Kompas TV nasional berita kompas tv

Sifat Perhatian Jakob Oetama di Mata Karyawan

Kamis, 10 September 2020 | 11:22 WIB

JAKARTA, KOMPAS.TV - Kepergian Jakob Oetama pendiri Kompas Gramedia sekaligus tokoh pers Indonesia meninggalkan duka mendalam bagi banyak pihak.

Sosok pria kelahiran Magelang 88 tahun silam itu memberikan kesan yang istimewa di mata para karyawannya.

Seperti yang dirasakan Purwadi Sapto, seorang petugas keamanan yang telah 27 tahun mengabdi di Kompas Gramedia.

Di mata Purwadi, Jakob Oetama merupakan sosok yang perhatian dan akrab dengan karyawan.

"Dia menanyakan keluarga ya saya ceritakan, pengalaman yang sampai sekarang saya ingat, saya ditanya kamu sudah punya rumah belum, kamu sudah berapa lama kerja di Kompas, saat itu jujur saya jawab sudah 25 tahun bahkan sekarang sudah menginjak 27 tahun," kenang Purwadi.

"Rumahnya gede apa kecil, sampai segitunya Pak Jakob menanyakan, jadi saya ikut terkesan karena memperhatikan saya sebagai karyawan biasa sampai ditanya seperti itu," lanjutnya.

Kepergian Jakob Oetama juga menjadi kehilangan terbesar bagi insan pers di tanah air.

Wartawan senior Anton Sanjoyo mengungkapkan semasa hidupnya, Jakob Oetama dikenal sebagai sosok yang menjunjung tinggi kejujuran dan integritas.

"Sebetulnya bapak prinsipnya satu, untuk jadi wartawan Kompas nggak perlu pintar, nggak perlu cemerlang-cemerlang amat yang penting jujur. Dia bilang kalau kamu nggak jujur jadi wartawan itu segala basicnya hilang," kenang Anton.

Kejujuran, integritas, serta nilai kemanusiaan, yang selalu dipegang teguh Jakob Oetama kemudian menjadi fondasi surat kabar Kompas yang terbit pertama kali pada tahun 1965.

Meski sosoknya telah tiada, namun idealisme Jakob Oetama akan tetap hidup dalam sejarah jurnalistik Indonesia.

Editor : Reny Mardika



BERITA LAINNYA


Close Ads x
NEWSTICKER
17:07
INDONESIA KECAM PERISTIWA PENIKAMAN MEMATIKAN DI NICE, PERANCIS   JELANG PILKADA, KPU TANGERANG SELATAN IMBAU WARGA PASTIKAN NAMANYA MASUK DPT LEWAT SITUS KPU   KPK PASTIKAN TERUS EVALUASI TIM SATGAS YANG MEMBURU HARUN MASIKU   MENHUB BUDI KARYA SUMADI APRESIASI PENERAPAN PROTOKOL KESEHATAN DI PELABUHAN TANJUNG PRIOK   BAKAMLA TANGKAP DUA KAPAL PENCURI IKAN ASAL VIETNAM DI LAUT NATUNA UTARA   PEMPROV DKI JAKARTA IMBAU WARGA TAK BAWA SANAK KELUARGA KE JAKARTA SEUSAI LIBUR PANJANG   DISHUB DKI JAKARTA DAN POLDA METRO JAYA AKAN BERPATROLI DI JALUR SEPEDA UNTUK CEGAH BEGAL   JELANG BERAKHIRNYA LIBUR PANJANG, KADISHUB DKI IMBAU WARGA KEMBALI KE JAKARTA SEBELUM 1 NOVEMBER 2020   KADISHUB DKI SYAFRIN LIPUTO PREDIKSI PUNCAK ARUS BALIK LIBUR PANJANG TERJADI PADA 1 NOVEMBER 2020   KEMENTERIAN PPPA: PEMERINTAH BERUPAYA TURUNKAN ANGKA "STUNTING" DARI 27 MENJADI 14 PERSEN PADA 2024   LINDUNGI HAK PILIH, BAWASLU HARAP ADA UNDANG-UNDANG BAGI MASYARAKAT ADAT DI HUTAN LINDUNG   WHO SIAPKAN SKEMA ASURANSI VAKSIN COVID-19 UNTUK NEGARA MISKIN   KEMENPAREKRAF TINGKATKAN KUALITAS SEKTOR PARIWISATA MELALUI PROGRAM REVITALISASI DESTINASI WISATA   KEMENAG PRIORITASKAN JEMAAH UMRAH YANG PENUHI SYARAT, BERANGKAT KE TANAH SUCI