Kompas TV TALKSHOW dua arah

Kondisi Ekonomi Indonesia Turun, Pemerintah Mengecewakan? - DUA ARAH (Bag 3)

Selasa, 11 Agustus 2020 | 01:18 WIB

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, ekonomi RI pada kuartal II-2020 minus 5,32 persen. Menurut BPS, realisasi pertumbuhan ekonomi Indonesia yang minus 5,32 persen ini paling rendah sejak krisis 1999. Angka ini memperparah kondisi ekonomi Indonesia. Pasalnya, pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal I 2020 hanya mencapai 2,97 persen. Angka itu jauh dari target kuartal I yang diharapkan mencapai kisaran 4,5-4,6 persen.

Kondisi ini dikritik Ketua Fraksi Partai Demokrat, Edhie Baskoro Yudhoyono atau Ibas. Anak mantan presiden Susilo Bambang Yudhoyono yang selama ini dikenal ‘anteng’ ini menyebut, ekonomi Indonesia di bawah pemerintahan ayahnya jauh lebih baik di banding saat ini. Kritik juga datang dari Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Fadli Zon. Ia menilai, kinerja pemerintah lamban dan salah resep dalam mencegah dampak pandemi. Pemerintah gagal menetapkan prioritas kebijakan dalam menangani pandemi.

Pemerintah berdalih, pertumbuhan ekonomi di kuartal I jauh dari harapan karena terdampak berbagai kebijakan terkait penanganan virus corona, khususnya work from home dan physical distancing. Sementara, pertumbuhan ekonomi di kuartal II lebih buruk dari kuartal I karena dampak kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). 

Apapun dalih pemerintah, kondisi ini sangat mengecewakan. Pasalnya, meski menghadapi pandemi, pemerintah sudah diberi ruang lebih besar untuk menjaga pertumbuhan ekonomi dengan berbagai skema dan regulasi. 

Benarkah ekonomi Indonesia meroket di era SBY? Apa yang membuat ekonomi di era SBY lebih stabil? Selain pandemi, apa yang membuat ekonomi di era Jokowi terjun bebas? Sejauh ini bagaimana upaya pemerintah guna membangkitkan kembali roda ekonomi? Bagaimana efektifitas program PEN? Lalu apa lagi yang mesti dilakukan pemerintah guna memulihkan perekonomian nasional?  

Penulis : Yudho Priambodo





BERITA LAINNYA


Close Ads x
NEWSTICKER
22:14
MULAI BESOK, SINGAPURA TERAPKAN "LOCKDOWN" HINGGA 13 JUNI 2021    LEBIH DARI 350.000 ORANG DI JEPANG MENANDATANGANI PETISI YANG MEMINTA OLIMPIADE TOKYO DIBATALKAN    WHO PERINGATKAN PANDEMI COVID-19 TAHUN INI BISA LEBIH PARAH DARIPADA SEBELUMNYA    MUSEUM MADAME TUSSAUDS PINDAHKAN PATUNG LILIN HARRY-MEGHAN DARI ANGGOTA KELUARGA KERAJAAN INGGRIS   PEMERINTAH: 15 MEI 2021, JUMLAH SPESIMEN KORONA YANG DIPERIKSA MENCAPAI 15.469.561 SPESIMEN    HINGGA 15 MEI 2021, JUMLAH SUSPEK KORONA DI INDONESIA MENCAPAI 84.063 ORANG    SATGAS COVID-19: HARI INI, ANGKA KEMATIAN AKIBAT COVID-19 DI INDONESIA BERTAMBAH 144 KASUS, TOTAL 47.967 KASUS    SATGAS COVID-19: JUMLAH PASIEN SEMBUH HARI INI BERTAMBAH 4.181 ORANG, TOTAL 1.597.067 ORANG    SATGAS COVID-19: HARI INI DI INDONESIA ADA PENAMBAHAN 2.385 KASUS POSITIF KORONA, TOTAL 1.736.670 KASUS    POLDA JATIM GELAR PENYEKATAN SERENTAK DAN TES CEPAT COVID-19 SECARA ACAK DI 29 TITIK POS PENYEKATAN    SEBUAH PERAHU YANG BAWA 20 PENUMPANG DI WADUK KEDUNGOMBO, BOYOLALI, TERBALIK, 9 ORANG MASIH DALAM PENCARIAN    TNI AL SELAMATKAN 27 ABK KAPAL SINAR MAS YANG TERBAKAR DI LAUT NATUNA UTARA    PT KCI: TES CEPAT ANTIGEN SECARA ACAK DI STASIUN MANGGARAI, BOGOR, BEKASI, & TANGERANG DILAKUKAN HINGGA BESOK    PT KCI LAKUKAN TES CEPAT ANTIGEN SECARA ACAK KE PENUMPANG KRL DI STASIUN MANGGARAI, BOGOR, BEKASI, & TANGERANG