Kompas TV regional berita daerah

Buruh Dan Mahasiswa Lakukan Aksi Tolak Omnibus Law

Kamis, 8 Oktober 2020 | 12:45 WIB

SUKABUMI, KOMPAS.TV - Para buruh dan mahasiswa BEM Aliansi Sukabumi, berkumpul di Lapang Merdeka Kota Sukabumi, Jawa Barat. Aksi unjuk rasa ini untuk menyampaikan aspirasi karena beberapa pasal dalam Undang Undang Cipta Kerja dianggap merugikan masyarakat.

Saat ini para buruh masih berkumpul dan melakukan orasinya, untuk menyampaikan aspirasinya dan menolak Undang Undang Cipta Kerja. Aksi ini juga dikawal ketat TNI Polri.

Dalam aksi ini para pengunjuk rasa menerapkan protokol kesehatan seperti menggunakan masker, namun sangat disayangkan tidak adanya jaga jarak saat aksi berlangsung.

Penulis : KompasTV Sukabumi



BERITA LAINNYA


Close Ads x
NEWSTICKER
07:52
BPPTKG: SUMBER TEKANAN MAGMA MERAPI DI KEDALAMAN 1,3 KM DARI PUNCAK   KPK MELAKUKAN PENGGELEDAHAN DI RUMAH DINAS MANTAN MENTERI KELAUTAN DAN PERIKANAN EDHY PRABOWO   SATPOL PP COPOT ALAT PERAGA KAMPANYE PILKADA TANGSEL YANG DIPASANG DI RUMAH IBADAH HINGGA SEKOLAH   KEPALA BP2MI SEBUT PENEMPATAN PEKERJA MIGRAN INDONESIA DIHENTIKAN KARENA 85 PEKERJA POSITIF COVID-19   KEPALA BP2MI: TAIWAN HENTIKAN SEMENTARA PENEMPATAN PEKERJA MIGRAN INDONESIA   KEPALA BNPB INGATKAN PENGUNGSI ERUPSI GUNUNG ILE LEWOTOLOK PATUHI PROTOKOL KESEHATAN   MER-C BANTAH KELUARKAN DOKUMEN HASIL TES USAP RIZIEQ SHIHAB YANG VIRAL DI MEDSOS   BUPATI BOGOR ADE YASIN AKAN PENUHI PANGGILAN POLISI SOAL KERUMUNAN PADA ACARA RIZIEQ SHIHAB DI MEGAMENDUNG   BUPATI JAYAWIJAYA: WARGA PINGGIRAN KOTA JAYAWIJAYA MULAI TERJANGKIT COVID-19   HINGGA 2 DESEMBER 2020, PEMKOT TANGERANG MENCATAT 378 PASIEN COVID-19 MASIH JALANI PERAWATAN DAN ISOLASI MANDIRI   SEBANYAK 311 ORANG KERACUNAN MAKANAN PESTA, PEMKAB BUTON TETAPKAN STATUS KEJADIAN LUAR BIASA   DJOKO TJANDRA SEBUT ANDI IRFAN JAYA SEBAGAI KONSULTAN UNTUK KASUS HUKUMNYA   BERSAKSI DI PERSIDANGAN, DJOKO TJANDRA MENGAKU DIKENALKAN DENGAN ANDI IRFAN JAYA OLEH JAKSA PINANGKI   TERPIDANA DJOKO TJANDRA JANJIKAN "FEE" 1 JUTA DOLLAR AS UNTUK ANITA KOLOPAKING DAN ANDI IRFAN JAYA