Kompas TV regional berita daerah

Bantuan Uni Eropa 19,2 Miliar Rupiah untuk Yogyakarta dan NTT, Buat Apa?

Selasa, 20 Oktober 2020 | 22:04 WIB
bantuan-uni-eropa-19-2-miliar-rupiah-untuk-yogyakarta-dan-ntt-buat-apa
Perkembangan Covid-19 di Dunia & Pelindungan WNI per 17/10 pkl 08.00 WIB. (Sumber: Twitter @Kemlu_RI)

YOGYAKARTA, KOMPAS.TV- Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dan Nusa Tenggara Timur (NTT) menjadi dua provinsi di Indonesia yang mendapat dana bantuan dari Uni Eropa. Bantuan senilai 1,1 juta euro atau Rp 19,2 miliar itu digunakan untuk mengatasi kelompok rentan yang terdampak pandemi Covid-19.

Bantuan itu diimplementasikan melalui proyek I AM SAFE: Inclusive Access to Multi-Sectoral Services and Assistances for Everyone yang diluncurkan Humanity & Inclusion (HI) dan CIS Timor serta perkumpulan Sasana Inklusi dan Gerakan Advokasi Difabel (SIGAB), Rabu (21/10/2020).

Selama 18 bulan periode proyek berjalan, kelompok rentan, seperti, penyandang disabilitas, lansia, orang dengan penyakit tidak menular (PTM), perempuan hamil dan menyusui,  serta kelompok miskin akan  mendapatkan manfaat dari  layanan inklusif yang dirancang untuk membangun ketahanan dan kemampuan mereka dalam menghadapi krisis. Selain itu, proyek juga akan berkolaborasi dengan organisasi masyarakat sipil, organisasi penyandang disabilitas dan dinas-dinas terkait untuk merumuskan Standar Operasional Prosedur (SOP) penanganan krisis yang inklusif.

“Tanpa pendekatan strategis dan dengan berbagai kendala yang ada, kelompok rentan akan menjadi  orang yang paling rentan tertular Covid-19”, ujar Swetika Eko Saptyono, Country Coordinator HI Indonesia, dalam siaran persnya.

Baca Juga: 3 Jalur Ditutup Akibat Unjuk Rasa Tolak UU Cipta Kerja di Yogyakarta

Bantuan Uni Eropa melalui proyek I AM SAFE mendapat apresiasi Bupati Sleman, Sri Purnomo. Ia menilai proyek Proyek I AM SAFE yang dilaksanakan oleh Humanity & Inclusion bekerjasama dengan SIGAB sejalan dengan program pencegahan yang dilakukan di Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

“Kami berharap dengan tersedianya komunikasi risiko yang inklusif, proyek  ini  dapat  memberikan kontribusi  terhadap perubahan  perilaku  masyarakat  Sleman,” tuturnya.

Penulis : Switzy Sabandar

1
2



BERITA LAINNYA


Close Ads x
NEWSTICKER
03:05
MENDESA PDTT ABDUL HALIM ISKANDAR INGATKAN KEPALA DESA HARUS NETRAL SAAT PILKADA 2020   KOMNAS PEREMPUAN: KEKERASAN BERBASIS GENDER DALAM DARING MENINGKAT SAAT PANDEMI COVID-19   PGRI DUKUNG RENCANA PEMBELAJARAN TATAP MUKA PADA JANUARI 2021   MENRISTEK BAMBANG BRODJONEGORO HARAP VAKSIN MERAH PUTIH DIDISTRIBUSIKAN DI TRIWULAN KE-4 2021   SATGAS COVID-19 NILAI PENULARAN COVID-19 TERJADI KETIKA ADA KERUMUNAN   SATGAS COVID-19 SALURKAN ALAT MATERIAL KESEHATAN KE DAERAH UNTUK GENCARKAN 3T   PMI: TAK ADA PENULARAN COVID-19 LEWAT DARAH, MASYARAKAT TETAP BISA DONOR DARAH   PEMPROV LAMPUNG SIAP LAKUKAN SIMULASI VAKSIN COVID-19   PANGLIMA TNI MARSEKAL HADI TJAHJANTO TEGASKAN PERBEDAAN POLITIK JANGAN PUDARKAN PERSATUAN   KPU DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA PASTIKAN SELURUH PETUGAS KPPS BEBAS DARI COVID-19   KEMENDIKBUD SEBUT SELEKSI GURU PPPK BERDASARKAN KOMPETENSI   KEMENDIKBUD: ORANGTUA PERLU BERI KETELADANAN DALAM PENGGUNAAN GAWAI DI DEPAN ANAK   GUBERNUR KEPULAUAN BABEL ERZALDI ROSMAN: PANDEMI JADI PELUANG INOVASI DUNIA PENDIDIKAN UNTUK SDM LEBIH UNGGUL   PEMKOT BOGOR DALAMI DUGAAN PELANGGARAN PROSEDUR TES USAP RIZIEQ SHIHAB