Kompas TV nasional berita kompas tv

Satgas Covid-19: Pelaksanaan PSBB Harus Ada Gas dan Rem

Rabu, 16 September 2020 | 11:20 WIB
satgas-covid-19-pelaksanaan-psbb-harus-ada-gas-dan-rem
Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito (Sumber: Screen Capture Sekretariat Presiden)

JAKARTA, KOMPASTV – Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito menyebut, perlu adanya gas dan rem dalam pelaksanaan PSBB.

Jika persebaran Covid-19 terus meningkat di suatu daerah, maka PSBB harus diperketat.

“Di dalam melaksanakan PSBB, perlu adanya gas rem yang sering disampaikan. Yaitu memastikan bahwa, apabila kasusnya meningkat, mulai tidak terkendali dan berjalan cukup lama, maka perlu ada pengetatan pada aktivitas-aktivitas tertentu yang berkontribusi pada peningkatan tersebut”, ungkap Wiku di dalam kanal Youtube Sekretariat Presiden, Selasa (15/9/2020).

Baca Juga: Jokowi: Kepala Daerah Serius Tangani Gas dan Rem Covid-19

Sebelumnya, Pemprov DKI Jakarta telah kembali mengetatkan PSBB terhitung tanggal 14 September 2020.

Pengetatan ini berlaku selama dua minggu. Setelah itu, kebijakan tersebut akan dievaluasi lebih lanjut.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menilai, ada beberapa indikator yang menyebabkan Pemprov DKI harus mengambil langkah tersebut, di antaranya angka persebaran yang terus meningkat, kasus aktif, sertai fasilitas kesehatan yang hampir melewati ambang batas.

Editor : Abdur Rahim



BERITA LAINNYA


Close Ads x
NEWSTICKER
17:38
ANGKATAN UDARA TIONGKOK GELAR SIMULASI SERANGAN DI TEMPAT YANG MENYERUPAI PANGKALAN AU AS DI GUAM   SEBANYAK 11 TENAGA KESEHATAN DI MADIUN, JAWA TIMUR, POSITIF TERINFEKSI KORONA   POLRESTA PONTIANAK TETAPKAN OKNUM POLISI YANG MEMERKOSA GADIS PELANGGAR LALU LINTAS SEBAGAI TERSANGKA   POSITIF KORONA TANPA GEJALA, ISTRI WALI KOTA PONTIANAK DIISOLASI DI RUMAH   ISTRI DARI WALI KOTA PONTIANAK, KALBAR, EDI RUSDI KAMTONO, POSITIF TERINFEKSI KORONA TANPA GEJALA   POSITIF TERINFEKSI KORONA, PUTRA BUNGSU DARI WALI KOTA JAMBI SYARIF FASHA MENINGGAL DUNIA    POLDA METRO JAYA PERPANJANG PENAHANAN JOHN KEI HINGGA 19 OKTOBER 2020   POLISI BERENCANA JEMPUT LHI, PEREMPUAN YANG MENGAKU DILECEHKAN DAN DIPERAS SAAT TES CEPAT DI BANDARA SOEKARNO-HATTA   WNI POSITIF KORONA DI LUAR NEGERI BERJUMLAH 1.425 ORANG: 1.002 SEMBUH, 120 MENINGGAL DUNIA, 303 DALAM PERAWATAN   PEMERINTAH: ADA 1 PROVINSI DAN 8 KABUPATEN/KOTA YANG TERAPKAN PSBB   PEMERINTAH: ADA 34 PROVINSI DAN 494 KABUPATEN/KOTA YANG TERDAMPAK KORONA   PEMERINTAH: HINGGA 21 SEPTEMBER 2020, JUMLAH SPESIMEN KORONA YANG DIPERIKSA MENCAPAI 2.950.173 SPESIMEN   HINGGA 21 SEPTEMBER 2020, JUMLAH SUSPEK KORONA DI INDONESIA MENCAPAI 108.880 ORANG    HINGGA 21 SEPTEMBER 2020, JUMLAH KASUS KORONA DI INDONESIA: 248.852 POSITIF, 180.797 SEMBUH, 9.677 MENINGGAL DUNIA