA PASUKAN KHUSUS KARENA TERLIBAT DALAM PEMBUNUHAN DI AFGHANISTAN   TIONGKOK SEPAKAT UNTUK MEMBELI 200 JUTA TON BATUBARA INDONESIA SENILAI RP 20,6 TRILIUN PADA 2021   KPU KOTA SEMARANG SIAPKAN 1,2 JUTA LEMBAR SURAT SUARA UNTUK PILKADA 2020   KPU KARAWANG, JAWA BARAT, KEKURANGAN 2.243 SURAT SUARA UNTUK PILKADA 2020   KANTOR DINKES JEMBER, JATIM, DITUTUP SEMENTARA KARENA 3 PETUGAS POSITIF TERINFEKSI KORONA   12 SAKSI TELAH DIPERIKSA, POLDA JABAR SEGERA TETAPKAN TERSANGKA KASUS KERUMUNAN RIZIEQ SHIHAB DI MEGAMENDUNG, BOGOR   PIMPINAN FPI RIZIEQ SHIHAB DIRAWAT DI RUMAH SAKIT UMMI BOGOR   POLRES JAKARTA SELATAN TANGKAP 26 TERSANGKA KASUS NARKOBA DALAM SEPEKAN TERAKHIR   DISDIK KOTA BEKASI: SIMULASI KBM TATAP MUKA UNTUK PAUD, SD, SMP MULAI DILAKUKAN PADA 18 JANUARI 2021   SATGAS COVID-19 MINTA PEMDA LAKUKAN SIMULASI SEBELUM SEKOLAH GELAR KEGIATAN BELAJAR-MENGAJAR TATAP MUKA   KEPALA BPOM PENNY LUKITO MENYATAKAN VAKSIN KORONA SINOVAC MEMENUHI SYARAT UNTUK MENDAPAT LABEL HALAL   SATGAS COVID-19 SEBUT JADWAL VAKSINASI KORONA BERGANTUNG PADA HASIL UJI KLINIS DAN KAJIAN BPOM