Kompas TV regional berita daerah

Pasca Penusukan, Polisi Tengah Mendalami Motif dan Melakukan Tes Kejiwaan Terhadap Tersangka

Selasa, 15 September 2020 | 17:51 WIB

LAMPUNG, KOMPAS,TV - Insiden penusukan yang melibatkan Syekh Ali Jaber pada Minggu (13/9/2020) petang, polisi bergerak cepat melakukan pemeriksaan terhadap pelaku.

Dari pemeriksaan yang dilakukan, polisi meningkatkan status hukum pelaku menjadi tersangka dalam kasus penusukan Syekh Ali Jaber.

Selain menggali keterangan dari tersangka, polisi akan memeriksa kondisi kejiwaan tersangka. Tenaga ahli dari Rumah Sakit Jiwa, Kurungan Nyawa, Pesawaran, Lampung bersama Tim dokter dan psikiater dari Pusdokes Mabes Polri akan membantu Polda Lampung dan Polres Kota Bandar Lampung mengusut kasus ini.

Sementara penanganan kasus ini berjalan, Syekh Ali Jaber pasca insiden penusukan langsung melanjutkan kembali kajian keagamaannya di Bandar Lampung pada Minggu (13/9/2020) malam, dengan penjagaan dan pengamanan dari kepolisian.

Polisi juga masih berfokus menelusuri indentitas tersangka, informasi sementara yang dihimpun dari pihak kepolisian tersangka bernama Alfin Andrian, berusia 24 tahun, belum menikah, dan tidak memiliki pekerjaan.

Menurut polisi, tersangka Alfin Andrian melakukan aksi tersebut dalam keadaan sadar. Tidak dibawah pengaruh alkohol dan obat-obatan terlarang. Hal itu diungkap saat tersangka menjalani tes urin dan hasilnya menujukan negatif narkoba.

Baca Juga: Syekh Ali Jaber Ditusuk Orang Tak Dikenal di Lampung

Hingga Selasa (15/9/2020) sore, tersangka masih menjalani serangkaian pemeriksaan di Mapolres Kota Bandar Lampung, sementara polisi tengah mendalami motif penusukan.

#SyekhAliJaber #tersangka #penusukanulama

Editor : Kompastv Lampung



BERITA LAINNYA


Close Ads x
NEWSTICKER
09:12
PM BORIS JOHNSON SEBUT "LOCKDOWN" DI INGGRIS DITERAPKAN MULAI 2 NOVEMBER-2 DESEMBER 2020   PM INGGRIS UMUMKAN KEMBALI TERAPKAN "LOCKDOWN" SECARA NASIONAL SEUSAI KASUS COVID-19 MENCAPAI LEBIH DARI SATU JUTA   PELAKU PENEMBAKAN TERHADAP PENDETA DI GEREJA ORTODOKS, LYON, PERANCIS, DITANGKAP    BMKG MEMPREDIKSI HUJAN DISERTAI KILAT TERJADI DI JAKARTA SIANG INI    KORBAN MENINGGAL AKIBAT GEMPA BERMAGNITUDO 7 DI TURKI BERTAMBAH MENJADI 37 ORANG DAN 900 LAINNYA LUKA-LUKA   KAPOLRES BUKITTINGGI, SUMBAR, MENGATAKAN 2 ANGGOTA TNI YANG DIKEROYOK KLUB MOTOR GEDE MASIH DIRAWAT DI RS    KETUA KOMISI I DPR MEUTYA HAFID MENILAI KECAMAN PRESIDEN JOKOWI TERHADAP PERNYATAAN PRESIDEN PERANCIS SUDAH TEPAT   DIRLANTAS POLDA METRO JAYA PREDIKSI ARUS BALIK LIBUR PANJANG TERJADI HARI INI   PEMPROV SUMATERA BARAT TIDAK NAIKKAN UMP 2021 DENGAN PERTIMBANGAN MASIH DALAM PEMULIHAN EKONOMI   KPK SELIDIKI PENGEMBANGAN KASUS DUGAAN SUAP PENGESAHAN RAPBD JAMBI TAHUN ANGGARAN 2017    NAIK 3,54 PERSEN, UMP DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA MENJADI RP 1.765.000 DI TAHUN 2021   PEMPROV DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA UMUMKAN KENAIKAN UMP SEBESAR 3,54 PERSEN UNTUK TAHUN 2021   PEMKOT DEPOK MENCATAT ADA 1.073 KASUS AKTIF COVID-19 HINGGA 31 OKTOBER 2020   GUBERNUR ANIES BASWEDAN SEBUT UMP JADI RP 4.416.186 BAGI KEGIATAN USAHA YANG TIDAK TERDAMPAK PANDEMI COVID-19