Kompas TV kolom opini

Jalan Politik Berliku Mantan KSAD: Pengalaman Tyasno Sudarto dan Gatot Nurmantyo

Senin, 5 Oktober 2020 | 05:00 WIB
jalan-politik-berliku-mantan-ksad-pengalaman-tyasno-sudarto-dan-gatot-nurmantyo
Jenderal (Purn) Gatot Nurmantyo bersama sejumlah veteran melakukan tabur bunga di Taman Makam Nasional Umum Kalibata, Rabu (30/9/2020) (Sumber: Warta Kota/Feryanto Hadi)

Oleh : Aris Santoso, pengamat militer

Kekuasaan ibarat candu, kekuasaan selalu dirindukan, terutama bagi insan yang pernah merasakan pada fase hidupnya. Daya tarik kekuasaan menjadikan sebagian orang terbelenggu. Kira-kira begitulah yang kita lihat hari-hari ini pada sosok Gatot Nurmantyo. Saat masih KSAD (kemudian berlanjut sebagai Panglima TNI), Gatot selalu dielu-elukan prajuritnya saat kunjungan lapangan.

Pada fase purnabakti, dia masih mencoba merebut kembali masa-masa kejayaannya dulu. Namun jalan yang dia tempuh ternyata tidak mudah, beda jauh saat masih memimpin pasukan dulu. Masyarakat sipil kurang akrab dengan sistem komando, yang ada adalah aspirasi. Meski yang mengundang rapat umum seorang mantan jenderal, bila tidak sesuai aspirasinya, masyarakat belum tentu datang, terkecuali ada pihak yang mengerahkan.

Begitulah fenomena yang terjadi pada Gatot. Keterlibatan Gatot Nurmantyo dalam organisasi KAMI (Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia), membuat sebagian masyarakat terheran-heran. Seolah-olah tak ada habis-habisnya Gatot dalam bermanuver. Sebenarnya apa yang dicari Gatot?

Bisa jadi Gatot sedang mempersiapkan jalan menuju Pilpres 2024, sehingga segala ruang dicoba, termasuk dengan melibatkan diri dalam KAMI. Bila tujuan Gatot adalah menjadi Capres (calon presiden) pada 2024, mengapa harus ikut terlibat dalam KAMI?

Tampaknya jenderal Gatot kurang sabar, dia ingin cepat-cepat namanya “viral”. Semua orang juga tahu, KAMI adalah  komunitas instan, bukan partai politik, sehingga tidak bisa dijadikan “kendaraan” bagi Gatot untuk maju Pilpres 2024. Rasanya tak berlebihan bila dikatakan, Gatot telah melakukan blunder, makna strategis KAMI (bagi Gatot) boleh dibilang tipis-tipis saja.

Memang ada kemungkinan,  KAMI merupakan embrio partai, yang nanti bisa menjadi “kendaraan” Gatot . Seandainya sudah menjadi partai pun, rasanya agak berat juga untuk meraih dukungan dari rakyat. Tentu tak semudah itu, mengingat figur-figur KAMI lebih dicitrakan sebagai “barisan sakit hati”, yakni mereka yang tak terangkut dalam kapal besar kekuasaan, pasca bergabungnya Prabowo dalam kabinet.

Editor : Zaki Amrullah

1
2



BERITA LAINNYA


Close Ads x
NEWSTICKER
07:40
MENKO POLHUKAM: PERLU SISTEM PEMERINTAHAN BERBASIS ELEKTRONIK UNTUK WUJUDKAN TATA KELOLA PEMERINTAHAN YANG BERSIH    MENKO POLHUKAM SEBUT INDONESIA DAN AUSTRALIA PERTEGAS KERJA SAMA DI BIDANG HUKUM DAN KEAMANAN   POLDA JABAR KERAHKAN 14.000 POLISI UNTUK MENJAGA LIBUR CUTI BERSAMA AKHIR OKTOBER 2020   MENKO BIDANG PEREKONOMIAN AIRLANGGA HARTARTO SEBUT IZIN PENGGUNAAN VAKSIN COVID-19 SINOVAC TETAP DARI BPOM   WALI KOTA SURABAYA TRI RISMAHARINI IMBAU WARGANYA TIDAK BEPERGIAN KE LUAR KOTA SELAMA LIBUR PANJANG AKHIR OKTOBER    KEMENAG TEGASKAN DANA BANTUAN BAGI PESANTREN TIDAK BOLEH DIPOTONG   POLDA METRO JAYA KERAHKAN 2.999 PERSONEL DI PUSAT PERBELANJAAN, TEMPAT WISATA, & TITIK KERAMAIAN SAAT LIBUR PANJANG   MENAKER MENILAI UNJUK RASA YANG DILAKUKAN DALAM KONDISI PANDEMI COVID-19 TIDAK BIJAK   KTT PARA PEMIMPIN NEGARA-NEGARA G-20 DIJADWALKAN DISELENGGARAKAN SECARA VIRTUAL 21-22 NOVEMBER 2020   BAWASLU MENCATAT ADA 306 PELANGGARAN PROTOKOL KESEHATAN DALAM KAMPANYE PILKADA 2020   PEMPROV DKI JAKARTA MENYATAKAN AKAN MELAKSANAKAN KEPUTUSAN PEMERINTAH YANG TIDAK NAIKKAN UMP 2021   KEMENSOS SALURKAN BANTUAN SOSIAL KEPADA 18,8 JUTA KELUARGA PENERIMA MANFAAT (KPM) PADA TAHUN 2021   HAKIM KABULKAN GUGATAN PENUNDAAN KEWAJIBAN PEMBAYARAN UTANG YANG DIAJUKAN OTTO HASIBUAN TERHADAP DJOKO TJANDRA   BAWASLU MENGATAKAN PELANGGARAN YANG DILAKUKAN ASN TERBANYAK TERJADI DI MEDIA SOSIAL