Kompas TV nasional aiman

Kisah Jakob Oetama dan PK Ojong Membesarkan Kompas - AIMAN (Bag 2)

Senin, 14 September 2020 | 23:06 WIB

Selamat Jalan Pak Jakob

Jakob Oetama, tokoh pers dan pendiri Kompas Gramedia, berpulang ke Sang Pencipta pada 9 September 2020, karena gangguan multiorgan pada fisiknya. Jakob disemayamkan di Gedung Kompas Gramedia, Palmerah Selatan, Jakarta. Di tempat itulah, Jakob Oetama dan sahabatnya, PK Ojong, bahu membahu membesarkan KOMPAS, yang kemudian menjadi surat kabar tertua dan paling berpengaruh di negeri ini. Hingga lebih dari setengah abad kemudian, Kompas Gramedia berkembang menjadi bisnis multi-industri, mulai dari toko buku, media digital, dan event organizer (EO), hingga infrastruktur.

Namun, Jakob Oetama tak melulu identik dengan korporasi. Welas asih dan kepeduliannya akan kepentingan bangsa dan negara, dibanding kepentingan pribadi, karakternya yang mencuri hati. Jurnalis Kompas TV, Aiman Witjaksono, mewawancarai salah satu sahabat karib Jakob Oetama, pengusaha Sofjan Wanandi. Bersama Wakil Presiden RI 2004-2009 dan 2014-2019 Jusuf Kalla, mereka rutin bertemu tiap bulan untuk membahas persoalan bangsa. Oleh Sofjan, Jakob Oetama digambarkan sebagai pribadi yang selalu gelisah akan masa depan bangsa. “Kegelisahan” itu kemudian dituangkan melalui judul utama (headline) Harian KOMPAS. Apa lagi yang diungkap oleh Sofjan Wanandi kepada Aiman?

Aiman juga menemui Lilik Oetama, putra sekaligus CEO Kompas Gramedia. Lilik mengenang sang Ayah sebagai sosok yang selalu mengajarkan nilai-nilai budi pekerti luhur, terutama soal kejujuran, kerja keras, dan kesederhanaan. Bahkan, tidak mudah bagi Lilik memiliki sebuah benda kesukaan, meski ia anak seorang Jakob Oetama sekalipun. Kepada Aiman, Lilik menceritakan kembali pengalaman paling berkesan bersama sang Ayah semasa hidupnya, yang belum pernah diceritakan dimanapun.

Kepergian Jakob Oetama memang meninggalkan kesan mendalam. AIMAN merangkum kembali kisah perjalanan hidup Jakob Oetama, berikut “warisan teladan" yang ditinggalkan, serta kisah-kisahnya yang belum diungkap.  

Editor : Yudho Priambodo



BERITA LAINNYA


Close Ads x
NEWSTICKER
17:45
ANGKATAN UDARA TIONGKOK GELAR SIMULASI SERANGAN DI TEMPAT YANG MENYERUPAI PANGKALAN AU AS DI GUAM   SEBANYAK 11 TENAGA KESEHATAN DI MADIUN, JAWA TIMUR, POSITIF TERINFEKSI KORONA   POLRESTA PONTIANAK TETAPKAN OKNUM POLISI YANG MEMERKOSA GADIS PELANGGAR LALU LINTAS SEBAGAI TERSANGKA   POSITIF KORONA TANPA GEJALA, ISTRI WALI KOTA PONTIANAK DIISOLASI DI RUMAH   ISTRI DARI WALI KOTA PONTIANAK, KALBAR, EDI RUSDI KAMTONO, POSITIF TERINFEKSI KORONA TANPA GEJALA   POSITIF TERINFEKSI KORONA, PUTRA BUNGSU DARI WALI KOTA JAMBI SYARIF FASHA MENINGGAL DUNIA    POLDA METRO JAYA PERPANJANG PENAHANAN JOHN KEI HINGGA 19 OKTOBER 2020   POLISI BERENCANA JEMPUT LHI, PEREMPUAN YANG MENGAKU DILECEHKAN DAN DIPERAS SAAT TES CEPAT DI BANDARA SOEKARNO-HATTA   WNI POSITIF KORONA DI LUAR NEGERI BERJUMLAH 1.425 ORANG: 1.002 SEMBUH, 120 MENINGGAL DUNIA, 303 DALAM PERAWATAN   PEMERINTAH: ADA 1 PROVINSI DAN 8 KABUPATEN/KOTA YANG TERAPKAN PSBB   PEMERINTAH: ADA 34 PROVINSI DAN 494 KABUPATEN/KOTA YANG TERDAMPAK KORONA   PEMERINTAH: HINGGA 21 SEPTEMBER 2020, JUMLAH SPESIMEN KORONA YANG DIPERIKSA MENCAPAI 2.950.173 SPESIMEN   HINGGA 21 SEPTEMBER 2020, JUMLAH SUSPEK KORONA DI INDONESIA MENCAPAI 108.880 ORANG    HINGGA 21 SEPTEMBER 2020, JUMLAH KASUS KORONA DI INDONESIA: 248.852 POSITIF, 180.797 SEMBUH, 9.677 MENINGGAL DUNIA