Kompas TV kolom catatan jurnalis

Marak Pembajakan Akun Medsos, Siapa yang Meretas Demokrasi Kita?

Minggu, 30 Agustus 2020 | 08:00 WIB
marak-pembajakan-akun-medsos-siapa-yang-meretas-demokrasi-kita
Ilustrasi peretasan oleh hacker. (Sumber: Pixabay)

Baca Juga: Demokrasi Diretas? Tren Politik atau Residu Demokrasi ?- SATU MEJA THE FORUM (Bag 4)

SAFEnet menyatakan serangan digital tersebut terarah dan sistematis. Artinya ada upaya terus menerus untuk menyusup dan menginfiltrasi perangkan dan infrastruktur jaringan dari individu, kelompok, organisasi dan komunitas tertentu.

Ancaman digital yang terarah dan sistematis ini bukan seperti spam atau penipuan finansial biasa yang mungkin ditemui secara acak di Internet. Sebaliknya, ancaman digital tenis ini berfokus pada target tertentu, yakni kelompok berisiko seperti jurnalis, akademisi, aktivis mahasiswa, pembela HAM, pejuang masyarakat adat, aktivis lingkungan juga aktivis anti korupsi.

Meretas Demokrasi

Maraknya kasus peretasan ini sangat memprihatinkan. Sebab aksi ‘represi kebebasan berekpresi’ ini terjadi di era reformasi, era di mana demokrasi seharusnya dijunjung tinggi. Aksi peretasan ini tak bisa dianggap main-main dan disikapi setengah hati.

Serangan siber yang menimpa pakar, akademisi, aktivis, media massa dan jurnalis ini mengancam nasib demokrasi. Pasalnya, hal ini melanggar kebebasan berekspresi, hak berpendapat dan bisa dianggap sebagai bentuk pembungkaman terhadap kritik.

Padahal, kritik dan kebebasan berekspresi adalah unsur penting dalam demokrasi. Kritik merupakan implementasi adanya pengawasan terhadap kekuasaan. Kritik juga menjadi penanda partisipasi publik dalam proses pengambilan kebijakan.

Baca Juga: Deklarasi Desa Sadar Demokrasi

Editor : Desy Hartini




BERITA LAINNYA


Jelajah Dunia

Menikmati Keindahan Sakura di Negeri Kiwi

Selasa, 29 September 2020 | 07:00 WIB
Close Ads x
NEWSTICKER
07:08
KPU MAKASSAR BATASI SUMBANGAN DANA KAMPANYE BAGI PASLON MAKSIMAL RP 95,6 MILIAR   PANGLIMA TNI MARSEKAL HADI TJAHJANTO PASTIKAN NETRALITAS TNI DALAM PILKADA 2020   LPSK SIAP BERIKAN PERLINDUNGAN KEPADA SAKSI KASUS PENEMBAKAN PENDETA DI PAPUA    POLRES EMPAT LAWANG, SUMSEL, GAGALKAN PENYELUNDUPAN 748 KILOGRAM GANJA KERING ASAL ACEH   KEMDIKBUD MINTA PESERTA DAN TENAGA PENDIDIK LAPOR PADA SEKOLAH JIKA BELUM DAPATKAN KUOTA INTERNET    GUBERNUR JATENG GANJAR PRANOWO SEBUT SUDAH TAK ADA ZONA MERAH COVID-19 DI JAWA TENGAH   CEGAH PENULARAN COVID-19 DI KALANGAN LANSIA, PEMKOT SURABAYA BERI ALAT PENGUKUR KADAR OKSIGEN DAN VITAMIN KE LANSIA   WAPRES MA'RUF AMIN: PEMUKA AGAMA BERPERAN PENTING CEGAH PENULARAN COVID-19   KETUA BAWASLU SEBUT PILKADA DI TENGAH PANDEMI KORONA TIDAK MUDAH   KASUS COVID-19 MELONJAK, PEMKAB LEBAK BERENCANA TERAPKAN PSBB MULAI 1-20 OKTOBER 2020   PEMPROV BANGKA BELITUNG TERBITKAN KEBIJAKAN LARANGAN ISOLASI MANDIRI PASIEN COVID-19 CEGAH KLASTER KELUARGA   KEPALA SATPOL PP JAKARTA PUSAT SEBUT PELANGGAN MASKER DI JAKPUS MENURUN PADA MINGGU KEDUA PSBB   KETUA KOMITE PENANGANAN COVID-19: TINGKAT KETERISIAN TEMPAT TIDUR RS COVID-19 SECARA NASIONAL CAPAI 46,29 PERSEN    KETUA SATGAS COVID-19: BADAN PENGAWASAN KEUANGAN DAN PEMBANGUNAN USUL HARGA STANDAR TES USAP RP 797.000