Kompas TV nasional hukum

MAKI akan Gugat KPK Jika Tak Mau Buka Dugaan Keterlibatan Pihak Lain di Kasus Jaksa Pinangki

Selasa, 22 September 2020 | 10:31 WIB
maki-akan-gugat-kpk-jika-tak-mau-buka-dugaan-keterlibatan-pihak-lain-di-kasus-jaksa-pinangki
Koordinator MAKI Boyamin Saiman menyerahkan sejumlah bukti dugaan gratifikasi dan aliran uang yang diterima Jaksa Pinangki Sirna Malasari ke Jampidsus, Kamis (6/8/2020). (Sumber: KompasTV)

JAKARTA, KOMPAS.TV – Koordinator Masyarkat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) Boyamin Saiman berharap KPK dapat membuka penyelidikan terkait dugaan keterlibatan pihak lain dalam kasus korupsi Jaksa Pinangki Sirna Malasari dan Djoko Tjandra.

Menurut Boyamin, pihaknya juga telah mempersiapkan gugatan praperadilan kepada KPK jika lembaga antirasuah itu tidak menindaklanjuti laporan yang telah diberikannya.

Boyamin menjelaskan langkah praperadilan ini pihak yang dimaksud dapat dibuka di pengadilan.

Baca Juga: Ini 3 Hakim yang Tangani Perkara Korupsi Jaksa Pinangki

“Kami tetap meminta KPK untuk melakukan penyelidikan dan penyidikan baru atas bahan materi "Bapakku dan Bapakmu" dan "King Maker" dikarenakan telah Terstruktur, Sistemik dan Masif (TSM) atas perkara rencana pembebasan JST (Djoko Tjandra)," ujar Boyamin dalam keterangannya, Selasa (22/9/2020).

Sebelumnya Boyamin telah memberikan sejumlah dokumen terkait dugaan keterlibatan pihak lain dalam kasus Jaksa Pinangki dan Djoko Tjandra pada Jumat (18/9/2020).

Dokomen tersebut berisi tangkapan layar dugaan percakapan Jaksa Pinangki dengan Anita Kolopaking dalam melakukan pengurusan fatwa Mahkamah Agung untuk membantu Djoko Tjandra bebas dari pidana penjara selama 2 tahun.

Editor : Johannes Mangihot

1
2



BERITA LAINNYA


Close Ads x
NEWSTICKER
01:40
ASOSIASI BULU TANGKIS THAILAND SIAP GELAR TURNAMEN TUR ASIA SUPER 1000 DAN BWF WORLD FINALS PADA JANUARI 2021   MANCHESTER UNITED AKAN MENJAMU ARSENAL DALAM PEKAN KE TUJUH LIGA INGGRIS PADA MINGGU, 1 NOVEMBER 2020   SUKARELAWAN PETUGAS PEMAKAMAN JENAZAH PASIEN KORONA DI JAYAPURA PERTANYAKAN UANG LELAH YANG BELUM DIBAYAR   HINGGA 30 OKTOBER 2020, JUMLAH KASUS KORONA DI NUSA TENGGARA TIMUR: 679 POSITIF, 498 SEMBUH, 7 MENINGGAL DUNIA   DINKES NTT: KABUPATEN TIMOR TENGAH SELATAN (TTS), LEMBATA, ENDE, DAN SABU RAIJUA NIHIL KASUS KORONA   SEBANYAK 16 NARAPIDANA LAPAS KELAS II A PEKANBARU, RIAU, POSITIF TERINFEKSI KORONA, SEORANG DI ANTARANYA MENINGGAL   DINKES CIANJUR, JABAR: SELAMA PANDEMI KORONA, 40 TENAGA KESEHATAN DI CIANJUR TERINFEKSI COVID-19   BPBD SUKABUMI: 90 RUMAH DI DESA TUGUBANDUNG RUSAK AKIBAT DITERJANG PUTING BELIUNG, TIDAK ADA KORBAN JIWA   GUBERNUR GANJAR PRANOWO MENAIKKAN UMP JATENG 2021 MENJADI RP 1.798.979 ATAU NAIK 3,27% DARI UMP 2020 SEBESAR RP 1.742.015   DIREKTUR PENGUPAHAN KEMENAKER DINAR TITUS JOGASWITANI SEBUT 28 PROVINSI SETUJU UPAH MINIMUM 2021 TIDAK NAIK   JASA MARGA: VOLUME KENDARAAN DI RUAS TOL SOLO-NGAWI NAIK 57% SELAMA 27-29 OKTOBER 2020   PREDIKSI PUNCAK ARUS BALIK 1 NOVEMBER 2020, JASA MARGA IMBAU PENGGUNA TOL PULANG LEBIH AWAL   DITLANTAS POLDA METRO JAYA MENGKLAIM ADA PENURUNAN JUMLAH KECELAKAAN LALU LINTAS DI JAKARTA SELAMA LIBUR PANJANG   PT KAI: 30.470 PENUMPANG BERANGKAT DARI STASIUN GAMBIR, PASAR SENEN, & JAKARTA KOTA SELAMA 27-30 OKTOBER 2020