Kompas TV nasional hukum

Diborgol, Kejagung Tetapkan Eks Direktur Utama BTN, Maryono Sebagai Tersangka Gratifikasi

Selasa, 6 Oktober 2020 | 23:17 WIB
diborgol-kejagung-tetapkan-eks-direktur-utama-btn-maryono-sebagai-tersangka-gratifikasi
Maryono, mantan Direktur Utama Bank Tabungan Negara (BTN) periode 2012-2019. (Sumber: Kompas.com)

JAKARTA, KOMPAS.TV - Kejaksaan Agung (Kejagung) menetapkan Direktur Utama Bank Tabungan Negara (BTN) H Maryono periode 2012-2019 sebagai tersangka kasus gratifikasi dari para debiturnya.

Kepala Pusat Penerangan dan Hukum (Kapuspenkum) Kejagung Hari Setiyono mengatakan, Maryono memperoleh gratifikasi dari Direktur Utama PT Pelangi Putera Mandiri Yunan Anwar lebih dari Rp2 miliar.

"Ada dugaan gratifikasi atau pemberian kepada tersangka atas nama tadi HM (H Maryono) yang dilakukan oleh YA (Yunan Anwar) senilai Rp2,257 miliar," kata Hari, Selasa (6/10/2020).

Yunan sendiri ikut ditetapkan sebagai tersangka oleh Kejagung.

Baca Juga: Polisi Cium Dugaan Korupsi Dana Pengadaan Makan dan Minum Siswa Asrama Papua

Proses gratifikasi ini, kata Hari, dilakukan dengan cara transfer melalui rekening menantu Maryono. Gratifikasi ini untuk mempermudah PT Pelangi Putera Mandiri mendapat kredit senilai Rp117 miliar dari BTN pada tahun 2014.

Selain itu, Maryono juga mendapatkan gratifikasi dari PT Titanium Properti senilai Rp870 juta untuk tujuan yang sama seperti PT Pelangi Putera Mandiri.

Sehingga total gratifikasi yang diterima Maryono sebesar Rp3,127 miliar.

“Peran HM (H. Maryono) selaku Direktur Utama BTN adalah mendorong untuk meloloskan pemberian fasilitas kredit terhadap kedua debitur tersebut yang tidak sesuai dengan SOP yang berlaku pada BTN,” ungkap Hari, dikutip dari Kontan.

Dituturkan Hari, pemberian gratifikasi terjadi dalam periode 2013-2015. Titanium Properti mendapat kredit Rp160 miliar dari BTN pada 31 Desember 2013.

Sedangkan kredit PT Pelangi Putera Mandiri merupakan peralihan dari PT Bank Pembangunan Daerah Kalimantan Timur kepada BTN Cabang Samarinda senilai Rp117 miliar pada 9 September 2014.

Sejak dialihkan kepada BTN, kredit Pelangi Putera nyatanya berkualitas buruk. Ini terbukti dari temuan Kejagung bahwa kredit tersebut beberapa kali direstrukturisasi pada 29 Juli 2016, 18 Oktober 2017, dan 30 November 2018.

Direktur Utama PT Titanium Properti Fadjri Albanna yang sebelumnya telah diperiksa Senin (5/10/2020) kemarin, tak datang ke Kejagung hari ini, sehingga penetapan tersangka kepadanya belum dilakukan. 

Baca Juga: Update Penyelidikan Kebakaran Kejagung, Penyidik Uji Forensik CCTV Lobi Utama Gedung

Diduga Ada Korupsi di BTN, Menteri BUMN Rombak Direksi

Pada akhir tahun kemarin, Desember 2019, Menteri BUMN Erick Thohir merombak jajaran direksi dan komisaris BTN. Perombakan ini merupakan imbas adanya dugaan korupsi Rp300 miliar yang terjadi di BTN.

Erick menyatakan telah mencopot dua komisaris dan satu direktur BTN. Terkait pembaruan ini Erick meminta waktu penyesuaian bagi para jajaran direksi baru untuk mengulas dan mempelajari kembali langkah penyehatan kembali BTN.

Penulis : Hariyanto Kurniawan


KOMENTAR

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!


BERITA LAINNYA


Close Ads x
NEWSTICKER
10:54
17 ANGGOTA TIM POSITIF COVID-19, BENFICA MINTA DEPARTEMEN KESEHATAN TUNDA JADWAL PERTANDINGAN SELAMA DUA PEKAN   ANGGOTA BALEG DPR SODIK MUDJAHID: KPU, BAWASLU, DAN DKPP PERLU PENGUATAN UNTUK DUKUNG PENEGAKAN DEMOKRASI   GABUNGAN PENGUSAHA MAKANAN DAN MINUMAN: PENJUALAN PRODUK MAKANAN & MINUMAN KEMASAN ANJLOK 40 PERSEN DI MASA PSBB   KETUA PMI JUSUF KALLA: PENYEDIAAN AIR BERSIH SALAH SATU PRIORITAS PMI PADA SETIAP KEJADIAN BENCANA   PMI SALURKAN 25.000 LITER AIR BERSIH KE SULAWESI BARAT DAN KALIMANTAN SELATAN SETIAP HARI   LAPAN SEBUT FENOMENA PUSARAN ANGIN YANG TERJADI DI WADUK GAJAH MUNGKUR BUKAN PUTING BELIUNG, MELAINKAN TORNADO   KURANGI KEPADATAN JALAN, PEMKOT TANGERANG AKAN BERLAKUKAN SISTEM "LOOPING" DI SIMPANG TIGA GONDRONG   DINKES SULAWESI SELATAN SIAP BANTU TENAGA LAB DI SULBAR UNTUK IDENTIFIKASI PASIEN COVID-19   PASIEN TERUS BERTAMBAH, RSUD CARUBAN JADIKAN BANGSAL ORANG SAKIT JIWA RUANG ISOLASI PASIEN COVID-19   WAGUB DKI AHMAD RIZA PATRIA BENARKAN SANKSI DENDA PROGRESIF BAGI PELANGGAR PROTOKOL KESEHATAN DI JAKARTA DIHAPUS   TPU SRENGSENG SAWAH, JAKSEL, HAMPIR PENUH, TERSISA SEKITAR 60 LIANG UNTUK MAKAM JENAZAH PASIEN COVID-19   KETUA PMI JATENG: SEBANYAK 871 PENYINTAS COVID-19 DI JAWA TENGAH DONORKAN PLASMA KONVALESEN   SATGAS COVID-19 SEBUT KETERISIAN TEMPAT TIDUR DI RUMAH SAKIT DI PULAU JAWA MENCAPAI LEBIH DARI 70 PERSEN   BANJIR BANDANG PUNCAK, BOGOR, MENKO PMK MINTA PT PTPN RELOKASI PERMUKIMAN KARYAWAN DI WILAYAH RAWAN BENCANA