> >

Fadli Zon Disentil Eks Napiter terkait Usulan Pembubaran Densus 88

Update | 16 Oktober 2021, 13:26 WIB
Fadli Zon disentil eks napiter Hendi Suhartono terkait usulan pembubaran Densus 88. Hendi menyampaikan pendapatnya soal Densus 88 Polri pada sesi diskusi bertajuk “Kenapa Densus 88 Penting” yang digelar oleh Jakarta Journalist Center di Jakarta, Jumat (15/10/2021). (Sumber: ANTARA/HO-Jakarta Journalist Center)

JAKARTA, KOMPAS.TV - Fadli Zon disentil oleh Hendi Suhartono, eks narapidana terorisme (Napiter), terkait usulan pembubaran Detasemen Khusus (Densus) 88 Anti Teror Polri. Menurut Hendi, jika pasukan khusus anti teror itu dibubarkan, orang-orang seperti dirinya akan kerepotan.

“Kalau Densus tidak ada (dibubarkan-red), orang-orang seperti saya dulu, orang-orang yang nakal siapa yang mau pegang, siapa yang mau tandem, karena (itu) memang harus ada satuan khusus,” kata Hendi pada acara diskusi "Kenapa Densus 88 Penting?” di Jakarta, Jumat (15/10/2021), seperti dikutip Antara.

Hendi, yang terlibat aksi Bom Buku itu, berpendapat Densus 88 masih punya peran yang krusial. Khususnya dalam soal penindakan dan pencegahan aksi-aksi terorisme.

Baca Juga: Fadli Zon Usul Densus 88 Dibubarkan, BNPT Menolak Keras

Lebih dari itu, kata Hendi, jika tidak ada Densus 88 orang-orang eks napiter seperti dirinya akan sulit diterima masyarakat.

Proses deradikalisasi dengan pendampingan dan pengawasan yang dia terima dari Densus 88 membantunya untuk tidak mengulangi aksi kejahatan yang ia dan orang-orang sepertinya mungkin akan lakukan lagi.

“Saya mengalami sendiri, saat kembali ke masyarakat, mereka acuh (tak acuh), karena itu di hati ada dendam. Kalau cuma dipantau lembaga negara nggak akan bisa. Sakit hati kita, saat berbuat baik, diomongin sakit hati. Ini faktor makanya ada yang kembali ke garis keras,” terang Hendi.

Hendi juga menyampaikan, ada kemungkinan masih banyak orang seperti dirinya dan napiter lain yang masih punya pemahaman radikal. Pemahaman ini, menurut dia, ekstrem dan harus tetap diberi pendampingan saat bebas dari tahanan.

Baca Juga: Korban Bom Bali Kritik Keras Ide Fadli Zon soal Pembubaran Densus 88: Usulan Enggak Waras

Hendi juga mengaku, dirinya saat itu dibantu oleh Kepala Densus 88 Polri Irjen Pol Martinus Hukom dan tim Densus untuk menghadapi, dalam bahasa Hendi, proses adaptasi dengan masyarakat dan berbaur kembali dengan masyarakat.

Penulis : Dedik Priyanto Editor : Edy-A.-Putra

Sumber : Kompas TV


TERBARU