Kompas TV internasional kompas dunia

Siswa Kurang Mampu di Korsel Kesulitan Belajar Daring

Kamis, 22 Oktober 2020 | 17:08 WIB

KOREA SELATAN, KOMPAS.TV - Korea Selatan baru memulai tahun ajaran baru mereka pada April lalu, dengan sistem pembelajaran jarak jauh,

Namun sekolah daring, ternyata menjadi masalah bagi para siswa yang berasal dari keluarga tidak mampu.

Tahun ajaran baru di Korea Selatan, semestinya dimulai pada bulan Maret. Namun, pandemi covid-19, membuatnya tertunda dan dimulai kembali pada bulan April. Itu pun sepenuhnya dengan sistem pembelajaran jarak jauh.

Namun sekolah daring ternyata memunculkan sejumlah masalah. Banyak siswa yang mengaku kesulitan berkonsetrasi, merasa tidak nyaman, dan berdampak pada nilai yang jelek.

Korea Selatan adalah salah satu negara paling terkoneksi dengan internet di dunia.

amun pembelajaran "online" tetap saja menghambat banyak siswa. Kondisi ini dikhawatirkan memengaruhi kualitas pendidikan, mengingat orang-orang di Korea Selatan memandang pendidikan sebagai kunci kesuksesan.

Menurut para ahli, berkurangnya interaksi antara siswa dan guru, serta gangguan teknis selama belajar "online", akan memperlebar kesenjangan pencapaian pendidikan antar siswa.

Siswa berprestasi yang berasal dari keluarga kelas menengah dan atas, biasanya bisa belajar secara mandiri. Keluarga juga menyewakan tutor, sehingga siswa bisa menuntaskan materi belajarnya.

Namun siswa dari keluarga yang tidak mampu, tidak bisa melakukan itu semua.

Sebuah survei pemerintah korea selatan terhadap puluhan ribu orangtua dan guru tahun lalu, menemukan bahwa 75 persen siswa terlibat dalam pendidikan privat, seperti menyewa tutor atau mengikuti bimbingan belajar. Kebutuhan tambahan ini bisa menghabiskan biaya rata-rata 367 dollar Amerika Serikat, atau lebih dari 5 juta 3 ratus ribu rupiah per bulan.

Hasil survei juga menemukan, keluarga berpenghasilan tinggi, bisa mengeluarkan biaya pendidikan privat, lima kali lebih besar dari keluarga yang berpenghasilan rendah.

Penulis : Aleksandra Nugroho



BERITA LAINNYA


KOMPAS PAGI

KPK Geledah Rumah Dinas Edhy Prabowo

Kamis, 3 Desember 2020 | 08:25 WIB
Close Ads x
NEWSTICKER
08:32
BPPTKG: SUMBER TEKANAN MAGMA MERAPI DI KEDALAMAN 1,3 KM DARI PUNCAK   KPK MELAKUKAN PENGGELEDAHAN DI RUMAH DINAS MANTAN MENTERI KELAUTAN DAN PERIKANAN EDHY PRABOWO   SATPOL PP COPOT ALAT PERAGA KAMPANYE PILKADA TANGSEL YANG DIPASANG DI RUMAH IBADAH HINGGA SEKOLAH   KEPALA BP2MI SEBUT PENEMPATAN PEKERJA MIGRAN INDONESIA DIHENTIKAN KARENA 85 PEKERJA POSITIF COVID-19   KEPALA BP2MI: TAIWAN HENTIKAN SEMENTARA PENEMPATAN PEKERJA MIGRAN INDONESIA   KEPALA BNPB INGATKAN PENGUNGSI ERUPSI GUNUNG ILE LEWOTOLOK PATUHI PROTOKOL KESEHATAN   MER-C BANTAH KELUARKAN DOKUMEN HASIL TES USAP RIZIEQ SHIHAB YANG VIRAL DI MEDSOS   BUPATI BOGOR ADE YASIN AKAN PENUHI PANGGILAN POLISI SOAL KERUMUNAN PADA ACARA RIZIEQ SHIHAB DI MEGAMENDUNG   BUPATI JAYAWIJAYA: WARGA PINGGIRAN KOTA JAYAWIJAYA MULAI TERJANGKIT COVID-19   HINGGA 2 DESEMBER 2020, PEMKOT TANGERANG MENCATAT 378 PASIEN COVID-19 MASIH JALANI PERAWATAN DAN ISOLASI MANDIRI   SEBANYAK 311 ORANG KERACUNAN MAKANAN PESTA, PEMKAB BUTON TETAPKAN STATUS KEJADIAN LUAR BIASA   DJOKO TJANDRA SEBUT ANDI IRFAN JAYA SEBAGAI KONSULTAN UNTUK KASUS HUKUMNYA   BERSAKSI DI PERSIDANGAN, DJOKO TJANDRA MENGAKU DIKENALKAN DENGAN ANDI IRFAN JAYA OLEH JAKSA PINANGKI   TERPIDANA DJOKO TJANDRA JANJIKAN "FEE" 1 JUTA DOLLAR AS UNTUK ANITA KOLOPAKING DAN ANDI IRFAN JAYA