Kompas TV bisnis kompas bisnis

Utang Luar Negeri Indonesia Terus Meningkat Akibat Pandemi Covid-19, Ini Penjelasannya

Jumat, 16 Oktober 2020 | 23:45 WIB

KOMPAS.TV - Utang Luar Negeri Indonesia terus merangkak naik sejak pandemi covid-19.

Bank Indonesia mencatat pada Agustus 2020, utang luar negeri Indonesia berada di posisi 413,4 Miliar Dolar Amerika Serikat dan terus bertambah sejak Maret, awal mula pandemi covid-19.

Angka ini juga naik setidaknya 5 persen dibandingkan dengan setahun sebelumnya. 

Komposisi terakhir, sebanyak 49 persen merupakan utang luar negeri pemerintah dan bank sentral, sementara sisanya dari sektor swasta.

Selain penarikan neto utang, bertambahnya utang luar negeri, khususnya utang berdenominasi rupiah, juga didorong oleh penguatan nilai tukar rupiah terhadap Dollar Amerika Serikat.

Bulan Agustus, Utang Luar Negeri pemerintah tercatat 200,1 Miliar Dollar Amerika Serikat.

Pertumbuhan tahunannya lebih tinggi dibandingkan dengan pertumbuhan juli kemarin.

Menilik 5 teratas prioritas belanja pemerintah, jika dilihat dari komposisi utang luar negeri. Maka sektor terbesar ada  di jasa kesehatan dan kegiatan sosial, sebesar 23,7 persen dari total utang luar negeri pemerintah.

Disusul oleh konstruksi, jasa pendidikan,administrasi pemerintah, pertahanan, dan jaminan sosial wajib, serta jasa keuangan dan asuransi.

Kondisi ini tidak terlepas dari penarikan pinjaman dari lembaga multi-lateral, untuk penanganan covid-19 dan pemulihan ekonomi nasional.
Bagaimana dengan utang luar negeri dari sektor swasta.

Kita lihat datanya. Utang luar negeri swasta ini, pertumbuhan tahunan-nya lebih tinggi dari pemerintah, yakni 7,9 persen agustus kemarin. BI menyebut, penarikan pinjaman banyak digunakan untuk pembiayaan investasi perusahaan. Sekitar 77 persen, terserap dari 4 sektor usaha ini.

Terbanyak, pada jasa keuangan dan asuransi. Lalu, pengadaan listrik, gas, uap dan udara, pertambangan dan penggalian, serta industri pengolahan.

BI menyebut struktur utang luar negeri Indonesia tetap sehat, dan di-kelola secara hati-hati.

Rasio terhadap PDB di posisi stabil 38,5 persen, dan didominasi oleh utang jangka panjang.
 

Editor : Anjani Nur Permatasari



BERITA LAINNYA


Close Ads x
NEWSTICKER
07:24
KPK AJUKAN BANDING ATAS VONIS BUPATI NONAKTIF SOLOK SELATAN MUZNI ZAKARIA   MENKO POLHUKAM SEBUT INDONESIA DAN AUSTRALIA PERTEGAS KERJA SAMA DI BIDANG HUKUM DAN KEAMANAN   PERIKSA CHAIRUMAN HARAHAP, KPK DALAMI SOAL PENYUSUNAN DAN PENGESAHAN ANGGARAN PROYEK KTP ELEKTRONIK   KPK PERIKSA MANTAN KETUA KOMISI II DPR CHAIRUMAN HARAHAP SEBAGAI SAKSI KASUS KTP ELEKTRONIK   WALI KOTA SURABAYA TRI RISMAHARINI IMBAU WARGANYA TIDAK BEPERGIAN KE LUAR KOTA SELAMA LIBUR PANJANG AKHIR OKTOBER    KEMENAG TEGASKAN DANA BANTUAN BAGI PESANTREN TIDAK BOLEH DIPOTONG   POLDA METRO JAYA KERAHKAN 2.999 PERSONEL DI PUSAT PERBELANJAAN, TEMPAT WISATA, & TITIK KERAMAIAN SAAT LIBUR PANJANG   MENAKER MENILAI UNJUK RASA YANG DILAKUKAN DALAM KONDISI PANDEMI COVID-19 TIDAK BIJAK   KTT PARA PEMIMPIN NEGARA-NEGARA G-20 DIJADWALKAN DISELENGGARAKAN SECARA VIRTUAL 21-22 NOVEMBER 2020   BAWASLU MENCATAT ADA 306 PELANGGARAN PROTOKOL KESEHATAN DALAM KAMPANYE PILKADA 2020   PEMPROV DKI JAKARTA MENYATAKAN AKAN MELAKSANAKAN KEPUTUSAN PEMERINTAH YANG TIDAK NAIKKAN UMP 2021   KEMENSOS SALURKAN BANTUAN SOSIAL KEPADA 18,8 JUTA KELUARGA PENERIMA MANFAAT (KPM) PADA TAHUN 2021   HAKIM KABULKAN GUGATAN PENUNDAAN KEWAJIBAN PEMBAYARAN UTANG YANG DIAJUKAN OTTO HASIBUAN TERHADAP DJOKO TJANDRA   BAWASLU MENGATAKAN PELANGGARAN YANG DILAKUKAN ASN TERBANYAK TERJADI DI MEDIA SOSIAL