Kompas TV TALKSHOW rosi

Nahkodai Kompas, Jakob Oetama Bertahan Di Antara Dua Gelombang - ROSI

Selasa, 15 September 2020 | 00:56 WIB

Jakob Oetama dalam kenangan Sastrawan, Martin Aleida.

“Titanic Sudah Melihat Lambaian Tangan”

Sebagai nahkoda Kompas, Pak Jakob bertahan dengan dua ancaman gelombang. Pertama, kekuasaan yang otoriter, dengan memanfaatkan birokrasi pemerintahan yang efektif, militeristis. Kedua, gelombang lain berupa kontrol liar yang dilancarkan oleh mereka yang memanipulasi agama dan memberhalakan intoleransi untuk mmebungkam media. Bermanuver diantara dua gelombang itu, Pak Jakob boleh dianggap orang sedang zigzag untuk mencari aman. Namun ketika jalur kehidupan sudah terancam, Pak Jakob menenggelamkan kecurigaan orang itu.

Ketika beliau tampil sebagai saksi untuk mendukung gugatan Majalah Tempo di Pengadilan Tata Usaha Negara pada 1995. Ketika itu Jenderal Soeharto dengan segala perangkat kekuasaannya, masih sebuah meriam yang siap didentumkan. Pintu penjaranya masih mengancam manakala dipertaruhkan antara karam atau layar terus berkembang. Pak Jakob dengan suaranya yang bergetar, dengan kata-katanya yang benderang, di depan hakim dia menegaskan bahwa kebebasan pers adalah prinsip. Gugatan Tempo dimenangkan. Kemenangan yang membuat Pemimpin Redaksi Tempo, Goenawan Muhammad seperti terkesima, tak percaya dengan apa yang ia saksikan.

Yang dikemudikan Pak Jakob bukan lagi kapal kayu antarpulau, tetapi Titanic yang sudah melihat lambaian tangan di pantai tujuan. Dengan mengucapkan kebebasan pers sebagai prinsip, dan tinta yang membasahi pena adalah hati nurani, sebagai bendera yang terpancang di layar tiang. Maka tak bisa tidak, takdir halaman Kompas, adalah memihak kepada mereka yang dimarjinalkan, dibungkam.

Selengkapnya, hanya di dialog Rosianna Silalahi bersama M. Sobari (Budayawan), Putu Fajar Arcana (Wartawan Budaya Kompas), Budiman Tanuredjo (Wartawan Senior Kompas), Butet Kertarajasa (Seniman), Titiek Puspa (Seniman), Martin Aleida (Sastrawan) dan iringan musik dari Jubing Kristianto (Musisi) dalam Talkshow ROSI Episode Spesial “Terima Kasih Jakob Oetama”. Tayang 10 September 2020 WIB di Kompas TV Independen Tepercaya.

Jangan lewatkan dialog seru lainnya di program ROSI setiap hari Kamis pukul 20.00 WIB hanya di @kompastv. Independen Tepercaya.

Dan follow akun Instagram talkshow ROSI @rosi_kompastv juga Twitter di @Rosi_KompasTV.

#RosiKompasTV #TalkshowRosi #Rosi #KompasTV #Talkshow

Editor : Yudho Priambodo



BERITA LAINNYA


KOMPAS DUNIA

9 WNI di Libya Dipulangkan ke Indonesia

Senin, 21 September 2020 | 16:19 WIB
Close Ads x
NEWSTICKER
16:33
ANGKATAN UDARA TIONGKOK GELAR SIMULASI SERANGAN DI TEMPAT YANG MENYERUPAI PANGKALAN AU AS DI GUAM   SEBANYAK 11 TENAGA KESEHATAN DI MADIUN, JAWA TIMUR, POSITIF TERINFEKSI KORONA   POLRESTA PONTIANAK TETAPKAN OKNUM POLISI YANG MEMERKOSA GADIS PELANGGAR LALU LINTAS SEBAGAI TERSANGKA   POSITIF KORONA TANPA GEJALA, ISTRI WALI KOTA PONTIANAK DIISOLASI DI RUMAH   ISTRI DARI WALI KOTA PONTIANAK, KALBAR, EDI RUSDI KAMTONO, POSITIF TERINFEKSI KORONA TANPA GEJALA   POSITIF TERINFEKSI KORONA, PUTRA BUNGSU DARI WALI KOTA JAMBI SYARIF FASHA MENINGGAL DUNIA    POLDA METRO JAYA PERPANJANG PENAHANAN JOHN KEI HINGGA 19 OKTOBER 2020   POLISI BERENCANA JEMPUT LHI, PEREMPUAN YANG MENGAKU DILECEHKAN DAN DIPERAS SAAT TES CEPAT DI BANDARA SOEKARNO-HATTA   WNI POSITIF KORONA DI LUAR NEGERI BERJUMLAH 1.425 ORANG: 1.002 SEMBUH, 120 MENINGGAL DUNIA, 303 DALAM PERAWATAN   PEMERINTAH: ADA 1 PROVINSI DAN 8 KABUPATEN/KOTA YANG TERAPKAN PSBB   PEMERINTAH: ADA 34 PROVINSI DAN 494 KABUPATEN/KOTA YANG TERDAMPAK KORONA   PEMERINTAH: HINGGA 21 SEPTEMBER 2020, JUMLAH SPESIMEN KORONA YANG DIPERIKSA MENCAPAI 2.950.173 SPESIMEN   HINGGA 21 SEPTEMBER 2020, JUMLAH SUSPEK KORONA DI INDONESIA MENCAPAI 108.880 ORANG    HINGGA 21 SEPTEMBER 2020, JUMLAH KASUS KORONA DI INDONESIA: 248.852 POSITIF, 180.797 SEMBUH, 9.677 MENINGGAL DUNIA