Kompas TV bisnis ekonomi dan bisnis

Nasib Dana Insentif, Setelah 344.959 Kartu Prakerja Dicabut

Jumat, 23 Oktober 2020 | 06:26 WIB
nasib-dana-insentif-setelah-344-959-kartu-prakerja-dicabut
Petugas mendampingi warga yang melakukan pendaftaran calon peserta Kartu Prakerja di LTSA-UPT P2TK di Surabaya, Jawa Timur, Senin (13/4/2020 (Sumber: KOMPAS.COM)

JAKARTA, KOMPASTV. Berdasarkan data yang dirilis Manajemen Pelaksana Program (PMO) Kartu Prakerja, secara keseluruhan, dari gelombang pertama hingga delapan program Kartu Prakerja, ada 344.959 penerima program yang kepesertaannya dicabut. Lantas, bagaimana dengan nasib dana insentif yang sudah disiapkan pemerintah?

Menurut Manajemen Pelaksana Program, pihaknya telah mengembalikan dana pelatihan para peserta yang kepesertaannya dicabut ke rekening kas umum negara (RKUN). Dengan total insentif yang diberikan sebesar Rp 3,55 juta, maka dana yang dikembalikan ke kas negara sekitar Rp 1,22 triliun. 

"Dari gelombang 1 sampai 8 kami telah mencabut kepesertaan dari 344.959 penerima Kartu Prakerja. Dananya telah kami kembalikan ke RKUN," ujar Head of Communications PMO Kartu Prakerja Louisa Tuhatu kepada Kompas.com, Kamis (22/10/2020).

Baca Juga: Peserta Kartu Prakerja yang Dicabut Kepesertaannya Tidak Bisa Mendaftar Kembali

Lebih lanjut dirinya menjelaskan, Komite Cipta Kerja yang akan bertanggung jawab atas penggunaan dana tersebut nantnya. "Komite Cipta Kerja yang akan memutuskan mau diapakan dana tersebut," ujar dia. 

Sebagai informasi, pendaftaran Kartu Prakerja Gelombang 9 telah ditutup pada 21 September 2020 lalu, dengan kuota penerima sebanyak 800 ribu orang. Untuk diketahui, peserta yang lolos itu akan mendapatkan manfaat bantuan sebesar Rp 3,55 juta, terdiri dari biaya pelatihan sebesar Rp 1 juta, insentif pelatihan sebesar Rp 600.000 per bulan selama 4 bulan, insentif survei kebekerjaan Rp 50.000 per survei untuk 3 kali survei. 

Hari ini Jumat (23/10/2020) merupakan batas akhir pembelian pelatihan bagi peserta Kartu Prakerja gelombang 9. Bagi peserta yang tak membeli pelatihan hingga besok kepesertaannya bakal dicabut oleh PMO. Hal itu sesuai denganperaturan Permenko No. 11 Tahun 2020. 

Penulis : Dyah Megasari

1
2



BERITA LAINNYA


Close Ads x
NEWSTICKER
07:39
TERLIBAT KUDETA TERHADAP PRESIDEN TURKI RECEP TAYYIP ERDOGAN, LEBIH DARI 300 ORANG DIHUKUM PENJARA SEUMUR HIDUP   DESAK DPR SAHKAN RUU PENGHAPUSAN KEKERASAN SEKSUAL, AMNESTY INTERNATIONAL AKAN SERAHKAN 3.352 SURAT DARI MASYARAKAT   AUSTRALIA PECAT 10 TENTARA PASUKAN KHUSUS KARENA TERLIBAT DALAM PEMBUNUHAN DI AFGHANISTAN   TIONGKOK SEPAKAT UNTUK MEMBELI 200 JUTA TON BATUBARA INDONESIA SENILAI RP 20,6 TRILIUN PADA 2021   KPU KOTA SEMARANG SIAPKAN 1,2 JUTA LEMBAR SURAT SUARA UNTUK PILKADA 2020   KPU KARAWANG, JAWA BARAT, KEKURANGAN 2.243 SURAT SUARA UNTUK PILKADA 2020   KANTOR DINKES JEMBER, JATIM, DITUTUP SEMENTARA KARENA 3 PETUGAS POSITIF TERINFEKSI KORONA   12 SAKSI TELAH DIPERIKSA, POLDA JABAR SEGERA TETAPKAN TERSANGKA KASUS KERUMUNAN RIZIEQ SHIHAB DI MEGAMENDUNG, BOGOR   PIMPINAN FPI RIZIEQ SHIHAB DIRAWAT DI RUMAH SAKIT UMMI BOGOR   POLRES JAKARTA SELATAN TANGKAP 26 TERSANGKA KASUS NARKOBA DALAM SEPEKAN TERAKHIR   DISDIK KOTA BEKASI: SIMULASI KBM TATAP MUKA UNTUK PAUD, SD, SMP MULAI DILAKUKAN PADA 18 JANUARI 2021   SATGAS COVID-19 MINTA PEMDA LAKUKAN SIMULASI SEBELUM SEKOLAH GELAR KEGIATAN BELAJAR-MENGAJAR TATAP MUKA   KEPALA BPOM PENNY LUKITO MENYATAKAN VAKSIN KORONA SINOVAC MEMENUHI SYARAT UNTUK MENDAPAT LABEL HALAL   SATGAS COVID-19 SEBUT JADWAL VAKSINASI KORONA BERGANTUNG PADA HASIL UJI KLINIS DAN KAJIAN BPOM