Kompas TV nasional viral

Dua Tim Dokter Terlibat dalam Observasi Kejiwaan Penusuk Syekh Ali Jaber

Rabu, 16 September 2020 | 12:16 WIB

BANDAR LAMPUNG, KOMPAS.TV - Polisi membutuhkan waktu 14 hari untuk melakukan observasi kondisi kejiwaan tersangka pelaku penusukan terhadap pendakwah Syekh Ali Jaber.

Observasi kesehatan jiwa tersangka pelaku penusukan Syekh Ali Jaber dilakukan oleh dua tim dokter.

Satu tim berasal dari Rumah Sakit Jiwa Lampung yang berada di Pesarawan dan satu tim lainnya berasal dari Pusat Kedokteran Polri.

Kabid Humas Polda Lampung Kombes Zahwani Pandra Arsyad menyatakan, penyidik tetap akan menggali keterangan dari tersangka menganai motif penusukan terhadap Syekh Ali Jaber.

Sejauh ini, tersangka mengaku terganggu dengan dakwah yang dilakukan Syekh Ali Jaber.

Insiden penusukan terhadap pendakwah Syekh Ali Jaber, jadi sorotan publik.

Pemerintah pun terlihat tanggap menangkap harapan publik agar kasus diusut tuntas dan transparan.

Hari ini, Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko, menjenguk Ulama Syekh Ali Jaber di Kediamannya di Pulogadung, Jakarta Timur.

Moeldoko menyampaikan rasa simpatinya atas peristiwa penusukan Syekh Ali Jaber di Lampung.

Sementara Senin Malam, Menko Polhukam Mahfud MD menjenguk Syekh Ali Jaber dan mendoakan kesembuhan agar bisa kembali berdakwah.

Menko Polhukam juga berjanji kasus penusukan akan cepat diungkap polisi.

Pelaku penusukan terhadap Syekh Ali Jaber bernama Alpin Adrian, kini telah ditetapkan sebagai tersangka oleh Polresta Bandar Lampung, setelah dilakukan gelar perkara.

Publik kini menanti, apa motif sesungguhnya dari pelaku.

Editor : Dea Davina



BERITA LAINNYA


Close Ads x
NEWSTICKER
17:57
ANGKATAN UDARA TIONGKOK GELAR SIMULASI SERANGAN DI TEMPAT YANG MENYERUPAI PANGKALAN AU AS DI GUAM   SEBANYAK 11 TENAGA KESEHATAN DI MADIUN, JAWA TIMUR, POSITIF TERINFEKSI KORONA   POLRESTA PONTIANAK TETAPKAN OKNUM POLISI YANG MEMERKOSA GADIS PELANGGAR LALU LINTAS SEBAGAI TERSANGKA   POSITIF KORONA TANPA GEJALA, ISTRI WALI KOTA PONTIANAK DIISOLASI DI RUMAH   ISTRI DARI WALI KOTA PONTIANAK, KALBAR, EDI RUSDI KAMTONO, POSITIF TERINFEKSI KORONA TANPA GEJALA   POSITIF TERINFEKSI KORONA, PUTRA BUNGSU DARI WALI KOTA JAMBI SYARIF FASHA MENINGGAL DUNIA    POLDA METRO JAYA PERPANJANG PENAHANAN JOHN KEI HINGGA 19 OKTOBER 2020   POLISI BERENCANA JEMPUT LHI, PEREMPUAN YANG MENGAKU DILECEHKAN DAN DIPERAS SAAT TES CEPAT DI BANDARA SOEKARNO-HATTA   WNI POSITIF KORONA DI LUAR NEGERI BERJUMLAH 1.425 ORANG: 1.002 SEMBUH, 120 MENINGGAL DUNIA, 303 DALAM PERAWATAN   PEMERINTAH: ADA 1 PROVINSI DAN 8 KABUPATEN/KOTA YANG TERAPKAN PSBB   PEMERINTAH: ADA 34 PROVINSI DAN 494 KABUPATEN/KOTA YANG TERDAMPAK KORONA   PEMERINTAH: HINGGA 21 SEPTEMBER 2020, JUMLAH SPESIMEN KORONA YANG DIPERIKSA MENCAPAI 2.950.173 SPESIMEN   HINGGA 21 SEPTEMBER 2020, JUMLAH SUSPEK KORONA DI INDONESIA MENCAPAI 108.880 ORANG    HINGGA 21 SEPTEMBER 2020, JUMLAH KASUS KORONA DI INDONESIA: 248.852 POSITIF, 180.797 SEMBUH, 9.677 MENINGGAL DUNIA