Kompas TV nasional aiman

Kasus Pinangki Memunculkan Aturan Kejaksaan Membingungkan, Kok Bisa? - AIMAN (Bag 3)

Senin, 31 Agustus 2020 | 21:03 WIB

Nama Pinangki Sirna Malasari naik daun pasca penangkapan terpidana kasus hak tagih Bank Bali, Djoko Tjandra. Selain karena sepak terjangnya yang spektakuler di lingkungan Kejaksaan, eks Kasubag Biro Perencanaan Jaksa Agung Muda Pembinaan, yang kini menjadi tersangka, diduga dilindungi oleh “kekuatan besar”. Siapakah?

Ada sejumlah tanya pada kasus Pinangki. Pertama, Kejaksaan terkesan lamban bergerak. Sampai saat ini, Kejaksaan baru menetapkan dua tersangka, yaitu Djoko Tjandra sebagai pemberi suap dan Pinangki sebagai penerima suap. Kedua, Jaksa Agung tiba-tiba mengeluarkan aturan dan pernyataan yang membingungkan, misalnya Pedoman Kejaksaan No.7/ 2020 tentang pemeriksaan jaksa harus seizin Jaksa Agung dan asosiasi jaksa akan memberi bantuan hukum pada Pinangki. Meski akhirnya aturan tersebut dibatalkan dan Ketua Umum Persatuan Jaksa Indonesia, yang juga Wakil Jaksa Agung, Setia Untung Arimuladi, justru menampik hal ini, sikap Kejaksaan malah menimbulkan tanya, ada apa dengan kasus Pinangki? Semua terungkap dalam dokumen pemeriksaan Pinangki, yang diperoleh tim AIMAN secara EKSKLUSIF!

Dalam dokumen termaktub detil pengakuan Pinangki. Pinangki disebut melapor kepada “sang pimpinan”, pasca pertemuan rahasianya dengan buronan Djoko Tjandra di Malaysia. Hal lain yang mengejutkan, Pinangki berani membuat janji kepada Djoko Tjandra untuk mengurus langsung surat pembebasannya kepada Jaksa Agung. Pertanyaan-pertanyaan pun menyeruak. Siapa pimpinan Pinangki tersebut? Mengapa sampai kini belum terdengar pemeriksaanya sama sekali? Mengapa Pinangki, yang notabene cuma jaksa kelas menengah, berani berkomitmen kepada seorang buronan kakap? Benarkah ada “kekuatan besar” yang melindungi Pinangki? Jurnalis Kompas TV, Aiman Witjaksono mengungkapnya! 

Editor : Yudho Priambodo



BERITA LAINNYA


Close Ads x
NEWSTICKER
09:06
BMKG MEMPREDIKSI SEBAGIAN WILAYAH JABODETABEK CERAH BERAWAN PADA PAGI HINGGA SIANG INI   PEMKOT BATAM BEBASKAN SANKSI ADMINISTRATIF, DENDA, DAN BUNGA TELAT BAYAR PAJAK   KEMENKOP DAN UKM DORONG PELAKU USAHA KECIL MENENGAH DI GARUT MANFAATKAN PELUANG PASAR DARING   WALI KOTA SALATIGA YULIYANTO SEBUT PASIEN COVID-19 DI WILAYAHNYA BERASAL DARI PENULARAN LUAR DAERAH   DONI MONARDO MINTA MASYARAKAT TETAP TERAPKAN PROTOKOL KESEHATAN SAAT PULANG BEKERJA DAN TIBA DI RUMAH   KETUA SATGAS COVID-19 DONI MONARDO SEBUT ENAM PERSEN PASIEN DI WISMA ATLET KEMAYORAN ADALAH KLASTER KELUARGA   KASUS COVID-19 TERUS BERTAMBAH, PEMKOT KUPANG KEMBALI MEMBERLAKUKAN KEBIJAKAN “WORK FROM HOME” KEPADA ASN   KEMDIKBUD TINGKATKAN KOMPETENSI GURU SMK DI BIDANG KECERDASAN BUATAN   ANTISIPASI PENYEBARAN COVID-19, PEMPROV DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA DATA TAMU HOTEL LEWAT APLIKASI DIGITAL   GUBERNUR BANTEN WAHIDIN HALIM KEMBALI JADIKAN RSUD BANTEN SEBAGAI PUSAT RUJUKAN PASIEN COVID-19   PEMPROV DKI SIAPKAN TPU ROROTAN, JAKUT, UNTUK MEMAKAMKAN JENAZAH PASIEN COVID-19   KEMENPERIN FOKUS WUJUDKAN EKOSISTEM INOVASI INDUSTRI 4.0 DI MASA PANDEMI   PANDEMI COVID-19, PEMPROV NUSA TENGGARA TIMUR PASTIKAN BANDARA DAN PELABUHAN TIDAK DITUTUP   POLDA METRO JAYA MELAKUKAN TES USAP 300 TAHANAN BERSTATUS VONIS GUNA PASTIKAN SEHAT DAN AMAN DIPINDAH KE LAPAS