Kompas TV nasional hukum

Ahli Pidana Undip : Wafatnya Pollycarpus, bukan Kendala Ungkap Aktor Utama Pembunuh Munir

Senin, 19 Oktober 2020 | 00:21 WIB
ahli-pidana-undip-wafatnya-pollycarpus-bukan-kendala-ungkap-aktor-utama-pembunuh-munir
(Sumber: Kompas.com)

JAKARTA,KOMPA.TV- Meninggalnya Pollycarpus Budihari Priyanto, terpidana kasus pembunuhan aktivis Hak Asasi Manusia (HAM) Munir Said Thalib, karena Covid-19 tidak serta merta menjadi kendala bagi penegak hukum untuk mengungkap aktor intelektual dalam kasus tersebut.

Hal itu diungkapkan Dosen Ahli Hukum Pidana FH Universitas Diponegoro, Prof. Pujiyono, Aparat penegak hukum lanjut Pujiyono,  sebaiknya tidak hanya terpaku pada satu pelaku, dalam hal ini Polycarpus Budihari Prijanto. Penegak hukum tambah Pujiyono, bisa mendapatkan bukti baru jika fakta-fakta persidangan sebelumnya digali lebih dalam.

"Fakta-fakta yang dimunculkan di dalam persidangan, bisa didalami, bisa didorong, bisa dilakukan, dibuka kembali untuk dilakukan pemeriksaan," kata Pujiyono dalam diskusi Kelompok Riset dan Debat FH Undip bertemakan Kasus Munir, Minggu (18/10).

Meski demikian, Pujiyono mengatakan,  keterkaitan kasus pembunuhan Munir dengan wafatnya Pollycarpus selaku pelaku utama akan menjadi kendala pengusutan pelaku lain.

"Tentunya sangat kesulitan langkah berikutnya, bagaimana akan membuktikan keterkaitan aktor lain.  Apakah aktor intelektual kasus Munir yang belum terungkap, juga buktikan kembali bagi mereka yangs udah bebas tadi", kata Pujiyono.

Lebih lanjut Pujiyono berpendapat, pengungkapan pelaku lain akan sah secara hukum,  jika ada dua bukti awal yang cukup. Bukti itu bisa digali selain dari pelaku lapangan, atau selain dari Pollycarpus.

"Dalam hal ini pelaku operasional di lapangan sudah tidak ada, tapi terkait pelaku yang turut serta atau aktor, tentunya harus tunduk pada prinsip berdasarkan dua bukti cukup," tambah Pujiyono.

Editor : Zaki Amrullah

1
2
3



BERITA LAINNYA


Close Ads x
NEWSTICKER
10:01
KEMENTERIAN PPPA INGATKAN PROTOKOL KESEHATAN TETAP HARUS DIPATUHI DI RUMAH   DUA SPESIES KEPITING BARU BERNAMA TYPHLOCARCINOPS ROBUSTUS DAN RAOULI DITEMUKAN DI AREA KERJA FREEPORT MIMIKA   KAPOLDA SULAWESI SELATAN IRJEN MERDISYAM SEBUT DEMO DI MAKASSAR DISUSUPI ALIANSI MAKAR   POLISI TANGKAP 13 ORANG YANG DIDUGA MERUSAK FASILITAS UMUM SAAT DEMO TOLAK UU CIPTA KERJA DI MAKASSAR, SULSEL   JALUR PENDAKIAN GUNUNG SLAMET VIA BAMBANGAN DIBUKA MULAI MINGGU, 25 OKTOBER 2020   WALI KOTA AMBON WAJIBKAN ASN DAN MASYARAKAT YANG INGIN MENEMUINYA HARUS TUNJUKKAN HASIL TES CEPAT KORONA   STAFSUS MENTERI BUMN ERICK THOHIR, ARYA SINULINGGA: VAKSIN KORONA UNTUK MENCEGAH BUKAN MENGOBATI   PER 14 OKTOBER, 155 PERUSAHAAN PEMINJAMAN DARING TERDAFTAR DI OJK   TERIMA STIMULUS DARI PEMERINTAH, BANDARA SOEKARNO-HATTA BEBASKAN "AIRPORT TAX" MULAI HARI INI   BNPB MINTA SEMUA KEPALA DAERAH BERSIAGA DI MALAM HARI GUNA ANTISIPASI ANCAMAN DAN DAMPAK BENCANA LA NINA   BNN SEBUT MODUS PENGEDARAN NARKOBA DI MASA PANDEMI DIKIRIM LEWAT BANTUAN SEMBAKO   SIANG INI, BARESKRIM POLRI GELAR PERKARA KASUS KEBAKARAN GEDUNG KEJAKSAAN AGUNG   KETUM PBNU SAID AQIL SIROJ AKAN AJUKAN UJI MATERI UU CIPTA KERJA KE MK   JPU KPK MENDAKWA MANTAN SEKRETARIS MA NURHADI DAN MENANTU TERIMA SUAP DAN GRATIFIKASI SENILAI TOTAL RP 83 MILIAR